Di tengah kesibukan dan rutinitas pekerjaan
yang terkadang membuat jenuh dan bosan, berkumpul bersama rekan-rekan komunitas
menjadi salah satu cara untuk mengusir rasa jenuh. Sekaligus mencari pengalaman
menarik dan mengesankan, termasuk di antaranya komunitas otomotif.
Tak jarang, anggota sebuah komunitas akan
menyempatkan waktunya untuk sekedar berkumpul untuk kopi darat (kopdar) hingga
melakukan kegiatan memakan waktu lebih lama seperti turing bersama.
Turing sendiri merupakan kegiatan berkendara
bersama, beriringan dengan sejumlah kendaraan baik roda dua atau roda empat
dengan tujuan tertentu. Turing melibatkan kendaraan yang banyak harus
dipersiapkan dengan sangat matang. Terlebih, dalam praktiknya, ada pengguna
jalan lain yang mesti diperhatikan hak-haknya. Jangan sampai turing justru
mengganggu ketertiban umum.
Salah satu komunitas otomotif yang sudah lama
terbentuk dan telah dikenal secara luas di tanah air adalah Komunitas
Trailblazer Indonesia (TBZI). TBZI tak ketinggalan secara berkala juga
melakukan kegiatan turing bagi para anggotanya. TBZI merupakan wadah bagi para
pecinta Chevrolet untuk mempererat keakraban dan berbagi pengalaman seputar
kendaraan, membagi tips yang diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan
kenyamanan pada saat turing bersama komunitas.
Berbeda dengan berkendara secara tunggal atau
sendirian, berkendara secara beriringan membutuhkan kewaspadaan yang lebih
untuk menjaga keamanan saat berkendara (safety driving). Apabila berkendara
sendiri, prioritas utama adalah keselamatan diri sendiri dan penumpang. Namun
lain halnya jika Anda berkendara bersama komunitas, Anda dituntut untuk dapat
bekerja sama dengan anggota lain dan pengguna jalan lain.
Terkait turing, berikut tips yang dapat
dijadikan sebagai panduan untuk mengadakan kegiatan turing bersama komunitas
agar lebih aman, nyaman, dan tidak menggangu pengguna jalan lain.
1. Pastikan Kendaraan Dalam Kondisi Prima
Terlepas dari cara mengemudikan kendaraan, penting bagi seorang pengendara
untuk mempelajari hal dasar seperti memeriksa kondisi kendaraan sebelum
bepergian. Memastikan kendaraan dalam kondisi prima menjadi mutlak, sebelum
turing, periksa kondisi kendaraan seperti lampu, oli, rem, ban dan air wiper.
Selain itu, jangan lupa memeriksa kondisi ban cadangan.
Selain itu, pastikan juga bahan bakar penuh
dan tidak habis sampai dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)
berikutnya. Selanjutnya periksa aapakah ada cairan yang berasal dari kebocoran
pada salah satu komponen kendaraan. Jika sudah siap jalan, terakhir persiapkan
nomor layanan yang dapat dihubungi saat darurat termasuk layanan derek mobil.
2. Rencanakan Rute yang Akan Dilalui
Jika sudah memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima dan siap melibas
medan turing yang jauh, selanjutnya rencanakan rute yang akan dilalui. Cek rute
perjalanan Anda untuk memastikan tempat pemberhentian penting yang mungkin
diperlukan, seperti tempat peristirahatan, SPBU untuk mengisi bahan bakar dan
bengkel untuk keadaan emergency. Anda juga bisa memanfaatkan fitur petunjuk
arah (GPS) untuk memastika bahwa Anda tetap berada di arah yang benar.
GPS sendiri ada yang sudah terpasang langsung
di mobil (built in) atau juga menambahkan GPS after market jika memang tak
punya. GPS sendiri membantu pengguna untuk tetap berada di jalur yang benar,
sesuai dengan rute turing yang telah direncanakan.
3. Siapkan Barang Bawaan
Merencanakan barang-barang bawaan Anda untuk memastikan segala kebutuhan dalam
perjalanan dapat terpenuhi juga penting. Hal tersebut dilakukan untuk
menghindari barang bawaan berlebih yang justru mengganggu atau membebani
pengendara. Pastikan kabin serta bagasi tidak penuh sesak dengan barang-barang
yang tidak diperlukan.
Beberapa perangkat seperti power bank, charger
ponsel mobil, lampu senter, cable jumper serta kotak P3K sangat diperlukan
terutama dalam keadaan darurat. Jangan lupa untuk menyiapkan tali pengikat
bagasi, agar barang pada bagasi Anda tidak bergeser dan mengganggu konsentrasi.
Juga sediakan cemilan atau makanan ringan sebagai teman perjalanan dan
pengganjel di saat lapar namun jarak perjalanan masih jauh menuju rumah makan
terdekat.
4. Tertib Lalu Lintas
Seperti sudah disinggung di atas, kegiatan turing biasanya melibatkan konvoi
kendaraan dalam jumlah banyak. Maka, sangat penting untuk tetap menjaga
rangkaian, namun tetap harus mengutamakan peraturan lalu lintas agar tidak
mengganggu kenyamanan dari pengguna jalan yang lainnya. Selain itu, rangkaian
di depan sebaiknya menunggu anggota lain yang terputus karena lampu merah.
5. Pastikan Komunikasi Lancar
Berkonvoi dengan mobil memerlukan kemampuan berkendara secara teratur dan
tertib selama di jalan dan pastinya sesuai dengan rangkaian acara turing yang
sudah disusun. Untuk menjaga kondisi teratur tersebut, menjaga komunikasi tiap
kendaraan anggota menjadi aspek penting, termasuk navigasi dan koordinasi dalam
perjalanan agar waktu menuju lokasi tujuan sesuai dengan susunan rangkaian
acara.
Menjaga kelancaran komunikasi saat berkendara
turing dengan rombongan bisa menggunakan banyak perangkat. Namun hindari
penggunaan ponsel saat berkendara, bahaya! Umumnya saat turing para pengendara
menyiapkan alat komunikasi berbasis radio semisal handy talky (HT). Selain HT,
saat ini di banyak mobil modern juga sudah disiapkan fitur komunikasi yang bisa
dimanfaatkan saat turing.
Misalnya saja fitur MyLink yang telah
disematkan pada Chevrolet Trailblazer juga dilengkapi dengan Siri Eyes Free dan
software pengenal suara, pengemudi dapat memberikan perintah verbal termasuk
untuk melakukan panggilan telepon, sehingga tidak perlu melepas tangan dari
kemudi.
6. Berhenti di Titik yang Telah Ditentukan
Selama perjalanan jarak jauh, ada banyak hal yang bisa merepotkan pengendara
seperti buang air kecil atau mengisi bahan bakar. Karena itu, panitia harus
menentukan titik-titik lokasi pemberhentian seperti di tempat ibadah, SPBU dan
sebagainya.
“Kami selaku komunitas selalu memperhatikan
aspek keselamatan berkendara, terutama ketika melakukan kegiatan turing. Oleh
karena itu, pembekalan keselamatan berkendara pada anggota selalu kami terapkan
sejak masa persiapan hingga selama aktivitas touring berlangsung. Kami
berharap, kami dapat memberikan contoh yang baik pada masyarakat dan komunitas
otomotif lainnya,†ucap Budi Harnata, salah satu anggota TBZI dalam keterangan
tertulis yang diterima JawaPos.com.(jpg)