Anggaran Sarpras Pemadam Terbatas, DPRD Seruyan Soroti Tantangan Penanganan Karhutla

KUALA PEMBUANG, PROKALTENG.CO — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan, menyoroti keterbatasan anggaran sarana dan prasarana (sarpras) pemadam yang masih menjadi hambatan utama dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Seruyan.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Seruyan, Harsandi, menyampaikan hal tersebut usai menghadiri Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Pejabat Struktural di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan Tahun 2026, di Aula BKAD, Senin (12/10/2026).

Harsandi menjelaskan, pihaknya bersama instansi terkait sejauh ini telah aktif turun ke lapangan untuk mengedukasi serta memberikan imbauan pencegahan hingga ke titik-titik rawan kebakaran. Namun, efektivitas penanggulangan di lapangan kerap terbentur keterbatasan anggaran operasional pemda setempat.

“Memang masalah kebakaran ini sudah berlangsung lama. Kami dari lembaga legislatif sudah turun langsung melakukan imbauan hingga ke titik lokasi. Berdasarkan koordinasi, kendala utama Pemerintah Daerah saat ini adalah keterbatasan anggaran untuk pemenuhan sarana dan prasarana pemadam,” ujarnya

Baca Juga :  Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2023 Disetujui

Selain kendala efisiensi anggaran, kondisi iklim ekstrem berupa musim kemarau panjang tanpa curah hujan khususnya di kawasan perkotaan seperti Kuala Pembuang, dinilai kian meningkatkan potensi timbulnya titik api.

Guna mengatasi tantangan tersebut, DPRD Kabupaten Seruyan berkomitmen memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Seruyan. Salah satu langkah konkret yang didorong adalah memaksimalkan kolaborasi dan bantuan swadaya dari elemen masyarakat, organisasi, hingga kontribusi anggota DPRD.

“Ke depan kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Lembaga DPRD berusaha memaksimalkan dukungan, baik melalui bantuan swadaya masyarakat, organisasi, maupun peran aktif DPRD sendiri. Fokus utama kita adalah mencari solusi jangka panjang agar Karhutla, khususnya di Kabupaten Seruyan tidak terulang kembali,dan jadi PR dan  pembelajaran bagi kita untuk mengatasi masalah ini kedepannya,” pungkasnya.(yad/kpg)

Baca Juga :  Jadilah Duta Olahraga, Jaga Nama Baik, Bersikap Sportif, Semangat dan Raih Prestasi

KUALA PEMBUANG, PROKALTENG.CO — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan, menyoroti keterbatasan anggaran sarana dan prasarana (sarpras) pemadam yang masih menjadi hambatan utama dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Seruyan.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Seruyan, Harsandi, menyampaikan hal tersebut usai menghadiri Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Pejabat Struktural di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan Tahun 2026, di Aula BKAD, Senin (12/10/2026).

Harsandi menjelaskan, pihaknya bersama instansi terkait sejauh ini telah aktif turun ke lapangan untuk mengedukasi serta memberikan imbauan pencegahan hingga ke titik-titik rawan kebakaran. Namun, efektivitas penanggulangan di lapangan kerap terbentur keterbatasan anggaran operasional pemda setempat.

Electronic money exchangers listing

“Memang masalah kebakaran ini sudah berlangsung lama. Kami dari lembaga legislatif sudah turun langsung melakukan imbauan hingga ke titik lokasi. Berdasarkan koordinasi, kendala utama Pemerintah Daerah saat ini adalah keterbatasan anggaran untuk pemenuhan sarana dan prasarana pemadam,” ujarnya

Baca Juga :  Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2023 Disetujui

Selain kendala efisiensi anggaran, kondisi iklim ekstrem berupa musim kemarau panjang tanpa curah hujan khususnya di kawasan perkotaan seperti Kuala Pembuang, dinilai kian meningkatkan potensi timbulnya titik api.

Guna mengatasi tantangan tersebut, DPRD Kabupaten Seruyan berkomitmen memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Seruyan. Salah satu langkah konkret yang didorong adalah memaksimalkan kolaborasi dan bantuan swadaya dari elemen masyarakat, organisasi, hingga kontribusi anggota DPRD.

“Ke depan kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Lembaga DPRD berusaha memaksimalkan dukungan, baik melalui bantuan swadaya masyarakat, organisasi, maupun peran aktif DPRD sendiri. Fokus utama kita adalah mencari solusi jangka panjang agar Karhutla, khususnya di Kabupaten Seruyan tidak terulang kembali,dan jadi PR dan  pembelajaran bagi kita untuk mengatasi masalah ini kedepannya,” pungkasnya.(yad/kpg)

Baca Juga :  Jadilah Duta Olahraga, Jaga Nama Baik, Bersikap Sportif, Semangat dan Raih Prestasi

Terpopuler

Artikel Terbaru