NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan akibat musim kemarau yang memicu tingginya polusi debu di Kabupaten Lamandau. Warga diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, hingga penyakit kulit.
Menurut Rizky, berkurangnya curah hujan membuat debu di jalanan dan kawasan permukiman semakin pekat sehingga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
“Memasuki musim kemarau ini, debu jalanan makin tebal dan polusi udara meningkat. Saya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat agar terhindar dari penyakit,” kata Rizky kepada wartawan di Lamandau, Rabu (5/8).
Ia mengingatkan masyarakat agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama bagi pengendara roda dua maupun pejalan kaki yang lebih sering terpapar debu.
“Selalu kenakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama bagi pengendara roda dua dan pejalan kaki,” tegasnya.
Selain itu, Rizky juga mengimbau warga memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi akibat cuaca panas. Masyarakat juga disarankan melakukan penyiraman berkala di halaman rumah maupun jalan tanah di sekitar permukiman guna mengurangi debu beterbangan.
Ia juga meminta warga membatasi aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak, khususnya bagi anak-anak dan lansia yang lebih rentan terserang ISPA.
“Sebisa mungkin batasi kegiatan di luar rumah yang tidak terlalu penting, khususnya bagi anak-anak dan lansia yang lebih rentan terkena ISPA,” ujarnya.
Bupati menegaskan masyarakat yang mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, atau iritasi mata agar segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.
“Segera mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala batuk, sesak napas, atau iritasi mata,” katanya.
Di akhir imbauannya, Rizky kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah karhutla yang dapat memperburuk kualitas udara dan membahayakan kesehatan masyarakat. (bib)


