34.2 C
Jakarta
Monday, April 22, 2024

Soal Kasus Bullying di Palangka Raya, Dewan: Sekolah Jangan Anggap Remeh

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO-Adanya kasus bullying yang telah terjadi di salah satu sekolah ternama di Kota Palangka Raya beberapa waktu lalu, langsung mendapatkan sorotan oleh Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, M.Hasan Busyairi.

Dia menilai bahwa dari kejadian itu, jangan lantas dianggap remeh oleh para tenaga pendidik di sekolah tersebut. Sebab, fatal akibatnya jika dibiarkan secara berlarut-larut. Bahkan tidak menutup kemungkinan kejadian serupa akan terus terulang. Tidak hanya sampai di situ saja, bullying seperti halnya mengejek, mengucilkan, mengancam serta menyerang secara fisik maupun verbal, akan menjadi hal yang berdampak negatif bagi anak.

“Yang dibully pun tentunya terganggu psikologisnya, serta kemauan untuk belajar menurun, bahkan bisa tidak mau sekolah,”ucapnya, Jumat (24/3/2023) kemarin.

Baca Juga :  Ikuti Rapat Rancangan Awal RKPD, Ketua DPRD Kota Sampaikan Hal ini

Untuk itu, dirinya menegaskan, bahwa pihak sekolah harus bisa memberikan edukasi kepada anak didiknya. Terutama terhadap bahaya mengenai bullying. Selain itu, diperlukan upaya penanggulangan kasus tersebut, dilakukan dengan berbagai cara untuk membentuk karakter dari anak didiknya.

“Para guru-guru agar memberikan edukasi kepada anak didiknya, supaya kejadian tersebut tidak terulang kembali di dunia pendidikan,”tegasnya.

Dia menambahkan, bahwa penanggulangan anti bullying bisa dilakukan melalui beberapa pendekatan kepada anak-anak didik. Agar membentuk karakter dengan mengembangkan nilai dan sikap positif berupa kerjasama, menerapkan toleransi pada sesama, dan rasa empati.






Reporter: Marini

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO-Adanya kasus bullying yang telah terjadi di salah satu sekolah ternama di Kota Palangka Raya beberapa waktu lalu, langsung mendapatkan sorotan oleh Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, M.Hasan Busyairi.

Dia menilai bahwa dari kejadian itu, jangan lantas dianggap remeh oleh para tenaga pendidik di sekolah tersebut. Sebab, fatal akibatnya jika dibiarkan secara berlarut-larut. Bahkan tidak menutup kemungkinan kejadian serupa akan terus terulang. Tidak hanya sampai di situ saja, bullying seperti halnya mengejek, mengucilkan, mengancam serta menyerang secara fisik maupun verbal, akan menjadi hal yang berdampak negatif bagi anak.

“Yang dibully pun tentunya terganggu psikologisnya, serta kemauan untuk belajar menurun, bahkan bisa tidak mau sekolah,”ucapnya, Jumat (24/3/2023) kemarin.

Baca Juga :  Ikuti Rapat Rancangan Awal RKPD, Ketua DPRD Kota Sampaikan Hal ini

Untuk itu, dirinya menegaskan, bahwa pihak sekolah harus bisa memberikan edukasi kepada anak didiknya. Terutama terhadap bahaya mengenai bullying. Selain itu, diperlukan upaya penanggulangan kasus tersebut, dilakukan dengan berbagai cara untuk membentuk karakter dari anak didiknya.

“Para guru-guru agar memberikan edukasi kepada anak didiknya, supaya kejadian tersebut tidak terulang kembali di dunia pendidikan,”tegasnya.

Dia menambahkan, bahwa penanggulangan anti bullying bisa dilakukan melalui beberapa pendekatan kepada anak-anak didik. Agar membentuk karakter dengan mengembangkan nilai dan sikap positif berupa kerjasama, menerapkan toleransi pada sesama, dan rasa empati.






Reporter: Marini

Terpopuler

Artikel Terbaru