27.9 C
Jakarta
Monday, June 24, 2024
spot_img

Sopir Truk harus Utamakan Kesalamatan Diri dan Pengendara Lainnya

SAMPIT, PROKALTENG.CO- Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Handoyo J Wibowo dengan tegas meminta agar seluruh sopir truk atau jasa angkutan berat maupun angkutan CPO wajib tertib berlalu lintas. Bahkan harus mengutamakan keselamatan diri sendiri dan juga pengendara lainnya di jalan.

“Kami sering sekali menemui tindakan pengendara truk CPO yang ugal-ugalan di jalan raya. Bahkan tidak melihat dan memikirkan keselamatan para pengguna jalan lainnya. Dalam hal ini kami berharap agar pemeriksaan urine para sopir yang membawa truk CPO ini dilakukan,” kata Handoyo, Senin (30/8).

Dia menjelaskan, persoalan angkutan truk CPO dan lainnya ini memang harus jadi perhatian serius semua pihak. Sebab aksi ugal-ugalan di jalan umum dinilai sangat tidak dibenarkan karena rawan menyebabkan terjadinya kecelakaan seperti truk CPO yang menabrak jembatan gorong-gorong hingga truk itu terpental masuk selokan.

Baca Juga :  Di Wilayah Selatan Harus Ada SPBU untuk Para Nelayan

Selain itu, muatan CPO juga tumpah di Jalan HM Arsyad, beberapa hari lalu. “Kami mendorong agar para pengusaha angkutan yang harus berperan aktif dengan mengimbau para sopir angkutannya untuk berhati-hati dalam memacu kendaraannya, Terutama untuk angkutan truk hingga angkutan CPO milik perusahaan perkebunan. Karena yang dilintasi adalah jalan umum, bukan jalan khusus dan banyak pengguna jalan lainnya,” tegas Handoyo.

Menurut dia, jalan Jenderal Sudirman, HM Arsyad dan Jalan Tjilik Riwut yang sering dilintasi kendaraan alat berat sudah seharusnya dilakukan pengawasan. Karena pihaknya sudah sering menerima laporan warga yang merasa tidak nyaman dan resah akibat aksi para sopir truk, khususnya CPO yang kerap ugal-ugalan tanpa memperhatikan keselamatan pengendara lainnya.

Baca Juga :  DAK Selalu Menjadi Silpa Setiap Tahun Anggaran

“Tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Kotim saat ini sudah seharusnya diperhatikan pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan terhadap para pengemudi angkutan berat. Kita memaklumi mereka biasanya mengejar target angkutan, tetapi jangan seenaknya menggunakan jalan umum, sehingga tidak memperhatikan lagi keselamatan pengguna jalan yang lain,” ucap Handoyo.

Politikus Partai Demokrat ini juga mendorong agar daerah ini dalam menghadapi investasi harus memiliki jalan khusus. Jalan itu nantinya memang difokuskan untuk angkutan khusus dunia usaha seperti perkebunan, tambang dan lainnya.Sementara untuk jalan umum akan dipergunakan lebih nyaman dan aman, karena wacana jalan khusus ini memang sangat memungkinkan, karena angka pertumbuhan jumlah kendaraan hingga jumlah angkutan dunia usaha terus mengalami peningkatan.

SAMPIT, PROKALTENG.CO- Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Handoyo J Wibowo dengan tegas meminta agar seluruh sopir truk atau jasa angkutan berat maupun angkutan CPO wajib tertib berlalu lintas. Bahkan harus mengutamakan keselamatan diri sendiri dan juga pengendara lainnya di jalan.

“Kami sering sekali menemui tindakan pengendara truk CPO yang ugal-ugalan di jalan raya. Bahkan tidak melihat dan memikirkan keselamatan para pengguna jalan lainnya. Dalam hal ini kami berharap agar pemeriksaan urine para sopir yang membawa truk CPO ini dilakukan,” kata Handoyo, Senin (30/8).

Dia menjelaskan, persoalan angkutan truk CPO dan lainnya ini memang harus jadi perhatian serius semua pihak. Sebab aksi ugal-ugalan di jalan umum dinilai sangat tidak dibenarkan karena rawan menyebabkan terjadinya kecelakaan seperti truk CPO yang menabrak jembatan gorong-gorong hingga truk itu terpental masuk selokan.

Baca Juga :  Di Wilayah Selatan Harus Ada SPBU untuk Para Nelayan

Selain itu, muatan CPO juga tumpah di Jalan HM Arsyad, beberapa hari lalu. “Kami mendorong agar para pengusaha angkutan yang harus berperan aktif dengan mengimbau para sopir angkutannya untuk berhati-hati dalam memacu kendaraannya, Terutama untuk angkutan truk hingga angkutan CPO milik perusahaan perkebunan. Karena yang dilintasi adalah jalan umum, bukan jalan khusus dan banyak pengguna jalan lainnya,” tegas Handoyo.

Menurut dia, jalan Jenderal Sudirman, HM Arsyad dan Jalan Tjilik Riwut yang sering dilintasi kendaraan alat berat sudah seharusnya dilakukan pengawasan. Karena pihaknya sudah sering menerima laporan warga yang merasa tidak nyaman dan resah akibat aksi para sopir truk, khususnya CPO yang kerap ugal-ugalan tanpa memperhatikan keselamatan pengendara lainnya.

Baca Juga :  DAK Selalu Menjadi Silpa Setiap Tahun Anggaran

“Tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Kotim saat ini sudah seharusnya diperhatikan pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan terhadap para pengemudi angkutan berat. Kita memaklumi mereka biasanya mengejar target angkutan, tetapi jangan seenaknya menggunakan jalan umum, sehingga tidak memperhatikan lagi keselamatan pengguna jalan yang lain,” ucap Handoyo.

Politikus Partai Demokrat ini juga mendorong agar daerah ini dalam menghadapi investasi harus memiliki jalan khusus. Jalan itu nantinya memang difokuskan untuk angkutan khusus dunia usaha seperti perkebunan, tambang dan lainnya.Sementara untuk jalan umum akan dipergunakan lebih nyaman dan aman, karena wacana jalan khusus ini memang sangat memungkinkan, karena angka pertumbuhan jumlah kendaraan hingga jumlah angkutan dunia usaha terus mengalami peningkatan.

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru