PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Sosial Kota Palangka Raya bergerak cepat menangani korban kebakaran Komplek Pasar Besar dengan menyalurkan bantuan darurat kepada 13 kepala keluarga (KK) terdampak. Selain bantuan sembako, pemerintah juga mengoperasikan dapur umum dan menyiapkan tempat penampungan sementara bagi para penyintas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan berdasarkan pendataan sementara terdapat 13 KK terdampak. Kebakaran menghanguskan tujuh unit rumah, termasuk satu barak.
“Berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat 13 kepala keluarga yang terdampak. Rumah yang terbakar berjumlah tujuh unit, termasuk satu barak,” kata Riduan, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, selain melakukan pendataan, pihaknya langsung menyalurkan paket sembako kepada seluruh keluarga terdampak sebagai langkah penanganan awal pascakebakaran.
Dinas Sosial juga mengaktifkan dapur umum melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para korban.
“Kami juga menyiapkan kebutuhan konsumsi melalui dapur umum Tagana. Makanan siap saji disediakan untuk sekitar 50 jiwa sebanyak tiga kali sehari selama tiga hari,” ujarnya.
Untuk tempat tinggal sementara, Pemko Palangka Raya memanfaatkan sebuah gereja di sekitar lokasi sebagai posko pengungsian. Selain itu, tenda darurat juga didirikan guna menambah kapasitas tempat berlindung bagi warga yang kehilangan rumah.
Riduan menjelaskan, proses pendataan dan verifikasi masih terus dilakukan sebagai dasar penyaluran bantuan lanjutan sesuai ketentuan dalam Peraturan Wali Kota tentang bantuan bagi korban rumah terbakar.
“Kami masih melakukan pengecekan dan verifikasi data di lapangan agar bantuan lanjutan dapat disalurkan secara tepat sasaran sesuai ketentuan yang diatur dalam Peraturan Wali Kota mengenai bantuan bagi korban rumah terbakar,” jelasnya.
Dia menegaskan verifikasi dilakukan secara cermat agar seluruh korban yang memenuhi persyaratan dapat menerima haknya.
“Kami berupaya memastikan seluruh korban yang memenuhi syarat memperoleh haknya, sehingga proses verifikasi dilakukan secara cermat dan sesuai aturan,” lanjut Riduan.
Di sisi lain, Dinas Sosial mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat. Berdasarkan informasi awal petugas, kebakaran diduga dipicu arus pendek listrik.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati menggunakan instalasi listrik serta rutin memeriksa kondisi jaringan di rumah masing-masing agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” pungkasnya. (adr)


