DPRD Gunung Mas Dorong Pasar Rakyat Dioptimalkan demi Gerakkan Ekonomi dan Dongkrak PAD

KUALA KURUN, PROKALTENG.CO – DPRD Kabupaten Gunung Mas mendorong pemerintah kecamatan mengoptimalkan pemanfaatan bangunan pasar rakyat yang telah dibangun di sejumlah wilayah. Langkah tersebut dinilai penting untuk menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan aset daerah yang lebih maksimal.

Ketua DPRD Gunung Mas, Binartha, mengatakan saat ini terdapat sekitar 10 bangunan pasar rakyat yang tersebar di berbagai desa dan kecamatan. Seluruh bangunan tersebut telah diserahkan kepada pemerintah kecamatan untuk dikelola sejak 2021.

“Kami berharap pasar rakyat yang sudah dibangun dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Jika dikelola dengan baik, keberadaannya tentu akan berdampak pada peningkatan PAD Kabupaten Gunung Mas,” ujarnya belum lama ini.

Baca Juga :  Legislator Gunung Mas Tekankan Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan

Politisi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan (Dapil) II yang meliputi lima kecamatan itu menjelaskan, sebagian besar pasar rakyat dibangun sejak 2015 menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat. Karena itu, pengelolaan dan pemeliharaan pasar harus menjadi perhatian agar aset yang telah dibangun tidak terbengkalai.

“Jangan sampai bangunan yang sudah menghabiskan anggaran besar justru tidak dimanfaatkan. Pasar-pasar tersebut harus diaktifkan kembali sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Binartha juga meminta pemerintah kecamatan lebih aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar minat berjualan di pasar rakyat meningkat. Menurutnya, kemudahan bagi pelaku usaha juga perlu diberikan, salah satunya melalui kebijakan tarif sewa yang ringan pada tahap awal pengoperasian pasar.

Baca Juga :  DPRD Gumas Soroti Pengelolaan Dana Desa, Imbau Kades Hindari Korupsi

“Kalau ada masyarakat yang ingin memanfaatkan kios, berikan kesempatan seluas-luasnya. Bahkan bila perlu, berikan keringanan atau diskon biaya sewa terlebih dahulu. Setelah aktivitas pasar mulai ramai, barulah dilakukan penyesuaian sesuai kesepakatan,” katanya.

Electronic money exchangers listing

Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gunung Mas mengungkapkan hingga kini belum ada satu pun pasar rakyat yang telah disewakan kepada masyarakat.

Pasar-pasar tersebut berada di Kecamatan Sepang, Mihing Raya, Manuhing Raya, Kurun, Rungan, Tewah, Kahayan Hulu Utara (Kahut), Miri Manasa, dan Damang Batu. Seluruhnya telah diserahkan kepada pemerintah kecamatan sejak 2021 untuk dikelola.

Disperindag berharap pemerintah kecamatan dapat mengoptimalkan pemanfaatan pasar rakyat sehingga keberadaannya benar-benar berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat. (tim)

KUALA KURUN, PROKALTENG.CO – DPRD Kabupaten Gunung Mas mendorong pemerintah kecamatan mengoptimalkan pemanfaatan bangunan pasar rakyat yang telah dibangun di sejumlah wilayah. Langkah tersebut dinilai penting untuk menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan aset daerah yang lebih maksimal.

Ketua DPRD Gunung Mas, Binartha, mengatakan saat ini terdapat sekitar 10 bangunan pasar rakyat yang tersebar di berbagai desa dan kecamatan. Seluruh bangunan tersebut telah diserahkan kepada pemerintah kecamatan untuk dikelola sejak 2021.

“Kami berharap pasar rakyat yang sudah dibangun dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Jika dikelola dengan baik, keberadaannya tentu akan berdampak pada peningkatan PAD Kabupaten Gunung Mas,” ujarnya belum lama ini.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Legislator Gunung Mas Tekankan Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan

Politisi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan (Dapil) II yang meliputi lima kecamatan itu menjelaskan, sebagian besar pasar rakyat dibangun sejak 2015 menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat. Karena itu, pengelolaan dan pemeliharaan pasar harus menjadi perhatian agar aset yang telah dibangun tidak terbengkalai.

“Jangan sampai bangunan yang sudah menghabiskan anggaran besar justru tidak dimanfaatkan. Pasar-pasar tersebut harus diaktifkan kembali sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Binartha juga meminta pemerintah kecamatan lebih aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar minat berjualan di pasar rakyat meningkat. Menurutnya, kemudahan bagi pelaku usaha juga perlu diberikan, salah satunya melalui kebijakan tarif sewa yang ringan pada tahap awal pengoperasian pasar.

Baca Juga :  DPRD Gumas Soroti Pengelolaan Dana Desa, Imbau Kades Hindari Korupsi

“Kalau ada masyarakat yang ingin memanfaatkan kios, berikan kesempatan seluas-luasnya. Bahkan bila perlu, berikan keringanan atau diskon biaya sewa terlebih dahulu. Setelah aktivitas pasar mulai ramai, barulah dilakukan penyesuaian sesuai kesepakatan,” katanya.

Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gunung Mas mengungkapkan hingga kini belum ada satu pun pasar rakyat yang telah disewakan kepada masyarakat.

Pasar-pasar tersebut berada di Kecamatan Sepang, Mihing Raya, Manuhing Raya, Kurun, Rungan, Tewah, Kahayan Hulu Utara (Kahut), Miri Manasa, dan Damang Batu. Seluruhnya telah diserahkan kepada pemerintah kecamatan sejak 2021 untuk dikelola.

Disperindag berharap pemerintah kecamatan dapat mengoptimalkan pemanfaatan pasar rakyat sehingga keberadaannya benar-benar berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat. (tim)

Terpopuler

Artikel Terbaru