KUALA KAPUAS, PROKALTENG.CO – Anggota DPRD Kabupaten Kapuas Rahmad Jainudin, ST menyambut positif pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kabupaten Kapuas di Desa Talekong Punei, Kecamatan Kapuas Murung.
Menurut Rahmad, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat desa menjadi kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama di bangku pendidikan. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“DPRD tentu mendukung pelaksanaan KKN ini. Kehadiran mahasiswa di desa merupakan bagian dari kontribusi dunia pendidikan terhadap pembangunan daerah. Semangat dan gagasan baru dari mahasiswa diharapkan dapat memberi warna positif bagi masyarakat,” ujar Rahmad, Kamis (13/8/2026).
Politisi Partai Golkar itu berharap mahasiswa tidak hanya menjalankan program yang telah disusun, tetapi juga mampu berbaur dengan masyarakat selama berada di Desa Talekong Punei.
Ia menilai, mahasiswa perlu mendengarkan dan memahami kebutuhan warga karena persoalan yang dihadapi setiap desa cukup beragam. Pendidikan, kebersihan lingkungan hingga akses layanan dasar masih membutuhkan perhatian.
“Selama menjalankan KKN, mahasiswa diharapkan dapat beradaptasi dengan warga, memahami kondisi yang ada, kemudian ikut memberikan solusi sesuai kemampuan, baik pada bidang sosial, pendidikan maupun ekonomi,” ungkapnya.
Rahmad menilai pengetahuan serta energi muda yang dimiliki mahasiswa dapat menjadi pendorong munculnya berbagai kegiatan positif di tengah masyarakat. Namun, proses tersebut tetap perlu dilakukan dengan pendekatan sederhana serta menghargai kondisi setempat.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menjaga etika selama melaksanakan pengabdian. Sikap terbuka, menghormati kebiasaan masyarakat dan menerima masukan dari warga menjadi hal penting untuk mendukung kelancaran program KKN.
Rahmad berharap keberadaan mahasiswa tidak hanya memberikan manfaat selama pelaksanaan KKN, tetapi juga meninggalkan dampak positif yang dapat dirasakan masyarakat setelah mereka kembali ke kampus.
“Harapannya, ada hasil yang bisa ditinggalkan dari pelaksanaan KKN ini. Pengetahuan dapat dibagikan, kegiatan bisa berjalan dan manfaatnya tetap dirasakan masyarakat meski mahasiswa sudah kembali ke kampus,” tegasnya. (tim)


