PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini. Memastikan stok Pertalite Palangka Raya dalam kondisi aman setelah meninjau sejumlah SPBU. Termasuk SPBU Jalan Imam Bonjol dan SPBU Jalan Ir. Soekarno, Sabtu (5/9/2026).
Kepastian tersebut disampaikan menyusul antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir.
“Atas saran Pak Wali, kita ingin memastikan bahwa kebutuhan BBM, khususnya Pertalite di Kota Palangka Raya ini aman. Kita sudah mendapatkan penjelasan dari Pertamina bahwa stok yang tersedia, kuota untuk Palangka Raya, tidak ada pengurangan,” kata Achmad Zaini.
Sebelum melakukan peninjauan SPBU, Pemko Palangka Raya menggelar rapat koordinasi bersama Area Manager Regional Kalimantan Pertamina, Polres Palangka Raya, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Dari hasil koordinasi tersebut, Pertamina memastikan pasokan dan kuota Pertalite Palangka Raya tetap normal sesuai alokasi yang selama ini diterima.
“Jadi yang selama ini diberikan, itulah yang dikirimkan,” ujarnya.
Menurut Achmad Zaini. Antrean Pertalite di Palangka Raya bukan disebabkan berkurangnya stok maupun kuota BBM subsidi. Berdasarkan penjelasan Pertamina, antrean terjadi karena meningkatnya jumlah masyarakat yang beralih dari Pertamax ke Pertalite akibat perbedaan harga yang cukup signifikan.
“Kenapa terjadi antrean? Yang pertama karena ada perbedaan harga yang luar biasa antara Pertamax dan Pertalite. Artinya, masyarakat yang kemarin menggunakan konsumsi Pertamax, sebagian itu beralih ke Pertalite. Sehingga menyebabkan masyarakat yang membutuhkan Pertalite jadi banyak jumlahnya,” jelasnya.
Dia mengatakan, berdasarkan perhitungan Pertamina, ketersediaan Pertalite Palangka Raya masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Karena itu, warga diminta tidak khawatir terhadap isu kelangkaan BBM subsidi tersebut.
“Yang pertama perlu kita pastikan adalah ketersediaan stok Pertalite di Kota Palangka Raya cukup. Itu yang penting,” tegasnya.
Sebagai langkah mengurai antrean Pertalite di Palangka Raya, Pemko bersama Pertamina juga menyepakati perpanjangan jam operasional di beberapa SPBU. Empat SPBU yang ditunjuk yakni SPBU Kilometer 12 Jalan Tjilik Riwut, SPBU Jalan Diponegoro, SPBU Jalan Seth Adji, dan SPBU Pahandut Seberang.
“Artinya bagi masyarakat yang tidak menginginkan antrean panjang, mungkin bisa mengisi pada jam-jam malam,” tuturnya.
Achmad Zaini menambahkan, Pertamina menjamin distribusi Pertalite ke SPBU di Palangka Raya tetap berjalan lancar. Apabila terjadi kekosongan sementara, kondisi tersebut umumnya disebabkan keterlambatan pengiriman dari depo menuju Kota Palangka Raya.
“Dipastikan stoknya cukup. Jadi kita harapkan kepada masyarakat Kota Palangka Raya yang pertama ya tentunya menggunakan BBM sewajarnya saja. Jadi tidak perlu harus ada kekhawatiran kekurangan,” pungkasnya. (adr)


