KAYUAGUNG – Mantri BRI Unit Sumber Hidup, BRI Branch Office Kayu Agung, Alifia Naura Nazifah, melayani ratusan debitur yang tersebar di Desa Tanjung Makmur, Desa Kayu Labu, dan Desa Sido Mulyo dengan menyusuri medan perkebunan dan jalan antardesa yang tidak selalu mudah dilalui, terutama saat hujan.
Sebagian besar debitur yang dilayani Alifia menggantungkan usaha dari perkebunan kelapa sawit dan karet. Sebagian lainnya menjalankan toko sembako dan usaha manisan. Dengan menaiki sepeda motor, Alifia mendatangi debitur di rumah maupun kebun untuk berbincang mengenai perkembangan usaha, mendengarkan kendala, sekaligus melihat langsung aktivitas di kebun.
“Keputusan saya bergabung dengan BRI sebagai Mantri didasari oleh keinginan kuat untuk berkontribusi secara nyata pada pemberdayaan ekonomi masyarakat perdesaan, khususnya di wilayah Sumatera Selatan. BRI memiliki jangkauan yang sangat luas hingga ke pelosok, sehingga profesi Mantri memberikan saya ruang untuk menjadi jembatan akses keuangan bagi masyarakat yang membutuhkan permodalan,” ujar Alifia.
Menurut Alifia, membangun kepercayaan masyarakat desa membutuhkan pendekatan humanis yang berlandaskan kearifan lokal. Ia berupaya bersikap terbuka dan ramah serta hadir bukan sekadar sebagai pihak perbankan, melainkan sebagai kawan diskusi yang memahami tantangan keseharian masyarakat.
Kedekatan tersebut membantunya memberikan solusi pembiayaan sesuai kondisi usaha, khususnya melalui KUR dan Kupedes untuk kebutuhan modal kerja, investasi, hingga peremajaan lahan perkebunan. Saat jalan menuju lokasi sulit dilalui, Alifia berkoordinasi terlebih dahulu dengan tokoh masyarakat atau ketua kelompok tani setempat untuk memastikan keberadaan debitur sebelum turun ke lapangan.
Pengalaman tersebut turut membentuk cara pandang Alifia terhadap pekerjaannya. Berbagai pertemuan dengan masyarakat dan tantangan selama menjalankan tugas menjadi pengalaman yang semakin memperkuat makna pekerjaannya.
“Pelajaran hidup terbesar yang saya peroleh adalah pentingnya empati, ketekunan, dan rasa syukur. Berinteraksi langsung dengan ratusan debitur mengajari saya bahwa di balik setiap berkas kredit yang disetujui, ada harapan sebuah keluarga untuk kehidupan yang lebih sejahtera, dan menjadi bagian dari perjuangan mereka adalah sebuah kebanggaan yang tak ternilai,” ujar Alifia.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan kisah Alifia menunjukkan peran Mantri BRI yang begitu dekat dengan kehidupan masyarakat di wilayah perdesaan.
“Peran seperti Alifia menunjukkan bahwa Mantri BRI memiliki posisi penting dalam membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat sekaligus memahami perkembangan usaha mereka secara langsung. Kedekatan tersebut menjadi kekuatan BRI untuk memperluas inklusi keuangan melalui layanan dan pembiayaan yang relevan, sekaligus memastikan kehadiran BRI dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat di berbagai wilayah,” pungkas Dhanny. ***


