Evakuasi Korban KM Virgo 8 Masih Terkendala, Kondisi Kapal Belum Stabil Membahayakan Penyelam

Proses evakuasi korban KM Virgo Transport 8 masih menghadapi sejumlah kendala. Kondisi kapal yang belum stabil dan risiko lingkungan dalam kapal membuat tim penyelam harus sangat berhati-hati saat melakukan penetrasi ke beberapa kompartemen.

Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan, laporan dari On Scene Coordinator (OSC) penyelam menyebut kendala utama adalah perubahan kemiringan kapal yang masih terus terjadi.

“Masih terjadi perubahan derajat kemiringan pada kapal. Ini berpotensi tinggi bagi penyelam. Apabila stabilitasnya tiba-tiba berubah total, keselamatan penyelam pasti terancam,” ujar I Putu saat konferensi pers Minggu (28/9).

Selain perubahan kemiringan kapal, tim juga menemukan struktur kapal yang tidak stabil saat penetrasi hingga sekitar 15 meter ke dalam. Kondisi itu membuat tim penyelam tidak berani melanjutkan lebih jauh karena ada perubahan stabilitas di dalam kapal.

Baca Juga :  Ini Daftar 8 Korban Kecelakaan Helikopter PK-CFX yang Jatuh di Hutan Sanggau, Kalbar

Kendala lainnya adalah jarak pandang (visibility) yang sangat rendah. Sedimen atau lumpur mulai masuk ke kapal sehingga membatasi ruang gerak penyelam.

“Visibility-nya sangat rendah karena sedimen atau lumpur sudah mulai masuk ke dalam kapal. Ini membatasi ruang gerak tim penyelam,” katanya.

Risiko benda tajam dalam kapal juga menjadi perhatian. Dengan jarak pandang rendah, benda tajam bisa membahayakan penyelam dan berpotensi sebabkan cedera.

Electronic money exchangers listing

Selain itu, tim menghadapi bahaya bahan kimia dan tumpahan bahan bakar minyak dari kendaraan yang ada di kapal. Bahan bakar dari kendaraan mulai keluar dan menimbulkan risiko keselamatan penyelam.

“Di sana ada kendaraan, BBM-nya sudah mulai keluar. Ini yang membuat risiko keselamatan penyelam. Tim tidak berani melaksanakan penyelaman di area yang terkontaminasi bahan kimia tersebut,” jelas I Putu.

Baca Juga :  Alhamdulillah, Guru Honor Juga Terima Insentif Pekerja Upah di Bawah 5

Kendala terakhir berkaitan dengan kondisi gas di kedalaman sekitar 27 meter yang hampir mendekati batas aman. Situasi ini membuat durasi penyelaman tidak bisa dimaksimalkan.

Menurut Putu, meskipun penyelam menggunakan satu atau dua tabung, waktu penyelaman tetap terbatas dan paling lama hanya sekitar 20 menit karena kondisi gas tersebut.

“Ini adalah kendala-kendala sehingga tidak semua kompartemen bisa dimasuki karena alasan keselamatan,” ungkap dia.

Hingga hari ke-16 operasi pencarian korban KM Virgo Transport masih terus dilakukan. Dari 243 penumpang, 68 korban masih belum ditemukan.(jpc)

Proses evakuasi korban KM Virgo Transport 8 masih menghadapi sejumlah kendala. Kondisi kapal yang belum stabil dan risiko lingkungan dalam kapal membuat tim penyelam harus sangat berhati-hati saat melakukan penetrasi ke beberapa kompartemen.

Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan, laporan dari On Scene Coordinator (OSC) penyelam menyebut kendala utama adalah perubahan kemiringan kapal yang masih terus terjadi.

“Masih terjadi perubahan derajat kemiringan pada kapal. Ini berpotensi tinggi bagi penyelam. Apabila stabilitasnya tiba-tiba berubah total, keselamatan penyelam pasti terancam,” ujar I Putu saat konferensi pers Minggu (28/9).

Electronic money exchangers listing

Selain perubahan kemiringan kapal, tim juga menemukan struktur kapal yang tidak stabil saat penetrasi hingga sekitar 15 meter ke dalam. Kondisi itu membuat tim penyelam tidak berani melanjutkan lebih jauh karena ada perubahan stabilitas di dalam kapal.

Baca Juga :  Ini Daftar 8 Korban Kecelakaan Helikopter PK-CFX yang Jatuh di Hutan Sanggau, Kalbar

Kendala lainnya adalah jarak pandang (visibility) yang sangat rendah. Sedimen atau lumpur mulai masuk ke kapal sehingga membatasi ruang gerak penyelam.

“Visibility-nya sangat rendah karena sedimen atau lumpur sudah mulai masuk ke dalam kapal. Ini membatasi ruang gerak tim penyelam,” katanya.

Risiko benda tajam dalam kapal juga menjadi perhatian. Dengan jarak pandang rendah, benda tajam bisa membahayakan penyelam dan berpotensi sebabkan cedera.

Selain itu, tim menghadapi bahaya bahan kimia dan tumpahan bahan bakar minyak dari kendaraan yang ada di kapal. Bahan bakar dari kendaraan mulai keluar dan menimbulkan risiko keselamatan penyelam.

“Di sana ada kendaraan, BBM-nya sudah mulai keluar. Ini yang membuat risiko keselamatan penyelam. Tim tidak berani melaksanakan penyelaman di area yang terkontaminasi bahan kimia tersebut,” jelas I Putu.

Baca Juga :  Alhamdulillah, Guru Honor Juga Terima Insentif Pekerja Upah di Bawah 5

Kendala terakhir berkaitan dengan kondisi gas di kedalaman sekitar 27 meter yang hampir mendekati batas aman. Situasi ini membuat durasi penyelaman tidak bisa dimaksimalkan.

Menurut Putu, meskipun penyelam menggunakan satu atau dua tabung, waktu penyelaman tetap terbatas dan paling lama hanya sekitar 20 menit karena kondisi gas tersebut.

“Ini adalah kendala-kendala sehingga tidak semua kompartemen bisa dimasuki karena alasan keselamatan,” ungkap dia.

Hingga hari ke-16 operasi pencarian korban KM Virgo Transport masih terus dilakukan. Dari 243 penumpang, 68 korban masih belum ditemukan.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru