alexametrics
23.1 C
Palangkaraya
Wednesday, August 17, 2022

Pemkab Kapuas Komitmen Sukseskan Program Sekolah Penggerak

KUALA KAPUAS,PROKALTENG.CO – Pasca penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Kapuas dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) oleh Bupati Kapuas Ir. Ben Brahim S.Bahat dengan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim tentang Program Sekolah Penggerak (PSP), naskah MoU dimaksud diserahkan Bupati kepada Kadisdik, Jum’at (9/7) lalu di ruang rapat Bappeda Kabupaten Kapuas.

Bupati Kapuas dua periode itu meminta agar kadisdik, pengawas, kepala sekolah, guru dan operator sekolah selaku penerima manfaat PSP senantiasa berkomitmen kuat untuk mengikuti seluruh proses intervensi yang telah dan akan dilakukan oleh Pemerintah maupun Pemerintah Daerah.

“Kelima intervensi itu meliputi pendampingan konsultatif dan asimetris, penguatan SDM sekolah, pembelajaran kompetensi holistik, perencanaan berbasis data serta digitalisasi sekolah. Sehingga terjadi transformasi satuan pendidikan dalam rangka peningkatan hasil belajar peserta didik secara holistik, baik dari aspek kognitif maupun nonkognitif (karakter).  Sehingga terwujud profil Pelajar Pancasila,” tegas Ben Brahim.

Baca Juga :  SPK Ribuan Tekon di Kapuas Terancam Tak Diperpanjang

Sementara itu Kadisdik H. Suwarno Muriyat melaporkan jika dalam tahun 2021   Kabupaten Kapuas telah ditetapkan oleh Kemdikbudristek sebanyak 16 sekolah pelaksana PSP terdiri dari 2 TK, 8 SD, 4 SMP dan 2 SMA, tersebar dalam wilayah Kabupaten Kapuas.

“Sedikitnya 450 Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Pengawas, Kepala Sekolah, Guru dan Tenaga Operator/Tata Usaha) dari 16 sekolah dalam dua bulan terakhir sedang mengikuti pelatihan secara virtual dan nantinya in house training (IHT) secara langsung sebagai upaya dalam penguatan SDM sekolah,”ujarnya.

Menurutnya mereka akan dibimbing langsung oleh Widyaiswara dari Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan serta Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Kemdikbudristek.

KUALA KAPUAS,PROKALTENG.CO – Pasca penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Kapuas dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) oleh Bupati Kapuas Ir. Ben Brahim S.Bahat dengan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim tentang Program Sekolah Penggerak (PSP), naskah MoU dimaksud diserahkan Bupati kepada Kadisdik, Jum’at (9/7) lalu di ruang rapat Bappeda Kabupaten Kapuas.

Bupati Kapuas dua periode itu meminta agar kadisdik, pengawas, kepala sekolah, guru dan operator sekolah selaku penerima manfaat PSP senantiasa berkomitmen kuat untuk mengikuti seluruh proses intervensi yang telah dan akan dilakukan oleh Pemerintah maupun Pemerintah Daerah.

“Kelima intervensi itu meliputi pendampingan konsultatif dan asimetris, penguatan SDM sekolah, pembelajaran kompetensi holistik, perencanaan berbasis data serta digitalisasi sekolah. Sehingga terjadi transformasi satuan pendidikan dalam rangka peningkatan hasil belajar peserta didik secara holistik, baik dari aspek kognitif maupun nonkognitif (karakter).  Sehingga terwujud profil Pelajar Pancasila,” tegas Ben Brahim.

Baca Juga :  SPK Ribuan Tekon di Kapuas Terancam Tak Diperpanjang

Sementara itu Kadisdik H. Suwarno Muriyat melaporkan jika dalam tahun 2021   Kabupaten Kapuas telah ditetapkan oleh Kemdikbudristek sebanyak 16 sekolah pelaksana PSP terdiri dari 2 TK, 8 SD, 4 SMP dan 2 SMA, tersebar dalam wilayah Kabupaten Kapuas.

“Sedikitnya 450 Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Pengawas, Kepala Sekolah, Guru dan Tenaga Operator/Tata Usaha) dari 16 sekolah dalam dua bulan terakhir sedang mengikuti pelatihan secara virtual dan nantinya in house training (IHT) secara langsung sebagai upaya dalam penguatan SDM sekolah,”ujarnya.

Menurutnya mereka akan dibimbing langsung oleh Widyaiswara dari Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan serta Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Kemdikbudristek.

Most Read

Artikel Terbaru

/