PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Komisi III DPRD Kota Palangka Raya menemukan sejumlah kerusakan fasilitas saat meninjau SDN 2 Petuk Ketimpun dan SDN 1 Pahandut Seberang.
Temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bersama pemerintah daerah guna mendorong perbaikan sarana pendidikan.
Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap penyelenggaraan pendidikan di daerah.
“Kemarin kami melakukan kunjungan dalam daerah. Komisi III memang rutin berkeliling ke sekolah-sekolah untuk melihat langsung kondisi guru, siswa, serta sarana dan prasarana pendidikan yang ada,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).
Dari hasil peninjauan di SDN 2 Petuk Ketimpun, pihak sekolah menyampaikan sejumlah kebutuhan yang masih memerlukan perhatian.
Beberapa di antaranya berkaitan dengan kondisi fasilitas MCK yang membutuhkan perbaikan, termasuk plafon yang sudah berlubang dan keramik lantai yang mengalami kerusakan.
Selain itu, Komisi III juga mencatat adanya kerusakan pada bagian plafon koridor ruang kelas yang perlu mendapatkan penanganan agar kondisi bangunan tetap layak digunakan.
Rana mengatakan seluruh temuan dan masukan dari pihak sekolah akan menjadi bahan pembahasan Komisi III bersama pemerintah daerah.
Menurutnya, kunjungan lapangan menjadi cara untuk memperoleh gambaran nyata mengenai kebutuhan setiap sekolah.
“Temuan-temuan ini menjadi catatan penting bagi kami. Fasilitas sekolah harus mendapatkan perhatian karena berkaitan dengan kenyamanan dan keamanan peserta didik dalam menjalani proses belajar,” katanya.
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Komisi III DPRD Kota Palangka Raya menemukan sejumlah kerusakan fasilitas saat meninjau SDN 2 Petuk Ketimpun dan SDN 1 Pahandut Seberang.
Temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bersama pemerintah daerah guna mendorong perbaikan sarana pendidikan.
Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap penyelenggaraan pendidikan di daerah.
“Kemarin kami melakukan kunjungan dalam daerah. Komisi III memang rutin berkeliling ke sekolah-sekolah untuk melihat langsung kondisi guru, siswa, serta sarana dan prasarana pendidikan yang ada,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).
Dari hasil peninjauan di SDN 2 Petuk Ketimpun, pihak sekolah menyampaikan sejumlah kebutuhan yang masih memerlukan perhatian.
Beberapa di antaranya berkaitan dengan kondisi fasilitas MCK yang membutuhkan perbaikan, termasuk plafon yang sudah berlubang dan keramik lantai yang mengalami kerusakan.
Selain itu, Komisi III juga mencatat adanya kerusakan pada bagian plafon koridor ruang kelas yang perlu mendapatkan penanganan agar kondisi bangunan tetap layak digunakan.
Rana mengatakan seluruh temuan dan masukan dari pihak sekolah akan menjadi bahan pembahasan Komisi III bersama pemerintah daerah.
Menurutnya, kunjungan lapangan menjadi cara untuk memperoleh gambaran nyata mengenai kebutuhan setiap sekolah.
“Temuan-temuan ini menjadi catatan penting bagi kami. Fasilitas sekolah harus mendapatkan perhatian karena berkaitan dengan kenyamanan dan keamanan peserta didik dalam menjalani proses belajar,” katanya.