Waspada Karhutla, DPRD Palangka Raya Ajak Masyarakat dan Pemerintah Tingkatkan Kesiapsiagaan

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Memasuki musim kemarau dengan intensitas hujan yang mulai berkurang, masyarakat dan pemerintah diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya dan wilayah sekitarnya.

Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi. Menegaskan bahwa kondisi cuaca yang semakin kering harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, pencegahan karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat.

“Musim kemarau sudah mulai terasa dan hujan juga mulai berkurang. Ini menjadi sinyal bagi kita semua untuk lebih waspada terhadap potensi karhutla,” ujarnya pada Jumat (10/7/2026).

Syaufwan mengimbau masyarakat, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau asap mencurigakan di lingkungan sekitar.

Baca Juga :  DPRD dan Tim Anggaran Pemko Mulai Bahas Penyusunan APBD 2021 dan Pemul

“Kesadaran masyarakat sangat penting. Jangan sampai kelalaian kecil memicu kebakaran besar yang merugikan banyak pihak,” katanya.

Selain itu, ia meminta pemerintah daerah melalui instansi terkait, seperti BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, dan aparat kewilayahan, untuk memperkuat langkah antisipasi sejak dini. Upaya tersebut meliputi patroli rutin, sosialisasi bahaya karhutla, kesiapan peralatan pemadaman, hingga koordinasi cepat saat terjadi kebakaran.

“Pemerintah harus memastikan seluruh personel dan sarana prasarana siap menghadapi potensi karhutla. Pencegahan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Electronic money exchangers listing

Syaufwan juga menyoroti dampak karhutla yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat akibat kabut asap, mengganggu aktivitas ekonomi, pendidikan, dan transportasi.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan selama musim kemarau berlangsung.

Baca Juga :  Jadikan Peringatan Nuzulul Quran Momen Refleksi Menjalankan Tugas dengan Kejujuran dan Integritas

“Karhutla adalah ancaman bersama. Dengan kewaspadaan, kepedulian, dan kerja sama antara masyarakat dan pemerintah, kita bisa mencegah kebakaran sebelum meluas,” pungkasnya. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Memasuki musim kemarau dengan intensitas hujan yang mulai berkurang, masyarakat dan pemerintah diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya dan wilayah sekitarnya.

Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi. Menegaskan bahwa kondisi cuaca yang semakin kering harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, pencegahan karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat.

“Musim kemarau sudah mulai terasa dan hujan juga mulai berkurang. Ini menjadi sinyal bagi kita semua untuk lebih waspada terhadap potensi karhutla,” ujarnya pada Jumat (10/7/2026).

Electronic money exchangers listing

Syaufwan mengimbau masyarakat, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau asap mencurigakan di lingkungan sekitar.

Baca Juga :  DPRD dan Tim Anggaran Pemko Mulai Bahas Penyusunan APBD 2021 dan Pemul

“Kesadaran masyarakat sangat penting. Jangan sampai kelalaian kecil memicu kebakaran besar yang merugikan banyak pihak,” katanya.

Selain itu, ia meminta pemerintah daerah melalui instansi terkait, seperti BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, dan aparat kewilayahan, untuk memperkuat langkah antisipasi sejak dini. Upaya tersebut meliputi patroli rutin, sosialisasi bahaya karhutla, kesiapan peralatan pemadaman, hingga koordinasi cepat saat terjadi kebakaran.

“Pemerintah harus memastikan seluruh personel dan sarana prasarana siap menghadapi potensi karhutla. Pencegahan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Syaufwan juga menyoroti dampak karhutla yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat akibat kabut asap, mengganggu aktivitas ekonomi, pendidikan, dan transportasi.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan selama musim kemarau berlangsung.

Baca Juga :  Jadikan Peringatan Nuzulul Quran Momen Refleksi Menjalankan Tugas dengan Kejujuran dan Integritas

“Karhutla adalah ancaman bersama. Dengan kewaspadaan, kepedulian, dan kerja sama antara masyarakat dan pemerintah, kita bisa mencegah kebakaran sebelum meluas,” pungkasnya. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru