PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemadaman listrik berkepanjangan yang berulang di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) tak lagi sekadar mengganggu kenyamanan warga.
Kondisi tersebut mulai berdampak pada aktivitas ekonomi, termasuk pelaku UMKM dan sektor peternakan yang sangat bergantung pada pasokan listrik.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Bambang Irawan, menyatakan gangguan teknis pada mesin pembangkit memang sebuah kewajaran operasional.
Namun, sebagai penyelenggara layanan kelistrikan negara, PLN seharusnya memiliki langkah antisipasi terukur agar pasokan daya dapat segera dipulihkan tanpa mengorbankan pelanggan.
“Kerusakan itu memang mungkin saja terjadi. Tapi masa antisipasinya hanya dengan membiarkan pemadaman berlarut-larut seperti ini?” kritik Bambang, belum lama ini.
Menurutnya, rentetan keluhan masyarakat terkait dampak pemadaman sejatinya telah disuarakan sejak dua bulan terakhir.
Kondisi krisis daya ini dinilai sangat memukul para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tak terkecuali sektor usaha peternakan yang operasionalnya amat bergantung pada ketersediaan aliran listrik.
Bambang menilai, manajemen PLN mutlak harus menyiagakan peralatan cadangan serta merancang skema penanganan gangguan yang terstruktur. Dengan begitu, apabila sewaktu-waktu terjadi kerusakan fatal pada pembangkit, proses perbaikan maupun penggantian komponen dapat dieksekusi dengan sigap.
“Seharusnya mereka sudah mengantisipasi hal ini sejak jauh hari. Bahkan, ketersediaan boiler cadangan maupun peralatan penunjang teknis lainnya menurut saya sudah harus selalu disiagakan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, politisi PDI-P ini menegaskan bahwa listrik saat ini telah menjadi kebutuhan primer hajat hidup orang banyak.


