SAMPIT, PROKALTENG.CO – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperkuat edukasi literasi digital kepada peserta didik baru SMK Negeri 3 Sampit dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027, Selasa (14/7/2026).
Melalui kegiatan tersebut, para siswa dibekali pengetahuan dan keterampilan agar mampu menjadi generasi digital yang cerdas, kritis, serta bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi informasi di era digital yang terus berkembang.
Materi yang disampaikan mencakup etika bermedia digital, keamanan informasi, perlindungan data pribadi, cara mengenali dan menangkal hoaks, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana belajar, berkarya, dan membangun prestasi.
Selain itu. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga jejak digital, menghormati etika komunikasi di dunia maya, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman kejahatan siber yang kian marak.
Kepala Diskominfo Kotim Cok Orda Putra Legawa. Melalui Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) Diskominfo Kotim, Agus Pria Dany, mengatakan literasi digital menjadi bekal penting bagi pelajar, agar tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menyaring informasi dan memanfaatkan ruang digital secara positif.
“Generasi muda saat ini hidup berdampingan dengan teknologi digital. Karena itu mereka harus memiliki kemampuan untuk memilah informasi, menghindari penyebaran hoaks, menjaga data pribadi, serta menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan gawai, tetapi juga membangun karakter yang beretika di ruang digital,” ujarnya.
Agus menambahkan, keterlibatan Diskominfo dalam kegiatan MPLS merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dalam meningkatkan literasi digital masyarakat sejak usia sekolah.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan dunia pendidikan sangat penting untuk menciptakan lingkungan digital yang sehat sekaligus membentuk generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Melalui edukasi seperti ini kami berharap para pelajar mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat, dengan menghadirkan budaya bermedia digital yang aman, cerdas, produktif, dan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi antara Diskominfo Kotim dan SMKN 3 Sampit dalam menanamkan budaya digital yang sehat. Sehingga para peserta didik tidak hanya siap mengikuti proses pembelajaran, tetapi juga mampu menjadi warga digital yang bijaksana di tengah derasnya arus informasi.(bah/kpg)


