PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak langsung pada terganggunya operasional Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Senin (7/9/2026). Sedikitnya delapan penerbangan rute Palangka Raya–Jakarta (PP) terpaksa dibatalkan akibat sebaran abu vulkanik di jalur udara.
General Manager (GM) Angkasa Pura Bandara Tjilik Riwut, I Made Dermawan, menyatakan bahwa keputusan pembatalan ini merupakan langkah mitigasi wajib untuk menjamin keamanan penerbangan.
“Abu vulkanik sangat membahayakan operasional pesawat, sehingga aspek keselamatan tentu menjadi prioritas utama kami,” ujar I Made dalam keterangannya.
Berdasarkan data operasional, delapan penerbangan yang berstatus batal (cancel) tersebut terdiri atas empat jadwal keberangkatan dan empat jadwal kedatangan. Penerbangan keberangkatan yang dibatalkan meliputi Garuda Indonesia GA 551, Batik Air ID 6201, Super Air Jet IU 651, dan Citilink QG 453. Sementara untuk kedatangan, penerbangan terdampak adalah Garuda Indonesia GA 550, Batik Air ID 6200, Super Air Jet IU 650, dan Citilink QG 452.
I Made menjelaskan, pihaknya saat ini masih memantau pergerakan sebaran abu vulkanik secara ketat. Ia menyebut pergerakan abu di udara sangat dinamis karena dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi atmosfer dan arah angin.
“Oleh karena itu, kami bersama seluruh maskapai dan stakeholder terkait terus melakukan koordinasi dan pemantauan intensif terhadap perkembangan situasi,” tambahnya.
Pihak otoritas bandara juga mengimbau seluruh pengguna jasa penerbangan untuk tidak panik menyikapi penundaan operasional ini. Para penumpang yang jadwalnya terdampak diarahkan untuk segera menghubungi layanan pelanggan dari maskapai masing-masing guna mendapat kejelasan.
“Penumpang silakan berkoordinasi langsung dengan maskapai terkait proses refund, reschedule, maupun service recovery sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (her)


