PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi, mendesak PT Pertamina segera mengambil langkah nyata.
Ia meminta Pertamina bertindak cepat untuk mengurai antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Palangka Raya. Junaidi meminta Pertamina tidak sekadar melontarkan retorika terkait kelangkaan ini. Ia mendesak agar pasokan BBM jenis Pertalite dan Pertamax segera ditambah hingga dua kali lipat.
“Langkah konkretnya sederhana saja, untuk satu hari ini tolong Pertamina tambah 100 persen atau dua kali lipat pengiriman ke SPBU supaya antrean ini terurai,” tegas Junaidi, Jumat (8/5).
Desakan ini menyusul terbitnya surat edaran dari Wali Kota Palangka Raya terkait pembatasan pembelian BBM. Berdasarkan hasil investigasi dan pantauannya secara langsung ke sejumlah SPBU, Junaidi menemukan fakta yang berbeda dari klaim ketersediaan stok. Ia menduga kuat kelangkaan ini bukan karena menipisnya stok di depo Pertamina, melainkan akibat pengurangan kuota distribusi ke SPBU.
“Temuan kita di lapangan, SPBU yang kebutuhan rata-ratanya 16 tangki per bulan, datangnya cuma 8 tangki,” bebernya.
Kekecewaan terhadap minimnya distribusi BBM ini membuat Junaidi menyatakan dukungannya jika ada elemen masyarakat yang ingin menyuarakan protes.
“Kalau ternyata ada demo dari mahasiswa, ojek online, atau elemen masyarakat lain, kita mendukung dan bersepakat. Artinya, Pertamina memang harus didemo,” tegasnya.
Lebih lanjut, Junaidi menekankan bahwa masyarakat tidak akan melakukan penimbunan jika tangki kendaraan mereka sudah terisi penuh. Menurutnya, BBM jenis Pertamax dan Pertalite umumnya murni digunakan untuk pemakaian pribadi dan sulit diselewengkan.
Jika masalah antrean ini terus berlarut-larut tanpa penanganan konkret, DPRD Kalteng berencana memanggil pihak Pertamina dan seluruh pengusaha SPBU di Palangka Raya.
“Kita akan panggil dan mengecek dalam RDP, apakah pengirimannya memang sesuai kebutuhan, atau kurang. Atau mungkin juga ada permainan lain,” pungkas Junaidi. (her)


