31 C
Palangkaraya
Monday, November 28, 2022

Dewan Minta Segera Fungsikan Pasar Rakyat Mentaya

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta segera untuk memfungsikan Pasar Rakyat Mentaya yang berada di Jalan Achmad Yani Sampit agar membawa manfaat dan tidak mubazir,

Pasar tersebut dibangun pemerintah pusat dengan menghabiskan dana APBN sekitar Rp5,6 miliar dan selesai pada tahun 2017 lalu hingga saat ini belum difungsikan.

“Kami minta pemerintah Kabupaten Kotim segera memfungsikan pasar itu, padahal sudah sejak lama pemerintah berjanji akan segera memfungsikan pasar itu tapi hingga sekarang belum terealisasi. Sayang kalau dibiarkan mubazir seperti saat ini,” kata Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kotim Hj.Darmawati, Jumat (18/11).

Menurutnya pasar tersebut diperuntukkan bagi penjualan ikan dan daging, tetapi dinilai tidak tepat karena lokasinya ditengah kota, sehingga pemerintah daerah akan mengubahnya menjadi pusat penjualan untuk para Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) yang ada di Kabupaten Kotim.

Baca Juga :  Antisipasi Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Sampit

“Kami juga sangat mendukung kalau pasar tersebut dijadikan pusat bagi UMKM karena lokasinya sangat strategis, kami juga mengharapkan pasar itu nantinya akan membawa dampak positif yang sangat besar bagi pelaku UMKM, sekaligus akan menjadi tempat wisata belanja oleh-oleh bagi para wisatawan yang datang ke Kabupaten Kotim ini,” ujar Darmawati.

Politisi Partai Golkar ini juga mengatakan dengan mengalihkan fungsi Pasar Rakyat Mentaya menjadi untuk pusat penjualan produk kering, salah satunya produk UMKM hal ini untuk membangkitkan perekonomian masyakat didaerah ini, karena saat pendemi Covid-19 melanda UMKM di daerah ini sangat terpuruk .

“Kami mendorong dinas terkait bagaimanapun caranya agar gedung dengan anggaran besar itu dapat dipergunakan pada tahun 2023 nanti, karena sudah bertahun-tahun tidak manfaatkan, dengan dijadikan pusat UMKM, itu juga dapat membangkitkan para UMKM di daerah kita ini” ujarnya (bah)

Baca Juga :  Jangan Sampai Ada Diskriminasi Pelayanan Kesehatan

 

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta segera untuk memfungsikan Pasar Rakyat Mentaya yang berada di Jalan Achmad Yani Sampit agar membawa manfaat dan tidak mubazir,

Pasar tersebut dibangun pemerintah pusat dengan menghabiskan dana APBN sekitar Rp5,6 miliar dan selesai pada tahun 2017 lalu hingga saat ini belum difungsikan.

“Kami minta pemerintah Kabupaten Kotim segera memfungsikan pasar itu, padahal sudah sejak lama pemerintah berjanji akan segera memfungsikan pasar itu tapi hingga sekarang belum terealisasi. Sayang kalau dibiarkan mubazir seperti saat ini,” kata Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kotim Hj.Darmawati, Jumat (18/11).

Menurutnya pasar tersebut diperuntukkan bagi penjualan ikan dan daging, tetapi dinilai tidak tepat karena lokasinya ditengah kota, sehingga pemerintah daerah akan mengubahnya menjadi pusat penjualan untuk para Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) yang ada di Kabupaten Kotim.

Baca Juga :  DPRD Kotim Ikuti Bimtek Penyusunan RKPD dan APBD Tahun 2021

“Kami juga sangat mendukung kalau pasar tersebut dijadikan pusat bagi UMKM karena lokasinya sangat strategis, kami juga mengharapkan pasar itu nantinya akan membawa dampak positif yang sangat besar bagi pelaku UMKM, sekaligus akan menjadi tempat wisata belanja oleh-oleh bagi para wisatawan yang datang ke Kabupaten Kotim ini,” ujar Darmawati.

Politisi Partai Golkar ini juga mengatakan dengan mengalihkan fungsi Pasar Rakyat Mentaya menjadi untuk pusat penjualan produk kering, salah satunya produk UMKM hal ini untuk membangkitkan perekonomian masyakat didaerah ini, karena saat pendemi Covid-19 melanda UMKM di daerah ini sangat terpuruk .

“Kami mendorong dinas terkait bagaimanapun caranya agar gedung dengan anggaran besar itu dapat dipergunakan pada tahun 2023 nanti, karena sudah bertahun-tahun tidak manfaatkan, dengan dijadikan pusat UMKM, itu juga dapat membangkitkan para UMKM di daerah kita ini” ujarnya (bah)

Baca Juga :  Capaian Kinerja dan Pendapatan Masih Rendah

 

Most Read

Artikel Terbaru

/