alexametrics
32.6 C
Palangkaraya
Friday, August 12, 2022

H Bunyamin: Waspadai Ancaman DBD

SAMPIT,KALTENGPOS.COMasih
tingginya
curah
hujan di Kabupaten
Kotawaringin
Timur (Kotim)
tentunya
akan berpotensi menimbulkan
masalah
kesehatan.
Masyarakat
diminta untuk
waspada
ancaman penyakit
demam
berdarah dengue
(DBD).

Anggota Komisi III DPRD
Kabupaten Kotim H
Bunyamin
mengatakan bahwa
selain
bersikap
waspada
diharapkan
semua
pihak
dapat
bersamasama
melakukan bentuk
upaya
pencegahan
di
lapangan,
karena
setiap
tahunnya
kasus
DBD terjadi
di
Kabupaten
Kotim.

 

“Kondisi saat ini
juga dapat
kita
jadikan sebagai kesiapsiagaan
oleh
semua pihak
baik
itu pemerintah maupun
masyarakat,
kami juha berharap
agar
instansi terkait
juga
harus pro aktif bahkan
kapan
perlu turun ke lapangan
dalam
upaya pencegahan
DBD
dan jangan sampai
baru
bergerak ketika ada laporan
masyarakat
yang terkena
DBD,”
ujarnya, Selasa (27/10).

Baca Juga :  DPRD Dorong Tertibkan Pengemis dan Pengamen

 

Bunyamin juga mengimbau, selain
ketersediaan obatobatan

juga menjadi penting dalam
rangka kesiapsiagaan
pencegahan
DBD serta mempersiapkan
sarana
dan prasarana
fasilitas
penunjang lainnya.
Deteksi
dini juga wajib
dijalankan
agar mencegah
kondisi
yang tidak diinginkan,
selain
itu juga harus diterapkan
bagi
penyakit lainnya apapun
musimnya,
endemik serta
pencegahan
juga pengobatan
sudah
harus diketahui.

 

“Upaya pencegahan dapat dilakukan
dengan melakukan
sosialisasi
ke masyarakat
tentang
bahaya DBD dan juga
diharapkan
kepada masyarakat
agar
selalu menjaga kebersihan

Lingkungan masing-masing khususnya
di
musim
hujan seperti
sekarang ini,”
ucapnya.

 

Politisi Partai Amanat
Nasional
(PAN)
juga
mengatakan lokasi
yang cukup
rawan
terdampak
DBD karena
sanitasi
yang
kurang baik, misalnya
tumpukan
sampah yang menyumbat
parit
sangat berpotensi
sebagai
sarang nyamuk,
maka
dari itu kepedulian masyarakat
juga
diharapakan,
untuk
mencegah munculnya
demam
berdarah di Kabupaten
Kotim.

Baca Juga :  Sepakat Produk Unggulan Dituangkan Dalam Produk Hukum

 

“Peran masyarakat juga
penting
terutama
untuk melakukan
langkah
pencegahan agar
tidak
terkena penyakit DBD
seperti
membersihkan lingkungan
masing-masing
dan
membuang
sampah pada
tempatnya,
kemudian mengubur
kaleng-kaleng
bekas,
sehingga
tidak menampung
air
yang akan menjadi sarang

nyamuk aedes aegypti,”
tutupnya.

SAMPIT,KALTENGPOS.COMasih
tingginya
curah
hujan di Kabupaten
Kotawaringin
Timur (Kotim)
tentunya
akan berpotensi menimbulkan
masalah
kesehatan.
Masyarakat
diminta untuk
waspada
ancaman penyakit
demam
berdarah dengue
(DBD).

Anggota Komisi III DPRD
Kabupaten Kotim H
Bunyamin
mengatakan bahwa
selain
bersikap
waspada
diharapkan
semua
pihak
dapat
bersamasama
melakukan bentuk
upaya
pencegahan
di
lapangan,
karena
setiap
tahunnya
kasus
DBD terjadi
di
Kabupaten
Kotim.

 

“Kondisi saat ini
juga dapat
kita
jadikan sebagai kesiapsiagaan
oleh
semua pihak
baik
itu pemerintah maupun
masyarakat,
kami juha berharap
agar
instansi terkait
juga
harus pro aktif bahkan
kapan
perlu turun ke lapangan
dalam
upaya pencegahan
DBD
dan jangan sampai
baru
bergerak ketika ada laporan
masyarakat
yang terkena
DBD,”
ujarnya, Selasa (27/10).

Baca Juga :  Sudah Ada Kesepakatan, Ternyata Jalan Tanah Mas Belum Ada Perbaikan

 

Bunyamin juga mengimbau, selain
ketersediaan obatobatan

juga menjadi penting dalam
rangka kesiapsiagaan
pencegahan
DBD serta mempersiapkan
sarana
dan prasarana
fasilitas
penunjang lainnya.
Deteksi
dini juga wajib
dijalankan
agar mencegah
kondisi
yang tidak diinginkan,
selain
itu juga harus diterapkan
bagi
penyakit lainnya apapun
musimnya,
endemik serta
pencegahan
juga pengobatan
sudah
harus diketahui.

 

“Upaya pencegahan dapat dilakukan
dengan melakukan
sosialisasi
ke masyarakat
tentang
bahaya DBD dan juga
diharapkan
kepada masyarakat
agar
selalu menjaga kebersihan

Lingkungan masing-masing khususnya
di
musim
hujan seperti
sekarang ini,”
ucapnya.

 

Politisi Partai Amanat
Nasional
(PAN)
juga
mengatakan lokasi
yang cukup
rawan
terdampak
DBD karena
sanitasi
yang
kurang baik, misalnya
tumpukan
sampah yang menyumbat
parit
sangat berpotensi
sebagai
sarang nyamuk,
maka
dari itu kepedulian masyarakat
juga
diharapakan,
untuk
mencegah munculnya
demam
berdarah di Kabupaten
Kotim.

Baca Juga :  Dewan Perlu Awasi Pendistribusian Pupuk Subsidi

 

“Peran masyarakat juga
penting
terutama
untuk melakukan
langkah
pencegahan agar
tidak
terkena penyakit DBD
seperti
membersihkan lingkungan
masing-masing
dan
membuang
sampah pada
tempatnya,
kemudian mengubur
kaleng-kaleng
bekas,
sehingga
tidak menampung
air
yang akan menjadi sarang

nyamuk aedes aegypti,”
tutupnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/