Partisipasi Seluruh Elemen Dibutuhkan untuk Mengedukasi Masyarakat Dalam Pencegahan Karhutla

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wakil Ketua II DPRD Kota Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung. Mendorong keterlibatan aktif tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama hingga ketua RT dan RW dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Palangka Raya.

Menurut Nenie, pencegahan karhutla tidak dapat dilakukan pemerintah semata, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat melalui edukasi dan pengawasan di lingkungan masing-masing.

“Peran tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama hingga RT dan RW sangat penting untuk mengedukasi warga terkait larangan membakar lahan,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Ia mengatakan. Masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan kawasan rawan kebakaran sehingga memiliki peran strategis dalam melakukan pencegahan sejak dini.

Baca Juga :  Sigit Widodo Apresiasi Perjuangan Atlet Kalteng di PON XXI 2024

Karena itu. Melalui forum lingkungan dan komunitas, masyarakat diharapkan aktif menyampaikan imbauan serta meningkatkan kepedulian terhadap potensi kebakaran lahan saat memasuki musim kemarau.

Nenie juga mengingatkan bahwa musim kemarau tahun 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang. Sehingga seluruh pihak perlu meningkatkan kewaspadaan guna menekan potensi karhutla.

“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan sekitar kita sendiri. Kalau semua bergerak bersama, risiko karhutla bisa ditekan,” katanya.

Electronic money exchangers listing

Ia berharap. Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan terus meningkat. Sehingga Kota Palangka Raya dapat terhindar dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wakil Ketua II DPRD Kota Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung. Mendorong keterlibatan aktif tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama hingga ketua RT dan RW dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Palangka Raya.

Menurut Nenie, pencegahan karhutla tidak dapat dilakukan pemerintah semata, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat melalui edukasi dan pengawasan di lingkungan masing-masing.

“Peran tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama hingga RT dan RW sangat penting untuk mengedukasi warga terkait larangan membakar lahan,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Electronic money exchangers listing

Ia mengatakan. Masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan kawasan rawan kebakaran sehingga memiliki peran strategis dalam melakukan pencegahan sejak dini.

Baca Juga :  Sigit Widodo Apresiasi Perjuangan Atlet Kalteng di PON XXI 2024

Karena itu. Melalui forum lingkungan dan komunitas, masyarakat diharapkan aktif menyampaikan imbauan serta meningkatkan kepedulian terhadap potensi kebakaran lahan saat memasuki musim kemarau.

Nenie juga mengingatkan bahwa musim kemarau tahun 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang. Sehingga seluruh pihak perlu meningkatkan kewaspadaan guna menekan potensi karhutla.

“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan sekitar kita sendiri. Kalau semua bergerak bersama, risiko karhutla bisa ditekan,” katanya.

Ia berharap. Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan terus meningkat. Sehingga Kota Palangka Raya dapat terhindar dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru