Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Hadir untuk Melayani, Melindungi dan Memberdayakan Pekerja

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – BPJS Ketenagakerjaan memperkuat komitmen untuk melayani, melindungi, dan memberdayakan pekerja melalui momentum Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026. Di Palangka Raya, komitmen tersebut diwujudkan dengan memberikan dukungan kepada 150 mitra ojek online (ojol) dan petugas pemadam kebakaran (damkar) yang tetap beraktivitas dan melayani masyarakat di tengah kondisi udara terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Bagi BPJS Ketenagakerjaan, kesejahteraan pekerja dan keluarganya menjadi tujuan utama dari setiap perlindungan yang diberikan. Kehadiran BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya ditujukan saat pekerja menghadapi risiko, tetapi juga dalam membantu mereka bangkit dan melanjutkan kehidupan.

Semangat tersebut menjadi bagian dari peringatan Harpelnas 2026. Momentum ini tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi menjadi kesempatan bagi seluruh jajaran BPJS Ketenagakerjaan untuk semakin mendekatkan diri kepada peserta, mendengarkan kebutuhan mereka, serta memastikan pelayanan, perlindungan, dan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan dapat dirasakan secara nyata.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan, jaminan sosial ketenagakerjaan memiliki peranan penting dalam menjaga keberlanjutan kehidupan pekerja dan keluarganya ketika menghadapi berbagai risiko, mulai dari kecelakaan kerja, kehilangan pekerjaan, memasuki hari tua, hingga meninggal dunia.

“Bagi kami, peserta bukan sekadar penerima manfaat. Mereka adalah bagian penting dari perjalanan BPJS Ketenagakerjaan. Karena itu, melalui momentum Harpelnas ini kami ingin memastikan bahwa kehadiran kami semakin dekat, pelayanan semakin mudah dan responsif, perlindungan semakin luas, serta manfaat yang diberikan mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan pekerja dan keluarganya,” ujar Saiful.

Semangat tersebut turut diwujudkan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palangka Raya melalui rangkaian kegiatan Harpelnas yang menyentuh langsung para pekerja di lapangan.

Dukungan diberikan kepada 150 mitra ojol dan petugas damkar di Kota Palangka Raya yang tetap menjalankan aktivitas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi udara yang terdampak Karhutla.

Electronic money exchangers listing

Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian BPJS Ketenagakerjaan terhadap pekerja yang tetap menjalankan tugas dan aktivitas di tengah kondisi lingkungan yang penuh tantangan. Para mitra ojol memiliki mobilitas tinggi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, sementara petugas damkar berada di garis depan dalam penanganan kebakaran dan berbagai kondisi darurat di wilayah Palangka Raya.

Baca Juga :  Setiap Jumat Tanpa BBM, PLN UIP3B Kalimantan Dorong Gaya Hidup Hemat Energi

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Palangka Raya Satriyo Adi Sasongko mengatakan, dukungan tersebut merupakan salah satu bentuk nyata komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk hadir lebih dekat dengan pekerja, khususnya mereka yang tetap bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam kondisi yang tidak mudah.

“Momentum Hari Pelanggan Nasional menjadi kesempatan bagi kami untuk menunjukkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan hadir tidak hanya ketika pekerja membutuhkan manfaat jaminan sosial, tetapi juga untuk memberikan perhatian dan dukungan kepada mereka dalam menjalankan aktivitas pekerjaannya. Terlebih di tengah kondisi Karhutla dan dampak kabut asap yang dirasakan masyarakat, kami ingin memberikan dukungan kepada para pekerja yang tetap menjalankan tugasnya,” ujar Satriyo.

Menurut Satriyo, mitra ojol dan petugas damkar merupakan bagian dari pekerja yang memiliki peran penting dalam menjaga aktivitas dan pelayanan masyarakat. Karena itu, perhatian terhadap aspek keselamatan, kenyamanan, dan perlindungan pekerja menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menciptakan ekosistem kerja yang aman dan berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi para mitra ojol dan petugas damkar yang tetap menjalankan aktivitasnya untuk melayani masyarakat. Dukungan kepada 150 pekerja ini merupakan wujud kepedulian kami sekaligus pengingat bahwa di balik setiap aktivitas pelayanan kepada masyarakat, terdapat pekerja yang juga membutuhkan perlindungan,” tambah Satriyo.

Bagi BPJS Ketenagakerjaan, kehadiran kepada pekerja tidak berhenti ketika manfaat jaminan sosial telah diberikan. Ada kehidupan yang harus dilanjutkan dan keluarga yang perlu kembali berdiri setelah melewati masa sulit.

Hal tersebut sejalan dengan semangat Value Beyond Protection yang terus didorong BPJS Ketenagakerjaan. Melalui prinsip Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan (3M), BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan pekerja memperoleh pelayanan terbaik, semakin banyak pekerja mendapatkan perlindungan jaminan sosial, serta peserta dan keluarganya memiliki kesempatan untuk kembali berdaya setelah menghadapi risiko.

Salah satu implementasinya dilakukan melalui program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA). Program ini menjadi bagian dari upaya BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan nilai lebih kepada penerima manfaat melalui pelatihan, pendampingan, dan pengembangan kapasitas agar mereka dapat kembali produktif dan mandiri.

Semangat pemberdayaan tersebut menunjukkan bahwa manfaat jaminan sosial tidak hanya berhenti pada pemberian santunan atau manfaat ketika risiko terjadi, tetapi dapat menjadi pijakan bagi pekerja dan keluarganya untuk kembali membangun kehidupan.

Baca Juga :  Karhutla Kalteng Meningkat, Palangka Raya Catat Kasus Terbanyak

“Kami ingin Value Beyond Protection benar-benar dirasakan oleh peserta. Perlindungan adalah fondasinya, tetapi setelah itu kami ingin peserta dan keluarganya dapat kembali bangkit, produktif, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” jelas Saiful.

Lebih lanjut, Saiful menyampaikan bahwa upaya memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan membutuhkan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan. Hal ini mengingat masih terdapat pekerja, khususnya pekerja informal, yang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari menghadapi berbagai risiko namun belum memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan terus mendorong perluasan kepesertaan sekaligus meningkatkan literasi masyarakat mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan. Dengan perlindungan yang tepat, pekerja dapat menjalankan aktivitas dengan lebih tenang dan keluarga memiliki jaring pengaman ketika risiko pekerjaan terjadi.

Di Palangka Raya, semangat tersebut diwujudkan melalui kedekatan BPJS Ketenagakerjaan dengan berbagai kelompok pekerja, termasuk pekerja sektor informal yang memiliki mobilitas tinggi dan menghadapi risiko dalam aktivitas sehari-hari.

Melalui momentum Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan ingin semakin menegaskan bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan bagian penting dalam mewujudkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.

Satriyo menambahkan bahwa pihaknya akan terus berupaya menghadirkan layanan yang mudah diakses, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta.

“Kami berharap momentum Harpelnas ini semakin memperkuat hubungan antara BPJS Ketenagakerjaan dengan peserta. Kami ingin peserta mengetahui bahwa kami hadir untuk melayani, melindungi, sekaligus memberdayakan. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas perlindungan bagi seluruh pekerja di Palangka Raya,” pungkas Satriyo.

Sementara itu, Saiful berharap seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan dapat semakin merasakan manfaat nyata dari perlindungan yang dimiliki dan mendapatkan pengalaman layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Selamat Hari Pelanggan Nasional 2026 kepada seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan di Indonesia. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Kami akan terus hadir untuk memberikan pelayanan terbaik, memperluas perlindungan, serta bersama-sama mewujudkan pekerja dan keluarga Indonesia yang sejahtera,” tutup Saiful. (adv/b-2.5)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – BPJS Ketenagakerjaan memperkuat komitmen untuk melayani, melindungi, dan memberdayakan pekerja melalui momentum Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026. Di Palangka Raya, komitmen tersebut diwujudkan dengan memberikan dukungan kepada 150 mitra ojek online (ojol) dan petugas pemadam kebakaran (damkar) yang tetap beraktivitas dan melayani masyarakat di tengah kondisi udara terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Bagi BPJS Ketenagakerjaan, kesejahteraan pekerja dan keluarganya menjadi tujuan utama dari setiap perlindungan yang diberikan. Kehadiran BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya ditujukan saat pekerja menghadapi risiko, tetapi juga dalam membantu mereka bangkit dan melanjutkan kehidupan.

Semangat tersebut menjadi bagian dari peringatan Harpelnas 2026. Momentum ini tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi menjadi kesempatan bagi seluruh jajaran BPJS Ketenagakerjaan untuk semakin mendekatkan diri kepada peserta, mendengarkan kebutuhan mereka, serta memastikan pelayanan, perlindungan, dan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan dapat dirasakan secara nyata.

Electronic money exchangers listing

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan, jaminan sosial ketenagakerjaan memiliki peranan penting dalam menjaga keberlanjutan kehidupan pekerja dan keluarganya ketika menghadapi berbagai risiko, mulai dari kecelakaan kerja, kehilangan pekerjaan, memasuki hari tua, hingga meninggal dunia.

“Bagi kami, peserta bukan sekadar penerima manfaat. Mereka adalah bagian penting dari perjalanan BPJS Ketenagakerjaan. Karena itu, melalui momentum Harpelnas ini kami ingin memastikan bahwa kehadiran kami semakin dekat, pelayanan semakin mudah dan responsif, perlindungan semakin luas, serta manfaat yang diberikan mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan pekerja dan keluarganya,” ujar Saiful.

Semangat tersebut turut diwujudkan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palangka Raya melalui rangkaian kegiatan Harpelnas yang menyentuh langsung para pekerja di lapangan.

Dukungan diberikan kepada 150 mitra ojol dan petugas damkar di Kota Palangka Raya yang tetap menjalankan aktivitas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi udara yang terdampak Karhutla.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian BPJS Ketenagakerjaan terhadap pekerja yang tetap menjalankan tugas dan aktivitas di tengah kondisi lingkungan yang penuh tantangan. Para mitra ojol memiliki mobilitas tinggi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, sementara petugas damkar berada di garis depan dalam penanganan kebakaran dan berbagai kondisi darurat di wilayah Palangka Raya.

Baca Juga :  Setiap Jumat Tanpa BBM, PLN UIP3B Kalimantan Dorong Gaya Hidup Hemat Energi

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Palangka Raya Satriyo Adi Sasongko mengatakan, dukungan tersebut merupakan salah satu bentuk nyata komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk hadir lebih dekat dengan pekerja, khususnya mereka yang tetap bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam kondisi yang tidak mudah.

“Momentum Hari Pelanggan Nasional menjadi kesempatan bagi kami untuk menunjukkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan hadir tidak hanya ketika pekerja membutuhkan manfaat jaminan sosial, tetapi juga untuk memberikan perhatian dan dukungan kepada mereka dalam menjalankan aktivitas pekerjaannya. Terlebih di tengah kondisi Karhutla dan dampak kabut asap yang dirasakan masyarakat, kami ingin memberikan dukungan kepada para pekerja yang tetap menjalankan tugasnya,” ujar Satriyo.

Menurut Satriyo, mitra ojol dan petugas damkar merupakan bagian dari pekerja yang memiliki peran penting dalam menjaga aktivitas dan pelayanan masyarakat. Karena itu, perhatian terhadap aspek keselamatan, kenyamanan, dan perlindungan pekerja menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menciptakan ekosistem kerja yang aman dan berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi para mitra ojol dan petugas damkar yang tetap menjalankan aktivitasnya untuk melayani masyarakat. Dukungan kepada 150 pekerja ini merupakan wujud kepedulian kami sekaligus pengingat bahwa di balik setiap aktivitas pelayanan kepada masyarakat, terdapat pekerja yang juga membutuhkan perlindungan,” tambah Satriyo.

Bagi BPJS Ketenagakerjaan, kehadiran kepada pekerja tidak berhenti ketika manfaat jaminan sosial telah diberikan. Ada kehidupan yang harus dilanjutkan dan keluarga yang perlu kembali berdiri setelah melewati masa sulit.

Hal tersebut sejalan dengan semangat Value Beyond Protection yang terus didorong BPJS Ketenagakerjaan. Melalui prinsip Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan (3M), BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan pekerja memperoleh pelayanan terbaik, semakin banyak pekerja mendapatkan perlindungan jaminan sosial, serta peserta dan keluarganya memiliki kesempatan untuk kembali berdaya setelah menghadapi risiko.

Salah satu implementasinya dilakukan melalui program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA). Program ini menjadi bagian dari upaya BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan nilai lebih kepada penerima manfaat melalui pelatihan, pendampingan, dan pengembangan kapasitas agar mereka dapat kembali produktif dan mandiri.

Semangat pemberdayaan tersebut menunjukkan bahwa manfaat jaminan sosial tidak hanya berhenti pada pemberian santunan atau manfaat ketika risiko terjadi, tetapi dapat menjadi pijakan bagi pekerja dan keluarganya untuk kembali membangun kehidupan.

Baca Juga :  Karhutla Kalteng Meningkat, Palangka Raya Catat Kasus Terbanyak

“Kami ingin Value Beyond Protection benar-benar dirasakan oleh peserta. Perlindungan adalah fondasinya, tetapi setelah itu kami ingin peserta dan keluarganya dapat kembali bangkit, produktif, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” jelas Saiful.

Lebih lanjut, Saiful menyampaikan bahwa upaya memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan membutuhkan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan. Hal ini mengingat masih terdapat pekerja, khususnya pekerja informal, yang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari menghadapi berbagai risiko namun belum memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan terus mendorong perluasan kepesertaan sekaligus meningkatkan literasi masyarakat mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan. Dengan perlindungan yang tepat, pekerja dapat menjalankan aktivitas dengan lebih tenang dan keluarga memiliki jaring pengaman ketika risiko pekerjaan terjadi.

Di Palangka Raya, semangat tersebut diwujudkan melalui kedekatan BPJS Ketenagakerjaan dengan berbagai kelompok pekerja, termasuk pekerja sektor informal yang memiliki mobilitas tinggi dan menghadapi risiko dalam aktivitas sehari-hari.

Melalui momentum Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan ingin semakin menegaskan bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan bagian penting dalam mewujudkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.

Satriyo menambahkan bahwa pihaknya akan terus berupaya menghadirkan layanan yang mudah diakses, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta.

“Kami berharap momentum Harpelnas ini semakin memperkuat hubungan antara BPJS Ketenagakerjaan dengan peserta. Kami ingin peserta mengetahui bahwa kami hadir untuk melayani, melindungi, sekaligus memberdayakan. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas perlindungan bagi seluruh pekerja di Palangka Raya,” pungkas Satriyo.

Sementara itu, Saiful berharap seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan dapat semakin merasakan manfaat nyata dari perlindungan yang dimiliki dan mendapatkan pengalaman layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Selamat Hari Pelanggan Nasional 2026 kepada seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan di Indonesia. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Kami akan terus hadir untuk memberikan pelayanan terbaik, memperluas perlindungan, serta bersama-sama mewujudkan pekerja dan keluarga Indonesia yang sejahtera,” tutup Saiful. (adv/b-2.5)

Terpopuler

Artikel Terbaru