Warga Diimbau Waspada Karhutla dan Cuaca Ekstrem

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Mulainya musim kemarau di sebagian wilayah Kalimantan Tengah mendapat perhatian dari Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi.

Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Serta perubahan cuaca yang masih dapat terjadi pada masa peralihan musim.

Hasan mengatakan. Meskipun Kota Palangka Raya berdasarkan data BMKG masih berada dalam periode musim hujan, masyarakat tetap perlu mengantisipasi dampak cuaca yang cenderung tidak menentu selama masa pancaroba.

“Memang Palangka Raya saat ini masih masuk kategori musim hujan, tetapi kita tidak boleh lengah. Perubahan cuaca yang cepat bisa terjadi, dan masyarakat perlu selalu memperhatikan informasi resmi dari BMKG,” ujarnya pada Rabu (10/6/2026).

Baca Juga :  Apresiasi Keberadaan Korpri, Subandi : Mari Kita Bersama Dukung Pemko Semakin Maju

Menurut Hasan. Pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa memasuki musim kemarau, ancaman karhutla menjadi salah satu persoalan yang harus diantisipasi sejak dini. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan dalam bentuk apa pun.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pencegahan harus dilakukan sejak awal agar tidak terjadi karhutla yang berdampak luas terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat,” katanya.

Politikus Partai Golkar itu juga meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait mulai memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung secara bertahap di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

Electronic money exchangers listing

Selain potensi karhutla. Hasan juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang masih berpotensi terjadi selama masa transisi musim. Kondisi tersebut dapat memicu genangan, pohon tumbang, maupun gangguan aktivitas masyarakat.

Baca Juga :  Program Cetak Sawah di Palangka Raya Diharapkan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

“Jangan karena ada informasi sebagian wilayah sudah masuk kemarau lalu menganggap hujan tidak akan turun lagi. Justru pada masa peralihan musim ini cuaca sering berubah-ubah dan perlu diwaspadai,” tuturnya.

Ia berharap masyarakat dapat berperan aktif menjaga lingkungan dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api maupun kejadian yang berpotensi menimbulkan bencana.

“Kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga risiko bencana, baik karhutla maupun dampak cuaca ekstrem, dapat diminimalkan,” pungkasnya. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Mulainya musim kemarau di sebagian wilayah Kalimantan Tengah mendapat perhatian dari Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi.

Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Serta perubahan cuaca yang masih dapat terjadi pada masa peralihan musim.

Hasan mengatakan. Meskipun Kota Palangka Raya berdasarkan data BMKG masih berada dalam periode musim hujan, masyarakat tetap perlu mengantisipasi dampak cuaca yang cenderung tidak menentu selama masa pancaroba.

Electronic money exchangers listing

“Memang Palangka Raya saat ini masih masuk kategori musim hujan, tetapi kita tidak boleh lengah. Perubahan cuaca yang cepat bisa terjadi, dan masyarakat perlu selalu memperhatikan informasi resmi dari BMKG,” ujarnya pada Rabu (10/6/2026).

Baca Juga :  Apresiasi Keberadaan Korpri, Subandi : Mari Kita Bersama Dukung Pemko Semakin Maju

Menurut Hasan. Pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa memasuki musim kemarau, ancaman karhutla menjadi salah satu persoalan yang harus diantisipasi sejak dini. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan dalam bentuk apa pun.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pencegahan harus dilakukan sejak awal agar tidak terjadi karhutla yang berdampak luas terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat,” katanya.

Politikus Partai Golkar itu juga meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait mulai memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung secara bertahap di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

Selain potensi karhutla. Hasan juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang masih berpotensi terjadi selama masa transisi musim. Kondisi tersebut dapat memicu genangan, pohon tumbang, maupun gangguan aktivitas masyarakat.

Baca Juga :  Program Cetak Sawah di Palangka Raya Diharapkan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

“Jangan karena ada informasi sebagian wilayah sudah masuk kemarau lalu menganggap hujan tidak akan turun lagi. Justru pada masa peralihan musim ini cuaca sering berubah-ubah dan perlu diwaspadai,” tuturnya.

Ia berharap masyarakat dapat berperan aktif menjaga lingkungan dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api maupun kejadian yang berpotensi menimbulkan bencana.

“Kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga risiko bencana, baik karhutla maupun dampak cuaca ekstrem, dapat diminimalkan,” pungkasnya. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru