BUNTOK, PROKALTENG.CO – Polemik pemadaman listrik yang selama beberapa waktu terakhir dikeluhkan masyarakat Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), akhirnya mendapat titik terang setelah aspirasi warga disampaikan secara langsung ke Gedung DPRD Barsel, Senin (3/9).
PT PLN menyatakan komitmennya untuk menghentikan pemadaman listrik bergilir mulai Rabu, 5 Agustus 2026.
Komitmen tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani Kepala PLN ULP Buntok, Vivin Aprianor, di hadapan masyarakat yang menggelar aksi penyampaian aspirasi di Gedung DPRD Barsel.
Penandatanganan itu turut disaksikan Ketua dan sejumlah anggota DPRD Barsel.
Aksi penyampaian aspirasi dikoordinatori Jailani bersama Karnadi Sastra, Endang Suryadi, Dedi, Kari Rosadi, Nasrulah serta sejumlah warga lainnya.
Sebelum menuju Gedung DPRD, massa terlebih dahulu berkumpul di halaman Plaza Beringin Buntok dan bergerak dengan pengawalan aparat Kepolisian serta Satpol PP Barsel.
Setibanya di Gedung DPRD, massa diterima Wakil Ketua DPRD Barsel Ideham, didampingi Wakil Ketua Rusinah serta sejumlah anggota DPRD lainnya, di antaranya H. Lisawanto, H. Irawansyah dan H. Raden Sudarto.
Dari pihak PLN hadir Asisten Manajer Transaksi Energi PLN Cabang Kapuas Rusda Basofi, Kepala PLN ULP Buntok Vivin Aprianor beserta jajaran.
Dalam dialog yang berlangsung, masyarakat menyampaikan berbagai keluhan terkait pemadaman listrik bergilir yang dinilai telah mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari kegiatan rumah tangga, usaha, hingga pelayanan publik.
Aspirasi tersebut kemudian dibahas bersama antara DPRD, warga dan pihak PLN.
“Hasilnya, PLN menyatakan kesediaannya untuk menghentikan pemadaman bergilir mulai 5 Agustus 2026. Kesepakatan tersebut telah dituangkan secara tertulis melalui surat pernyataan yang ditandatangani Kepala PLN ULP Buntok. Kita telah sepakat 5 Agustus 2026 tidak ada lagi pemadaman seperti surat pernyataan yang ditandatangani oleh Kepala PLN ULP Buntok,” ujar Koordinator aksi, Jailani.
Dalam surat pernyataan tersebut, Kepala PLN ULP Buntok, Vivin juga menyatakan dan menjamin bahwa mulai Rabu, 5 Agustus 2026, tidak akan ada lagi pemadaman listrik bergilir di wilayah Kabupaten Barsel serta akan mengupayakan pasokan listrik tetap stabil.
Meski demikian, surat tersebut juga memuat ketentuan bahwa apabila di kemudian hari terjadi kondisi khusus yang mengharuskan pengaturan sistem kelistrikan, maka PLN akan terlebih dahulu menyampaikan informasi kepada masyarakat dan melakukan pengondisian manajemen beban sesuai kebutuhan sistem.
“Tentunya kami juga menjelaskan bahwa sistem kelistrikan masih berada dalam tahap pemulihan. Normalisasi pasokan listrik, menurut PLN, akan tercapai setelah seluruh suplai pembangkit kembali masuk ke sistem dan proses perbaikan selesai dilaksanakan,” terangnya.
“Walaupun pada 5 Agustus 2026 kondisi sistem kelistrikan masih berstatus siaga dan belum seluruh pembangkit beroperasi normal, desakan masyarakat yang didukung penuh DPRD Barito Selatan menjadi pertimbangan utama sehingga PLN menyatakan komitmennya untuk menghentikan pemadaman bergilir mulai tanggal tersebut, ” sambungnya.
Masyarakat berharap komitmen yang telah dituangkan secara tertulis tersebut benar-benar direalisasikan sehingga pelayanan kelistrikan di Barsel dapat kembali normal dan aktivitas warga tidak lagi terganggu akibat pemadaman listrik bergilir. (ena/kpg)


