PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin melantik dan mengambil sumpah janji 12 pejabat pada sejumlah posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, Rabu (16/9/2026) malam.
Pengisian jabatan tersebut dilakukan melalui mekanisme manajemen talenta yang mempertimbangkan kompetensi, potensi, dan capaian kinerja aparatur sipil negara (ASN).
Di balik pelantikan tersebut, Fairid menegaskan satu syarat yang menjadi acuannya, yakni pejabat yang dilantik harus masuk dalam box 9 berdasarkan pemetaan talenta.
“Yang dilantik ini memang pantas. Mereka ada di box sembilan, baik itu secara potensi dan kinerja,” kata Fairid usai pelantikan di Aula Hapakat Jaya, Kantor Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya.
Fairid mengatakan penempatan pejabat bukan sekadar untuk mengisi jabatan kosong, tetapi memastikan kesesuaian antara pejabat dan posisi yang diemban.
“Penempatan ini bukan sekadar mengisi jabatan kosong, tetapi memastikan orang yang tepat berada pada posisi yang tepat,” ujarnya.
Beberapa pejabat yang dilantik antara lain Fauzi Rahman sebagai Kepala BKPSDM, Fachrial Anchar sebagai Kepala Dinas PUPR, Hadi Suwandoyo sebagai Kepala Dinas Perhubungan, Dody Irawan sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Muhammad Alfath sebagai Kepala Bapperida.
Selain itu, Syaifullah dipercaya sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan SDM, M. Setiadi sebagai Kepala Dinas Perpustakaan, Untung Sutrisno sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Uria Ninu Napulangit sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Yunalis sebagai Kepala Dinas Sosial, Mardian Ardi sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, serta Budi yang bertugas di BPBD Kota Palangka Raya.
“Prosesnya memang memerlukan waktu karena harus disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan hasil pemetaan talenta yang ada,” jelas Fairid.
Ia bahkan menegaskan bahwa pejabat yang belum berada di box 9 tidak akan dilantik.
“Selagi belum ada di box 9, saya tidak akan melantik. Karena artinya dia belum pantas untuk dilantik,” tegasnya.
Menurut Fairid, penerapan manajemen talenta akan terus digunakan dalam pengisian berbagai jabatan yang masih kosong, termasuk pada level eselon III, camat hingga lurah.
“Pemetaan ini penting agar ASN yang mendapat amanah benar-benar memiliki kesiapan dan kapasitas sesuai kebutuhan organisasi,” ucapnya.
Fairid juga menekankan para pejabat yang baru dilantik harus mampu meningkatkan kinerja, mempercepat pelayanan publik, serta menjawab berbagai tantangan pembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.
“Bukan ego sektoral. Tapi ini atas nama Pemerintah Kota Palangka Raya, satu tim kerja. Teamwork berarti satu mindset, satu data,” katanya.
Ia mengingatkan pentingnya membangun kolaborasi antarlembaga agar seluruh perangkat daerah dapat bergerak dengan tujuan yang sama dan menghasilkan pelayanan yang lebih efektif kepada masyarakat.
“Pemimpin harus inovatif, inklusif dan berintegritas. Berani membuat terobosan, mampu merangkul tim, serta menjaga nama baik instansi,” pesannya.
Di tengah tantangan fiskal yang terus berkembang, pemerintah kota juga mendorong pemanfaatan teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan efektivitas birokrasi sekaligus memastikan penggunaan anggaran lebih efisien dan tepat sasaran.
“Jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Karena itu, saya berharap pejabat yang dilantik dapat menghadirkan perubahan positif dan mempercepat pencapaian target pembangunan daerah,” tutup Fairid. (adr)


