Rachmat Irianto, Dipercaya Bantu Pemain Baru Beradaptasi dengan Lingkungan dan Kultur Klub

Persebaya Surabaya terus mematangkan persiapan menyambut kompetisi musim 2026/2027. Selain membangun kekuatan dari sisi teknis, Green Force juga memberi perhatian besar terhadap kekompakan tim yang kini dihuni perpaduan pemain senior, talenta muda, hingga sejumlah rekrutan asing.

Di tengah proses tersebut, Rachmat Irianto menjadi salah satu sosok yang memiliki peran penting. Pengalamannya bersama Persebaya membuat pemain yang akrab disapa Rian itu dipercaya membantu para pemain baru beradaptasi dengan lingkungan dan kultur klub.

Rian bukan wajah baru bagi Persebaya. Ia pernah membela Green Force selama enam musim sebelum sempat melanjutkan karier di klub lain.

Kepulangannya ke Surabaya sejak musim lalu membuatnya kembali menjadi salah satu figur senior yang memahami karakter tim dan nilai-nilai yang selama ini dijaga Persebaya.

Menurut Rian, komunikasi menjadi fondasi utama agar seluruh pemain bisa lebih cepat menyatu. Apalagi, musim ini skuad Persebaya diisi pemain dari berbagai usia, latar belakang, dan negara.

“Kami memiliki banyak pemain baru, baik pemain muda, pemain senior maupun pemain asing. Sebagai salah satu pemain yang cukup lama mengenal Persebaya, saya tentu berusaha membantu mereka beradaptasi. Yang terpenting adalah membangun komunikasi yang baik agar semua bisa merasa nyaman dan cepat menyatu dengan tim,” ujar Rian, Selasa (14/7).

Baca Juga :  Bikin Smolov Langgar Lockdown

Musim ini Persebaya memang menghadirkan sejumlah wajah baru yang datang dengan pengalaman berbeda-beda. Di sisi lain, klub juga tetap memberi kesempatan kepada pemain muda untuk berkembang bersama tim utama.

Electronic money exchangers listing

Bagi Rian, kombinasi tersebut menjadi modal yang baik untuk membangun tim yang kompetitif. Ia menilai pemain senior memiliki tanggung jawab untuk membimbing para pemain muda, baik melalui arahan di lapangan maupun berbagi pengalaman selama menjalani karier sebagai pesepak bola profesional.

“Pemain muda memiliki potensi yang besar dan masa depan yang cerah. Tugas kami yang lebih berpengalaman adalah membantu mereka berkembang, baik melalui masukan di lapangan maupun berbagi pengalaman selama berkarier. Semoga mereka bisa terus berkembang dan memberikan kontribusi besar untuk Persebaya,” katanya.

Rian juga menyadari bahwa membangun chemistry dalam tim tidak bisa dilakukan secara instan. Menurutnya, kekompakan harus dipupuk setiap hari, baik saat latihan maupun di luar lapangan.

Baca Juga :  Ramadan Cup 2025 Berjalan Sukses, Ketua All Star Palangka Raya: Siap Berbenah untuk Tahun Depan

“Kekompakan tidak terbentuk dalam satu atau dua hari. Kami harus membangunnya setiap hari, baik saat latihan maupun di luar lapangan. Jika hubungan antarpemain kuat, maka itu akan sangat membantu tim ketika menghadapi situasi sulit selama kompetisi,” jelas pemain berusia 26 tahun tersebut.

Sebagai putra mendiang legenda Persebaya, Bejo Sugiantoro, Rian mengaku memahami betul makna lambang klub yang dikenakannya.

Ia pun merasa memiliki tanggung jawab untuk mengenalkan budaya Persebaya kepada para pemain baru, termasuk kedekatan emosional antara klub dengan Bonek dan Bonita.

“Persebaya memiliki kultur yang sangat kuat dan berbeda. Saya ingin membantu teman-teman yang baru bergabung agar bisa memahami apa arti klub ini, bagaimana dukungan suporternya, dan seperti apa tanggung jawab ketika mengenakan jersey Persebaya. Semoga kami semua bisa memberikan yang terbaik untuk klub dan masyarakat Surabaya,” tutupnya.

Persebaya Surabaya terus mematangkan persiapan menyambut kompetisi musim 2026/2027. Selain membangun kekuatan dari sisi teknis, Green Force juga memberi perhatian besar terhadap kekompakan tim yang kini dihuni perpaduan pemain senior, talenta muda, hingga sejumlah rekrutan asing.

Di tengah proses tersebut, Rachmat Irianto menjadi salah satu sosok yang memiliki peran penting. Pengalamannya bersama Persebaya membuat pemain yang akrab disapa Rian itu dipercaya membantu para pemain baru beradaptasi dengan lingkungan dan kultur klub.

Rian bukan wajah baru bagi Persebaya. Ia pernah membela Green Force selama enam musim sebelum sempat melanjutkan karier di klub lain.

Electronic money exchangers listing

Kepulangannya ke Surabaya sejak musim lalu membuatnya kembali menjadi salah satu figur senior yang memahami karakter tim dan nilai-nilai yang selama ini dijaga Persebaya.

Menurut Rian, komunikasi menjadi fondasi utama agar seluruh pemain bisa lebih cepat menyatu. Apalagi, musim ini skuad Persebaya diisi pemain dari berbagai usia, latar belakang, dan negara.

“Kami memiliki banyak pemain baru, baik pemain muda, pemain senior maupun pemain asing. Sebagai salah satu pemain yang cukup lama mengenal Persebaya, saya tentu berusaha membantu mereka beradaptasi. Yang terpenting adalah membangun komunikasi yang baik agar semua bisa merasa nyaman dan cepat menyatu dengan tim,” ujar Rian, Selasa (14/7).

Baca Juga :  Bikin Smolov Langgar Lockdown

Musim ini Persebaya memang menghadirkan sejumlah wajah baru yang datang dengan pengalaman berbeda-beda. Di sisi lain, klub juga tetap memberi kesempatan kepada pemain muda untuk berkembang bersama tim utama.

Bagi Rian, kombinasi tersebut menjadi modal yang baik untuk membangun tim yang kompetitif. Ia menilai pemain senior memiliki tanggung jawab untuk membimbing para pemain muda, baik melalui arahan di lapangan maupun berbagi pengalaman selama menjalani karier sebagai pesepak bola profesional.

“Pemain muda memiliki potensi yang besar dan masa depan yang cerah. Tugas kami yang lebih berpengalaman adalah membantu mereka berkembang, baik melalui masukan di lapangan maupun berbagi pengalaman selama berkarier. Semoga mereka bisa terus berkembang dan memberikan kontribusi besar untuk Persebaya,” katanya.

Rian juga menyadari bahwa membangun chemistry dalam tim tidak bisa dilakukan secara instan. Menurutnya, kekompakan harus dipupuk setiap hari, baik saat latihan maupun di luar lapangan.

Baca Juga :  Ramadan Cup 2025 Berjalan Sukses, Ketua All Star Palangka Raya: Siap Berbenah untuk Tahun Depan

“Kekompakan tidak terbentuk dalam satu atau dua hari. Kami harus membangunnya setiap hari, baik saat latihan maupun di luar lapangan. Jika hubungan antarpemain kuat, maka itu akan sangat membantu tim ketika menghadapi situasi sulit selama kompetisi,” jelas pemain berusia 26 tahun tersebut.

Sebagai putra mendiang legenda Persebaya, Bejo Sugiantoro, Rian mengaku memahami betul makna lambang klub yang dikenakannya.

Ia pun merasa memiliki tanggung jawab untuk mengenalkan budaya Persebaya kepada para pemain baru, termasuk kedekatan emosional antara klub dengan Bonek dan Bonita.

“Persebaya memiliki kultur yang sangat kuat dan berbeda. Saya ingin membantu teman-teman yang baru bergabung agar bisa memahami apa arti klub ini, bagaimana dukungan suporternya, dan seperti apa tanggung jawab ketika mengenakan jersey Persebaya. Semoga kami semua bisa memberikan yang terbaik untuk klub dan masyarakat Surabaya,” tutupnya.

Terpopuler

Artikel Terbaru