28.6 C
Jakarta
Monday, July 22, 2024
spot_img

Calon Kades dan Tim Pendukung Harus Bersikap Dewasa Dalam Berdemokrasi

KASONGAN, PROKALTENG.CO – Memasuki masa kampanye pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2023 di Kabupaten Katingan. Seluruh calon Kepala Desa maupun tim nya diingatkan untuk menghindari adanya politik identitas di Pilkades. Hal ini ditegaskan Anggota DPRD Kabupaten Katingan, Rudi Hartono.

Selama masa kampanye tegas politisi Partai Golkar ini, seluruh calon Kepala Desa bisa memanfaatkannya untuk menyampaikan visi dan misi untuk membangun desa. “Jangan sampai di masa kampanye, justru memunculkan hal-hal yang sifatnya berbau SARA atau hal yang lain untuk memojokan kandidat yang lain demi mendapatkan simpati masyarakat. Sebab ini berdampak bagi masyarakat,” tegas pria asal Tumbang Samba yang juga pernah menekuni profesi sebagai wartawan di Kabupaten Katingan, Selasa (10/10/2023)

Baca Juga :  Kadinkes Harus Memberikan Teguran Petugas PKM Kasongan II

Masing-masing calon Kepala Desa (Kades) dan tim pendukung harus bersikap dewasa dalam berdemokrasi. Sebab tujuan akhir dari demokrasi ini, untuk membangun desa itu sendiri.

“Semua memiliki tujuan yang sama. Ingin membangun desa. Oleh sebab itu hargai calon yang lain. Biarkan masyarakat kita yang menentukan pilihannya sesuai dengan hati nurani. Jangan sampai kita menciptakan gejolak ditengah masyarakat kita untuk mencapai keinginan kita. Hormati apa yang menjadi keinginan masyarakat. Apapun hasilnya. Dalam demokrasi Pilkades pasti ada yang kalah, ada yang menang. Kita berani maju, harus siap apapun resikonya. Terutama harus siap jika kita kalah dalam kompetisi Pilkades,” tandasnya.(eri/kpg/ind)

KASONGAN, PROKALTENG.CO – Memasuki masa kampanye pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2023 di Kabupaten Katingan. Seluruh calon Kepala Desa maupun tim nya diingatkan untuk menghindari adanya politik identitas di Pilkades. Hal ini ditegaskan Anggota DPRD Kabupaten Katingan, Rudi Hartono.

Selama masa kampanye tegas politisi Partai Golkar ini, seluruh calon Kepala Desa bisa memanfaatkannya untuk menyampaikan visi dan misi untuk membangun desa. “Jangan sampai di masa kampanye, justru memunculkan hal-hal yang sifatnya berbau SARA atau hal yang lain untuk memojokan kandidat yang lain demi mendapatkan simpati masyarakat. Sebab ini berdampak bagi masyarakat,” tegas pria asal Tumbang Samba yang juga pernah menekuni profesi sebagai wartawan di Kabupaten Katingan, Selasa (10/10/2023)

Baca Juga :  Kadinkes Harus Memberikan Teguran Petugas PKM Kasongan II

Masing-masing calon Kepala Desa (Kades) dan tim pendukung harus bersikap dewasa dalam berdemokrasi. Sebab tujuan akhir dari demokrasi ini, untuk membangun desa itu sendiri.

“Semua memiliki tujuan yang sama. Ingin membangun desa. Oleh sebab itu hargai calon yang lain. Biarkan masyarakat kita yang menentukan pilihannya sesuai dengan hati nurani. Jangan sampai kita menciptakan gejolak ditengah masyarakat kita untuk mencapai keinginan kita. Hormati apa yang menjadi keinginan masyarakat. Apapun hasilnya. Dalam demokrasi Pilkades pasti ada yang kalah, ada yang menang. Kita berani maju, harus siap apapun resikonya. Terutama harus siap jika kita kalah dalam kompetisi Pilkades,” tandasnya.(eri/kpg/ind)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru