BRI Dukung Optimalisasi Dana SAL, Perkuat Kredit Berkualitas untuk Sektor Riil

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mendukung langkah pemerintah melalui Kementerian Keuangan dalam mengoptimalkan pengelolaan kas negara melalui instrumen penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL). Kebijakan tersebut dinilai mampu memperkuat likuiditas perbankan sekaligus meningkatkan penyaluran kredit kepada sektor-sektor produktif.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan penempatan dana SAL memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan memperkuat fungsi intermediasi perbankan.

“BRI mendukung langkah pemerintah dalam mengoptimalkan pengelolaan kas negara melalui penempatan dana SAL. Kebijakan tersebut memberikan dukungan likuiditas bagi industri perbankan sehingga bank dapat menjalankan fungsi intermediasi secara lebih optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujar Hery.

Menurutnya, likuiditas yang terjaga menjadi modal penting bagi perbankan untuk terus menyalurkan kredit berkualitas kepada sektor-sektor produktif tanpa mengabaikan kualitas aset maupun manajemen risiko.

Baca Juga :  Direktur Utama BRI Sunarso Dinobatkan Sebagai The Best CEO, BRI Borong 11 Penghargaan Finance Asia

“Bagi BRI, dukungan likuiditas tersebut akan dioptimalkan untuk memperkuat penyaluran kredit yang berkualitas, khususnya kepada sektor riil, termasuk kepada UMKM, yang memiliki dampak ekonomi tinggi. Fokus kami tetap pada pembiayaan yang produktif sehingga mampu menciptakan efek berganda berupa peningkatan aktivitas usaha, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Sebagai bank dengan portofolio pembiayaan UMKM terbesar di Indonesia, BRI akan terus mengarahkan ekspansi kredit ke berbagai sektor produktif, seperti UMKM, pertanian, perdagangan, industri pengolahan, dan sektor strategis lainnya.

Hingga akhir Triwulan I 2026, BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp1.562 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp1.211 triliun atau mayoritas portofolio kredit disalurkan kepada segmen UMKM.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Klaster Usaha Jamu Binaan BRI Ini Sukses Berdayakan Ibu-ibu di Palembang

Hery menegaskan sinergi antara kebijakan fiskal dan sektor keuangan menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan ekonomi global.

“BRI meyakini bahwa sinergi antara pemerintah dan industri perbankan merupakan fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui pengelolaan likuiditas yang prudent dan penyaluran kredit yang berkualitas, kami akan terus memperbesar kontribusi BRI sebagai agen pembangunan yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, memperluas inklusi keuangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Hery.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pemerintah membuka peluang memperpanjang masa penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) hingga tahun depan. Sebagian dana tersebut sebelumnya direncanakan akan ditarik pada akhir 2026. ***

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mendukung langkah pemerintah melalui Kementerian Keuangan dalam mengoptimalkan pengelolaan kas negara melalui instrumen penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL). Kebijakan tersebut dinilai mampu memperkuat likuiditas perbankan sekaligus meningkatkan penyaluran kredit kepada sektor-sektor produktif.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan penempatan dana SAL memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan memperkuat fungsi intermediasi perbankan.

“BRI mendukung langkah pemerintah dalam mengoptimalkan pengelolaan kas negara melalui penempatan dana SAL. Kebijakan tersebut memberikan dukungan likuiditas bagi industri perbankan sehingga bank dapat menjalankan fungsi intermediasi secara lebih optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujar Hery.

Electronic money exchangers listing

Menurutnya, likuiditas yang terjaga menjadi modal penting bagi perbankan untuk terus menyalurkan kredit berkualitas kepada sektor-sektor produktif tanpa mengabaikan kualitas aset maupun manajemen risiko.

Baca Juga :  Direktur Utama BRI Sunarso Dinobatkan Sebagai The Best CEO, BRI Borong 11 Penghargaan Finance Asia

“Bagi BRI, dukungan likuiditas tersebut akan dioptimalkan untuk memperkuat penyaluran kredit yang berkualitas, khususnya kepada sektor riil, termasuk kepada UMKM, yang memiliki dampak ekonomi tinggi. Fokus kami tetap pada pembiayaan yang produktif sehingga mampu menciptakan efek berganda berupa peningkatan aktivitas usaha, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Sebagai bank dengan portofolio pembiayaan UMKM terbesar di Indonesia, BRI akan terus mengarahkan ekspansi kredit ke berbagai sektor produktif, seperti UMKM, pertanian, perdagangan, industri pengolahan, dan sektor strategis lainnya.

Hingga akhir Triwulan I 2026, BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp1.562 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp1.211 triliun atau mayoritas portofolio kredit disalurkan kepada segmen UMKM.

Baca Juga :  Klaster Usaha Jamu Binaan BRI Ini Sukses Berdayakan Ibu-ibu di Palembang

Hery menegaskan sinergi antara kebijakan fiskal dan sektor keuangan menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan ekonomi global.

“BRI meyakini bahwa sinergi antara pemerintah dan industri perbankan merupakan fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui pengelolaan likuiditas yang prudent dan penyaluran kredit yang berkualitas, kami akan terus memperbesar kontribusi BRI sebagai agen pembangunan yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, memperluas inklusi keuangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Hery.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pemerintah membuka peluang memperpanjang masa penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) hingga tahun depan. Sebagian dana tersebut sebelumnya direncanakan akan ditarik pada akhir 2026. ***

Terpopuler

Artikel Terbaru