PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Proyek pembangunan ruas jalan yang menghubungkan Kuala Pembuang dengan Pelabuhan Segintung di Kabupaten Seruyan akan terus berlanjut pada tahun 2026.

Anggota Komisi IV DPRD, Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng 2 yang mencakup Kotawaringin Timur (Kotim) dan Seruyan, Abdul Hafid , mengungkapkan, dana sebesar Rp7,5 miliar telah disiapkan dan saat ini sudah memasuki fase pelaksanaan,guna merealisasikan kelanjutan proyek tersebut.
“Anggarannya sebesar Rp7,5 miliar dan akan segera direalisasikan karena sudah dilelang,” jelas Abdul Hafid, setelah menggelar rapat kerja bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalteng beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, jajaran Komisi IV DPRD Kalteng telah turun langsung ke lapangan guna meninjau kondisi ruas jalan Kuala Pembuang-Pelabuhan Segintung.
Mantan Ketua Karang Taruna Kalteng ini menjelaskan bahwa peninjauan tersebut bertujuan untuk mengawal agar perbaikan jalan yang rusak tetap masuk dalam skala prioritas penanganan Pemprov.
Pasalnya, jalur tersebut memiliki peran yang sangat vital dalam mendukung urat nadi perekonomian, khususnya memperlancar distribusi logistik barang dari pelabuhan menuju area perkotaan.
“Jalan ini merupakan akses yang sangat penting bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas perekonomian dari pelabuhan menuju pusat kota,” ucapnya.
Di sela-sela kunjungan kerjanya, Hafid juga menyoroti manajemen material di lokasi proyek. Ia mengingatkan pihak kontraktor agar menata tumpukan bahan bangunan dengan baik supaya tidak memakan badan jalan yang berpotensi menghambat arus lalu lintas.
“Karena masyarakat ada yang mengeluhkan tumpukan material yang menutupi akses jalan. Kami minta itu menjadi perhatian kontraktor agar tidak mengganggu aktivitas warga,” tegasnya.
Lebih lanjut, politisi yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PAN Kotim ini menyadari bahwa alokasi dana Rp 7,5 miliar tersebut belum sepenuhnya menutupi total kebutuhan perbaikan jalan. Namun, mengingat status jalan tersebut adalah wewenang provinsi, maka proses pembangunannya akan terus dieksekusi secara berkesinambungan.
“Anggaran sebesar itu memang belum cukup untuk menyelesaikan seluruh kebutuhan di ruas jalan tersebut. Namun karena itu menjadi kewenangan pemerintah provinsi, penyelesaiannya akan dilakukan secara bertahap,” jelasnya.
Hafid sangat berharap pemerintah tetap menjadikan infrastruktur jalan menuju Pelabuhan Segintung sebagai perhatian utama. Kelancaran akses ini dinilai berbanding lurus dengan peningkatan roda ekonomi masyarakat setempat.
“Pelabuhannya sudah bagus, sarana dan prasarana di dalamnya juga memadai. Tinggal akses jalannya yang harus segera ditangani agar operasional pelabuhan bisa berjalan lebih optimal,” pungkasnya. (her)


