PROKALTENG.CO – Beredarnya akun media sosial yang mengatasnamakan Bank Rakyat Indonesia atau BRI dengan menawarkan program “bantuan dana hibah” hingga “KUR online” dipastikan hoaks. BRI menegaskan seluruh informasi tersebut bukan berasal dari pihak resmi perseroan dan tidak memiliki kaitan dengan produk maupun layanan BRI.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan akun atau unggahan yang menjanjikan pencairan dana cepat dengan syarat tertentu. Apalagi jika sampai meminta transfer uang, data pribadi, maupun informasi rahasia perbankan.
“BRI tidak pernah meminta masyarakat melakukan pendaftaran melalui akun tidak resmi, transfer dana, ataupun memberikan data pribadi dan data perbankan seperti PIN, password, OTP, dan informasi rahasia lainnya,” tegas Dhanny.
BRI juga memastikan tidak pernah menggunakan tokoh maupun pejabat pemerintah untuk mempromosikan produk dan jasa perbankan yang ditawarkan kepada masyarakat.
Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan digital yang belakangan marak beredar di media sosial dan aplikasi percakapan.
BRI mengimbau masyarakat selalu melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi perusahaan, mulai dari website resmi BRI, akun media sosial yang telah terverifikasi, Contact BRI 1500017, hingga kantor unit kerja BRI terdekat.
Dhanny menambahkan, kewaspadaan masyarakat menjadi langkah penting untuk mencegah penyalahgunaan data pribadi yang dapat merugikan nasabah. (ant)
PROKALTENG.CO – Beredarnya akun media sosial yang mengatasnamakan Bank Rakyat Indonesia atau BRI dengan menawarkan program “bantuan dana hibah” hingga “KUR online” dipastikan hoaks. BRI menegaskan seluruh informasi tersebut bukan berasal dari pihak resmi perseroan dan tidak memiliki kaitan dengan produk maupun layanan BRI.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan akun atau unggahan yang menjanjikan pencairan dana cepat dengan syarat tertentu. Apalagi jika sampai meminta transfer uang, data pribadi, maupun informasi rahasia perbankan.
“BRI tidak pernah meminta masyarakat melakukan pendaftaran melalui akun tidak resmi, transfer dana, ataupun memberikan data pribadi dan data perbankan seperti PIN, password, OTP, dan informasi rahasia lainnya,” tegas Dhanny.
BRI juga memastikan tidak pernah menggunakan tokoh maupun pejabat pemerintah untuk mempromosikan produk dan jasa perbankan yang ditawarkan kepada masyarakat.
Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan digital yang belakangan marak beredar di media sosial dan aplikasi percakapan.
BRI mengimbau masyarakat selalu melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi perusahaan, mulai dari website resmi BRI, akun media sosial yang telah terverifikasi, Contact BRI 1500017, hingga kantor unit kerja BRI terdekat.
Dhanny menambahkan, kewaspadaan masyarakat menjadi langkah penting untuk mencegah penyalahgunaan data pribadi yang dapat merugikan nasabah. (ant)