Hap : Tetap Waspada! Jangan Ambil Risiko, Sungai Tetap Miliki Potensi Bahaya Meskipun Airnya Surut

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Penyusutan debit air Sungai Kahayan di kawasan Pelabuhan Rambang, Kota Palangka Raya. Membuat sejumlah bagian tepian sungai mulai menampakkan daratan atau gosong. Kondisi tersebut justru dinilai perlu diwaspadai masyarakat.

Wakil Ketua II Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Hap Baperdu. Mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, tidak memanfaatkan munculnya daratan akibat air surut untuk bermain maupun berenang di kawasan Sungai Kahayan.

Menurut Hap, kondisi sungai saat air surut tidak serta-merta membuat kawasan tersebut aman. Kedalaman air dapat berbeda-beda, sementara kondisi dasar sungai dan arus masih berpotensi membahayakan.

“Jangan karena air sedang surut kemudian dianggap aman untuk berenang. Kita tidak tahu kondisi kedalaman dan dasar sungai di setiap titik. Keselamatan harus menjadi yang utama,” ujar Hap Baperdu pada Jumat (14/8/2026).

Baca Juga :  DPRD Palangka Raya Minta Pelatihan Relawan Damkar Digelar Berkelanjutan

Ia mengatakan, masyarakat perlu belajar dari kejadian tenggelamnya seorang anak di kawasan Pelabuhan Rambang pada Minggu (9/8/2026). Korban dilaporkan tenggelam saat bermain dan berenang bersama sejumlah rekannya.

Setelah dilakukan pencarian oleh Tim SAR Gabungan, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (10/8/2026).

“Ini harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai karena melihat ada gosong atau bagian sungai yang terlihat dangkal, anak-anak kemudian merasa tertarik untuk berenang,” katanya.

Electronic money exchangers listing

Hap juga mengapresiasi langkah Satpol PP Kota Palangka Raya yang memasang papan imbauan larangan berenang di kawasan tersebut. Menurutnya, imbauan dan pengawasan perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama pada saat debit Sungai Kahayan mengalami penyurutan.

Baca Juga :  Momentum HUT Kota Palangka Raya, Pemko Diminta Fokus Tangani Covid-19

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut meminta para orang tua turut meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di sekitar tepian sungai.

“Peran orang tua sangat penting. Kalau anak-anak bermain di sekitar sungai, harus diawasi. Lebih baik mencegah daripada kita kembali kehilangan anak akibat kecelakaan di sungai,” tegasnya.

Hap berharap masyarakat dapat mematuhi imbauan yang telah dipasang dan tidak menjadikan kawasan sungai sebagai tempat berenang, meskipun kondisi air terlihat lebih dangkal.

“Jangan ambil risiko. Sungai tetap memiliki potensi bahaya meskipun airnya sedang surut,” pungkasnya. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Penyusutan debit air Sungai Kahayan di kawasan Pelabuhan Rambang, Kota Palangka Raya. Membuat sejumlah bagian tepian sungai mulai menampakkan daratan atau gosong. Kondisi tersebut justru dinilai perlu diwaspadai masyarakat.

Wakil Ketua II Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Hap Baperdu. Mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, tidak memanfaatkan munculnya daratan akibat air surut untuk bermain maupun berenang di kawasan Sungai Kahayan.

Menurut Hap, kondisi sungai saat air surut tidak serta-merta membuat kawasan tersebut aman. Kedalaman air dapat berbeda-beda, sementara kondisi dasar sungai dan arus masih berpotensi membahayakan.

Electronic money exchangers listing

“Jangan karena air sedang surut kemudian dianggap aman untuk berenang. Kita tidak tahu kondisi kedalaman dan dasar sungai di setiap titik. Keselamatan harus menjadi yang utama,” ujar Hap Baperdu pada Jumat (14/8/2026).

Baca Juga :  DPRD Palangka Raya Minta Pelatihan Relawan Damkar Digelar Berkelanjutan

Ia mengatakan, masyarakat perlu belajar dari kejadian tenggelamnya seorang anak di kawasan Pelabuhan Rambang pada Minggu (9/8/2026). Korban dilaporkan tenggelam saat bermain dan berenang bersama sejumlah rekannya.

Setelah dilakukan pencarian oleh Tim SAR Gabungan, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (10/8/2026).

“Ini harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai karena melihat ada gosong atau bagian sungai yang terlihat dangkal, anak-anak kemudian merasa tertarik untuk berenang,” katanya.

Hap juga mengapresiasi langkah Satpol PP Kota Palangka Raya yang memasang papan imbauan larangan berenang di kawasan tersebut. Menurutnya, imbauan dan pengawasan perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama pada saat debit Sungai Kahayan mengalami penyurutan.

Baca Juga :  Momentum HUT Kota Palangka Raya, Pemko Diminta Fokus Tangani Covid-19

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut meminta para orang tua turut meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di sekitar tepian sungai.

“Peran orang tua sangat penting. Kalau anak-anak bermain di sekitar sungai, harus diawasi. Lebih baik mencegah daripada kita kembali kehilangan anak akibat kecelakaan di sungai,” tegasnya.

Hap berharap masyarakat dapat mematuhi imbauan yang telah dipasang dan tidak menjadikan kawasan sungai sebagai tempat berenang, meskipun kondisi air terlihat lebih dangkal.

“Jangan ambil risiko. Sungai tetap memiliki potensi bahaya meskipun airnya sedang surut,” pungkasnya. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru