Karhutla Palangka Raya Tembus 146 Kejadian, Lahan Terbakar Capai 162,20 Hektare

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya terus bertambah selama musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat sebanyak 146 kejadian karhutla terjadi sejak Status Siaga Darurat Karhutla ditetapkan pada 1 Juni hingga 4 Agustus 2026. Total luas lahan yang terbakar mencapai 162,20 hektare.

Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan kejadian karhutla terbanyak. BPBD mencatat 93 kejadian di kecamatan tersebut, disusul Kecamatan Sebangau 32 kejadian, Pahandut 16 kejadian, Bukit Batu lima kejadian, sementara Kecamatan Rakumpit tidak mencatat adanya kejadian karhutla.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengatakan tren karhutla masih perlu diwaspadai karena jumlah kejadian terus bertambah.

Baca Juga :  Momentum Ramadan, Tomy Irawan Diran Pererat Silaturahmi Lewat Berbagi Takjil

“Total sejak Status Siaga Darurat Karhutla ditetapkan pada 1 Juni hingga 4 Agustus 2026 terdapat 146 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 162,20 hektare,” ujar Heri Fauzi, Rabu (5/8).

Menurutnya, penanganan karhutla di Kota Palangka Raya dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai instansi, di antaranya BPBD Kota Palangka Raya, BPBD Provinsi Kalteng, Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, Manggala Agni, Polda Kalteng, Polresta Palangka Raya, Kodim 1016/Palangka Raya, Satpol PP, tim kesehatan, relawan, hingga Barisan Pemadam Kebakaran (BPK).

Dia menambahkan, koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar setiap laporan titik api dapat ditindaklanjuti dengan cepat sehingga kebakaran tidak meluas.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Sebut 24.000 Peserta Bukan Penerima Upah Dibantu Pemda di Kalteng

BPBD Kota Palangka Raya juga kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin dan mencegah kebakaran semakin meluas selama musim kemarau. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya terus bertambah selama musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat sebanyak 146 kejadian karhutla terjadi sejak Status Siaga Darurat Karhutla ditetapkan pada 1 Juni hingga 4 Agustus 2026. Total luas lahan yang terbakar mencapai 162,20 hektare.

Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan kejadian karhutla terbanyak. BPBD mencatat 93 kejadian di kecamatan tersebut, disusul Kecamatan Sebangau 32 kejadian, Pahandut 16 kejadian, Bukit Batu lima kejadian, sementara Kecamatan Rakumpit tidak mencatat adanya kejadian karhutla.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengatakan tren karhutla masih perlu diwaspadai karena jumlah kejadian terus bertambah.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Momentum Ramadan, Tomy Irawan Diran Pererat Silaturahmi Lewat Berbagi Takjil

“Total sejak Status Siaga Darurat Karhutla ditetapkan pada 1 Juni hingga 4 Agustus 2026 terdapat 146 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 162,20 hektare,” ujar Heri Fauzi, Rabu (5/8).

Menurutnya, penanganan karhutla di Kota Palangka Raya dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai instansi, di antaranya BPBD Kota Palangka Raya, BPBD Provinsi Kalteng, Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, Manggala Agni, Polda Kalteng, Polresta Palangka Raya, Kodim 1016/Palangka Raya, Satpol PP, tim kesehatan, relawan, hingga Barisan Pemadam Kebakaran (BPK).

Dia menambahkan, koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar setiap laporan titik api dapat ditindaklanjuti dengan cepat sehingga kebakaran tidak meluas.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Sebut 24.000 Peserta Bukan Penerima Upah Dibantu Pemda di Kalteng

BPBD Kota Palangka Raya juga kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin dan mencegah kebakaran semakin meluas selama musim kemarau. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru