alexametrics
23.1 C
Palangkaraya
Wednesday, August 17, 2022

Satgas Karhutla Diharapkan Tidak Lengah

SAMPIT,KALTENGPOS.CO-Beberapa
hari ini mulai terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di
sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Ini merupakan ancaman bagi keberlangsungan kehidupan
masyarakat di daerah ini, apalagi masa pandemi Covid-19 belum berakhir,
ditambah lagi munculnya musim pancaroba maka ini akan berdampak terhadap
ekonomi dan juga kesehatan masyarakat.

 

“Tentu saja ini akan menjadi pekerjaan yang
berat, di

mana kita ketahui selain masa
pandemi masih melanda, ditambah lagi kondisi cuaca saat ini cukup rawan,
apalagi kebakaran lahan telah terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Kotim ini
akan samakin mempersulit masyarakat . Oleh sebab itu  kejadian dua titik hotspot yang terjadi di
Desa Tanah Putih dan Kandan, harusnya menjadi warning atau peringatan untuk
pemerintah daerah dalam menyiagakan Satgas Karhutla, baik di tingkat kabupaten
sampai ke kelurahan dan desa,” ujar Anggota Komisi III DPRD Kotim, Riskon
Fabiansyah
, Kamis (8/10).

Baca Juga :  Soal Kebijakan Parkir Gratis, Begini Kata Dewan

 

Saat ini
Kabupaten Kotim sedang dihadapkan pada tiga masalah
. Yaitu pandemi Covid-19 yang masih terjadi, musibah
banjir secara bergantian di sejumlah
kecamatan
dan kini kebakaran lahan yang mulai terjadi
. Hal
ini menambah beban masyarakat maupun pemerintah daerah. Tetapi dirinya
menyarankan agar situasi seperti ini segala sesuatu yang telah terencana dan
sistematis segera dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi masalah tersebut.

“Kami tekankan masalah yang terjadi saat ini
sama-sama harus ditangani dengan baik dan maksimal karena sama-sama menyangkut
keselamatan dan dampaknya terhadap perekonomian masyarakat, Jangan sampai di
antaranya ada yang terabaikan karena dampaknya juga
akan menimbulkan masalah besar, Pemerintah daerah saat ini dituntut bekerja
keras untuk menanggulangi ketiga masalah krusial tersebut, dan masyarakat juga
perlu ambil andil dalam masalah ini,”
tegasnya.

Baca Juga :  Pantau dan Periksa Hewan Kurban yang Dijual Masyarakat

 

Politisi Partai Golkar ini juga menjabarkan, tantangan berat tidak hanya dalam hal terbatasnya
anggaran dan juga sarana dan prasarananya, tetapi juga masih rendahnya
kesadaran masyarakat, khususnya dalam menerapkan protokol kesehatan untuk
membantu mencegah penularan Covid-19.

 

“Kami tetap mengingatkan agar pemerintah
bertanggung jawab dan harus melakukan upaya-upaya nyata di lapangan untuk
mencegah dan menanggulangi ketiga masalah tersebut. Terkait ancaman kebakaran
lahan, berdasarkan pemetaan potensi rawan bencana oleh pemerintah daerah, ada
72 desa rawan di Kabupaten Kotim, hal ini menjadi panduan tim Satgas Karhutla
agar selalu waspada dan berupaya maksimal melakukan penaggulangannya,”
ungkapnya.

SAMPIT,KALTENGPOS.CO-Beberapa
hari ini mulai terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di
sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Ini merupakan ancaman bagi keberlangsungan kehidupan
masyarakat di daerah ini, apalagi masa pandemi Covid-19 belum berakhir,
ditambah lagi munculnya musim pancaroba maka ini akan berdampak terhadap
ekonomi dan juga kesehatan masyarakat.

 

“Tentu saja ini akan menjadi pekerjaan yang
berat, di

mana kita ketahui selain masa
pandemi masih melanda, ditambah lagi kondisi cuaca saat ini cukup rawan,
apalagi kebakaran lahan telah terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Kotim ini
akan samakin mempersulit masyarakat . Oleh sebab itu  kejadian dua titik hotspot yang terjadi di
Desa Tanah Putih dan Kandan, harusnya menjadi warning atau peringatan untuk
pemerintah daerah dalam menyiagakan Satgas Karhutla, baik di tingkat kabupaten
sampai ke kelurahan dan desa,” ujar Anggota Komisi III DPRD Kotim, Riskon
Fabiansyah
, Kamis (8/10).

Baca Juga :  Harga Banyak Perbedaan, Diduga Dijadikan Ajang Bisnis

 

Saat ini
Kabupaten Kotim sedang dihadapkan pada tiga masalah
. Yaitu pandemi Covid-19 yang masih terjadi, musibah
banjir secara bergantian di sejumlah
kecamatan
dan kini kebakaran lahan yang mulai terjadi
. Hal
ini menambah beban masyarakat maupun pemerintah daerah. Tetapi dirinya
menyarankan agar situasi seperti ini segala sesuatu yang telah terencana dan
sistematis segera dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi masalah tersebut.

“Kami tekankan masalah yang terjadi saat ini
sama-sama harus ditangani dengan baik dan maksimal karena sama-sama menyangkut
keselamatan dan dampaknya terhadap perekonomian masyarakat, Jangan sampai di
antaranya ada yang terabaikan karena dampaknya juga
akan menimbulkan masalah besar, Pemerintah daerah saat ini dituntut bekerja
keras untuk menanggulangi ketiga masalah krusial tersebut, dan masyarakat juga
perlu ambil andil dalam masalah ini,”
tegasnya.

Baca Juga :  Soal Perbaikan Jalan Poros, Masyarakat Ingin Janji Diwujudkan

 

Politisi Partai Golkar ini juga menjabarkan, tantangan berat tidak hanya dalam hal terbatasnya
anggaran dan juga sarana dan prasarananya, tetapi juga masih rendahnya
kesadaran masyarakat, khususnya dalam menerapkan protokol kesehatan untuk
membantu mencegah penularan Covid-19.

 

“Kami tetap mengingatkan agar pemerintah
bertanggung jawab dan harus melakukan upaya-upaya nyata di lapangan untuk
mencegah dan menanggulangi ketiga masalah tersebut. Terkait ancaman kebakaran
lahan, berdasarkan pemetaan potensi rawan bencana oleh pemerintah daerah, ada
72 desa rawan di Kabupaten Kotim, hal ini menjadi panduan tim Satgas Karhutla
agar selalu waspada dan berupaya maksimal melakukan penaggulangannya,”
ungkapnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/