Tangisan Pecah di Pemakaman, Dua Bocah 10 Tahun Tenggelam Saat Mandi di Sungai Katingan

KASONGAN, PROKALTENG.CO – Tangisan keluarga, guru, dan teman-teman mengiringi pemakaman Athalia Zineta dan Beatrice Adelia, dua bocah berusia 10 tahun yang meninggal dunia setelah tenggelam saat mandi di sungai Desa Buntut Bali, Kecamatan Pulau Malan, Kabupaten Katingan.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 16.45 Wib.

“Kedua korban berhasil ditemukan warga tak lama setelah dinyatakan tenggelam,”kata Kapolsek Tewang Sangalang Garing dan Pulau Malan, Iptu Udung dilansir dari Kaltengpos.jawapos.com, Sabtu (22/8/2026).

Prosesi pemakaman terhadap bocah perempuan yang duduk di kelas 5 sekolah dasar itu sudah terlaksana pada Jumat (21/8/2026). 

Orang tua, kerabat, guru, dan teman-temannya di sekolah turut mengantarkan sampai ke peristirahatan terakhir.

Baca Juga :  DAD Seruyan Dukung Agustiar Melanjutkan Kepemimpinan DAD Kalteng

Saat itu, kedua korban mandi bersama teman-temannya. Lalu, dua rekannya mengetahui kedua korban tak muncul di permukaan. Lalu melapor ke warga dan ke pihak kepolisian.

“Kedua keluarga korban mengikhlaskan kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak dilanjutkan ke jalur hukum serta menolak untuk dilakukan visum etvertum,”ungkap Iptu Udung.

Electronic money exchangers listing

Dengan kejadian ini, Iptu Udung mengimbau kepada masyarakat agar selalu memperhatikan anak-anaknya. 

Kondisi sungai yang surut memang banyak warga yang memilih mandi dan berenang. 

“Saya imbau kepada orang tua untuk tidak lengah memperhatikan anak-anaknya saat bermain,”tutupnya.(kpg)

KASONGAN, PROKALTENG.CO – Tangisan keluarga, guru, dan teman-teman mengiringi pemakaman Athalia Zineta dan Beatrice Adelia, dua bocah berusia 10 tahun yang meninggal dunia setelah tenggelam saat mandi di sungai Desa Buntut Bali, Kecamatan Pulau Malan, Kabupaten Katingan.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 16.45 Wib.

“Kedua korban berhasil ditemukan warga tak lama setelah dinyatakan tenggelam,”kata Kapolsek Tewang Sangalang Garing dan Pulau Malan, Iptu Udung dilansir dari Kaltengpos.jawapos.com, Sabtu (22/8/2026).

Electronic money exchangers listing

Prosesi pemakaman terhadap bocah perempuan yang duduk di kelas 5 sekolah dasar itu sudah terlaksana pada Jumat (21/8/2026). 

Orang tua, kerabat, guru, dan teman-temannya di sekolah turut mengantarkan sampai ke peristirahatan terakhir.

Baca Juga :  DAD Seruyan Dukung Agustiar Melanjutkan Kepemimpinan DAD Kalteng

Saat itu, kedua korban mandi bersama teman-temannya. Lalu, dua rekannya mengetahui kedua korban tak muncul di permukaan. Lalu melapor ke warga dan ke pihak kepolisian.

“Kedua keluarga korban mengikhlaskan kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak dilanjutkan ke jalur hukum serta menolak untuk dilakukan visum etvertum,”ungkap Iptu Udung.

Dengan kejadian ini, Iptu Udung mengimbau kepada masyarakat agar selalu memperhatikan anak-anaknya. 

Kondisi sungai yang surut memang banyak warga yang memilih mandi dan berenang. 

“Saya imbau kepada orang tua untuk tidak lengah memperhatikan anak-anaknya saat bermain,”tutupnya.(kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru