PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kepolisian Resor (Polres) Katingan turut angkat bicara menanggapi klarifikasi dan keluhan dari Kepala Desa (Kades) Tumbang Kalemei terkait stigma negatif yang menyudutkan warganya usai insiden tewasnya anggota kepolisian.
Kepala Polres (Kapolres) Katingan, AKBP Dodik Hartanto, sepakat bahwa publik tidak bisa melakukan generalisasi dengan menganggap seluruh masyarakat di desa tersebut berafiliasi dengan sindikat narkoba.
“Memang itu kan tidak bisa dipukul rata bahwa masyarakat di sana itu terkait dengan narkoba. Kalau dipukul rata ya tidak, memang ada masyarakat yang terkait, tapi kan tidak semuanya,” jelasnya saat dikonfirmasi Prokalteng mengenai pernyataan Kades Tumbang Kalemei. Selasa (14/7/2026).
Meski demikian, kepolisian memastikan bahwa pengusutan kasus ini akan terus berjalan tegas tanpa pandang bulu.
Siapa pun yang nantinya terbukti ikut andil akan diproses secara hukum, tidak terkecuali jika ada oknum dari perangkat desa.
“Pokoknya semua yang terlibat akan kita proses. Kita tidak melihat itu perangkat desanya ngomong apa tidak,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa perkembangan penanganan kasus insiden di Tumbang Kalemei ini sudah tidak lagi berada di bawah wewenang Polres Katingan, melainkan telah ditarik dan dilimpahkan sepenuhnya ke Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah (Kalteng).
“Untuk penanganannya sekarang ditangani di Polda. Semua penanganannya ada di Polda, jadi Polres sudah tidak menangani lagi. Posisinya (Polres Katingan) saat ini kita cuma mem-back up saja,” pungkasnya.
Sebelumnya, dalam video yang beredar di media sosial platform (Facebook) dari Akun resmi, (dengan nama akun : Pemdes Tumbang Kalemei), Kepala Desa Tumbang Kalemei, Herihandy dalam pernyataan menyampaikan belasungkawa kepada anggota kepolisian yang gugur, dan juga menyampaikan klarifikasi.
Langkah ini diambil guna meluruskan aneka ragam disinformasi yang menyebar di platform media sosial karena dirasa sangat menyudutkan segenap penduduk desa. (her)


