RAPBN 2027 juga menunjukkan arah kebijakan yang relatifseimbang antara ekspansi ekonomi dan kehati-hatian fiskal.
Pemerintah menargetkan pendapatan negara sebesar Rp 3.426 triliun dengan belanja negara mencapai Rp 4.097,2 triliun.
Defisit anggaran dipertahankan pada level 2,4 persen terhadap PDB, lebih rendah dibanding proyeksi tahun sebelumnya.
Langkah ini memberikan sinyal positif bahwa pemerintah tetapberkomitmen menjaga kredibilitas fiskal sekaligus menyediakanruang yang cukup untuk mendukung pembangunan nasional.
Kepercayaan investor dan pelaku usaha sangat dipengaruhi oleh kemampuan pemerintah menjaga stabilitas fiskal.
Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian pasar terhadap kesehatan APBN semakin besar.
Oleh karena itu, target defisit yang lebih rendah dapat menjadi sinyal bahwa pemerintah berupaya menjaga keberlanjutan fiskal tanpa menghambat agenda pembangunan.
Stabilitas fiskal yang terjaga akan memperkuatkepercayaan dunia usaha, meningkatkan investasi, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Hal lain yang menarik dari pidato Presiden adalah penegasan terhadap prioritas pembangunan nasional, yaitu ketahananpangan, ketahanan energi, penguatan industri dalam negeri, pendidikan, kesehatan, dan pengurangan kemiskinan.
Prioritas tersebut mencerminkan upaya pemerintah membangun mesinpertumbuhan baru yang lebih berkelanjutan.
RAPBN 2027 juga menunjukkan arah kebijakan yang relatifseimbang antara ekspansi ekonomi dan kehati-hatian fiskal.
Pemerintah menargetkan pendapatan negara sebesar Rp 3.426 triliun dengan belanja negara mencapai Rp 4.097,2 triliun.
Defisit anggaran dipertahankan pada level 2,4 persen terhadap PDB, lebih rendah dibanding proyeksi tahun sebelumnya.
Langkah ini memberikan sinyal positif bahwa pemerintah tetapberkomitmen menjaga kredibilitas fiskal sekaligus menyediakanruang yang cukup untuk mendukung pembangunan nasional.
Kepercayaan investor dan pelaku usaha sangat dipengaruhi oleh kemampuan pemerintah menjaga stabilitas fiskal.
Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian pasar terhadap kesehatan APBN semakin besar.
Oleh karena itu, target defisit yang lebih rendah dapat menjadi sinyal bahwa pemerintah berupaya menjaga keberlanjutan fiskal tanpa menghambat agenda pembangunan.
Stabilitas fiskal yang terjaga akan memperkuatkepercayaan dunia usaha, meningkatkan investasi, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Hal lain yang menarik dari pidato Presiden adalah penegasan terhadap prioritas pembangunan nasional, yaitu ketahananpangan, ketahanan energi, penguatan industri dalam negeri, pendidikan, kesehatan, dan pengurangan kemiskinan.
Prioritas tersebut mencerminkan upaya pemerintah membangun mesinpertumbuhan baru yang lebih berkelanjutan.