Mihailo Perovic Pamit Hengkang dari Persebaya Surabaya, Kirim Pesan ke Bonek dan Bonita

Mihailo Perovic resmi mengucapkan salam perpisahan kepada Persebaya Surabaya pada Jumat (5/6/2026), menandai berakhirnya kebersamaan penyerang asal Montenegro itu setelah satu musim membela Green Force.

Keputusan tersebut membuat Perovic mengikuti jejak kapten tim Bruno Moreira yang lebih dulu berpamitan beberapa hari sebelumnya, sekaligus menambah daftar pemain yang meninggalkan Surabaya jelang Super League 2026/2027.

Kepergian Mihailo Perovic menjadi momen emosional bagi pendukung Persebaya Surabaya.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, striker berusia 29 tahun itu menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh elemen klub yang telah menjadi bagian dari perjalanan kariernya selama semusim terakhir.

Mengapa Mihailo Perovic Memutuskan Berpisah dengan Persebaya Surabaya?

Mihailo Perovic memastikan kebersamaannya dengan Persebaya Surabaya telah berakhir setelah musim 2025/2026 rampung.

Meski tidak menjelaskan alasan detail kepergiannya, sang pemain memberikan pesan penuh penghargaan kepada klub dan para pendukung.

Electronic money exchangers listing

“Seiring perjalanan saya bersama @officialpersebaya berakhir, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih saya atas tahun yang tak terlupakan ini,” tulis Mihailo Perovic.

Penyerang kelahiran Podgorica, 23 Januari 1997 itu mengaku sejak hari pertama datang ke Surabaya dirinya langsung merasakan suasana kekeluargaan.

Menurutnya, dukungan dari rekan setim, pelatih, staf, hingga manajemen menjadi pengalaman berharga yang akan selalu dikenang.

“Sejak hari pertama, saya merasa diterima, dihormati, dan didukung oleh semua orang di klub. Kepada rekan-rekan setim, pelatih, staf, dan semua orang yang bekerja di balik layar—terima kasih atas kepercayaan, persahabatan, dan kenangan yang telah kita ciptakan bersama,” lanjutnya.

Perpisahan Perovic terjadi hanya tiga hari setelah Bruno Moreira menyampaikan salam serupa kepada Bonek dan Bonita.

Baca Juga :  Asisten Pelatih Timnas Indonesia Dinyatakan Positif Corona

Situasi tersebut menandakan Persebaya Surabaya sedang memasuki fase pembentukan skuad baru untuk menghadapi kompetisi musim depan.

Pesan Khusus untuk Bonek dan Bonita yang Bikin Haru

Dalam pesan perpisahannya, Mihailo Perovic secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Bonek dan Bonita yang selama ini memberikan dukungan tanpa henti kepada tim.

Ia menilai atmosfer yang diciptakan suporter Persebaya Surabaya menjadi salah satu yang terbaik selama karier profesionalnya.

“Terima kasih khusus kepada Bonek dan Bonita. Semangat, loyalitas, dan dukungan luar biasa kalian benar-benar tak tertandingi. Baik di kandang maupun tandang, kalian selalu ada, mendorong kami maju dan menjadikan setiap pertandingan pengalaman yang istimewa,” tulisnya.

Perovic mengaku membawa banyak kenangan berharga dari Surabaya, tidak hanya di dalam lapangan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Kota Pahlawan disebutnya akan selalu memiliki tempat spesial di hatinya meski kini harus melanjutkan perjalanan karier di tempat lain.

“Tahun ini telah memberi saya kenangan yang akan selalu saya bawa, baik di dalam maupun di luar lapangan. Surabaya akan selalu menjadi tempat yang istimewa bagi saya.”

Pada akhir pesannya, pemain Montenegro tersebut juga menyampaikan doa terbaik untuk masa depan Persebaya Surabaya. Ia berharap klub kebanggaan warga Surabaya itu terus meraih kesuksesan pada musim-musim berikutnya.

“Terima kasih untuk semuanya. Saya berharap klub, tim, dan semua pendukung selalu sukses dan bahagia di masa depan.”

“Sekali hijau, selalu hijau! Salam Satu Nyali!! Waniii!”

Seperti Apa Perjalanan Mihailo Perovic Bersama Persebaya Surabaya?

Mihailo Perovic bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 15 Juli 2025 untuk memperkuat lini depan Green Force.

Dengan postur 1,80 meter dan posisi utama sebagai penyerang tengah, ia diharapkan menjadi mesin gol tim sepanjang musim 2025/2026.

Baca Juga :  Simak 3 Fakta Laga Imbang Persebaya Surabaya vs Persik Kediri

Berdasarkan data Transfermarkt, pemain berkewarganegaraan Montenegro itu memiliki nilai pasar sekitar Rp 3,91 miliar. Selain beroperasi sebagai striker utama, Perovic juga mampu dimainkan di posisi sayap kanan ketika dibutuhkan tim.

Selama satu musim berseragam Persebaya Surabaya, Perovic tampil dalam 28 pertandingan di berbagai ajang. Dari jumlah tersebut, ia berhasil mencetak enam gol dan menyumbang satu assist untuk Green Force.

Kontribusinya memang tidak selalu terlihat dalam statistik gol semata. Namun, keberadaannya kerap memberikan opsi tambahan bagi tim saat menghadapi pertandingan-pertandingan penting sepanjang musim.

Selain enam gol dan satu assist, Perovic juga mencatatkan tiga kartu kuning serta satu kartu kuning kedua. Total menit bermainnya mencapai 1.737 menit, menunjukkan dirinya cukup sering mendapatkan kepercayaan dari tim pelatih.

Siapa Sosok Mihailo Perovic?

Mihailo Perovic lahir di Podgorica, Yugoslavia, pada 23 Januari 1997 dan kini berusia 29 tahun. Pemain berkaki dominan kanan tersebut dikenal sebagai penyerang yang mengandalkan pergerakan di kotak penalti serta kemampuan mencari ruang.

Kariernya bersama Persebaya Surabaya memang hanya berlangsung satu musim. Namun, pesan perpisahan yang hangat menunjukkan hubungan baik yang terjalin antara sang pemain dengan klub maupun suporter.

Kini, setelah Bruno Moreira dan Mihailo Perovic resmi berpamitan, perhatian Bonek dan Bonita akan tertuju pada langkah Persebaya Surabaya dalam menyusun skuad baru menghadapi Super League 2026/2027.

Di sisi lain, perjalanan baru juga menanti Perovic yang meninggalkan Surabaya dengan membawa kenangan serta dukungan dari para pendukung Green Force.(jpc)

Mihailo Perovic resmi mengucapkan salam perpisahan kepada Persebaya Surabaya pada Jumat (5/6/2026), menandai berakhirnya kebersamaan penyerang asal Montenegro itu setelah satu musim membela Green Force.

Keputusan tersebut membuat Perovic mengikuti jejak kapten tim Bruno Moreira yang lebih dulu berpamitan beberapa hari sebelumnya, sekaligus menambah daftar pemain yang meninggalkan Surabaya jelang Super League 2026/2027.

Kepergian Mihailo Perovic menjadi momen emosional bagi pendukung Persebaya Surabaya.

Electronic money exchangers listing

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, striker berusia 29 tahun itu menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh elemen klub yang telah menjadi bagian dari perjalanan kariernya selama semusim terakhir.

Mengapa Mihailo Perovic Memutuskan Berpisah dengan Persebaya Surabaya?

Mihailo Perovic memastikan kebersamaannya dengan Persebaya Surabaya telah berakhir setelah musim 2025/2026 rampung.

Meski tidak menjelaskan alasan detail kepergiannya, sang pemain memberikan pesan penuh penghargaan kepada klub dan para pendukung.

“Seiring perjalanan saya bersama @officialpersebaya berakhir, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih saya atas tahun yang tak terlupakan ini,” tulis Mihailo Perovic.

Penyerang kelahiran Podgorica, 23 Januari 1997 itu mengaku sejak hari pertama datang ke Surabaya dirinya langsung merasakan suasana kekeluargaan.

Menurutnya, dukungan dari rekan setim, pelatih, staf, hingga manajemen menjadi pengalaman berharga yang akan selalu dikenang.

“Sejak hari pertama, saya merasa diterima, dihormati, dan didukung oleh semua orang di klub. Kepada rekan-rekan setim, pelatih, staf, dan semua orang yang bekerja di balik layar—terima kasih atas kepercayaan, persahabatan, dan kenangan yang telah kita ciptakan bersama,” lanjutnya.

Perpisahan Perovic terjadi hanya tiga hari setelah Bruno Moreira menyampaikan salam serupa kepada Bonek dan Bonita.

Baca Juga :  Asisten Pelatih Timnas Indonesia Dinyatakan Positif Corona

Situasi tersebut menandakan Persebaya Surabaya sedang memasuki fase pembentukan skuad baru untuk menghadapi kompetisi musim depan.

Pesan Khusus untuk Bonek dan Bonita yang Bikin Haru

Dalam pesan perpisahannya, Mihailo Perovic secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Bonek dan Bonita yang selama ini memberikan dukungan tanpa henti kepada tim.

Ia menilai atmosfer yang diciptakan suporter Persebaya Surabaya menjadi salah satu yang terbaik selama karier profesionalnya.

“Terima kasih khusus kepada Bonek dan Bonita. Semangat, loyalitas, dan dukungan luar biasa kalian benar-benar tak tertandingi. Baik di kandang maupun tandang, kalian selalu ada, mendorong kami maju dan menjadikan setiap pertandingan pengalaman yang istimewa,” tulisnya.

Perovic mengaku membawa banyak kenangan berharga dari Surabaya, tidak hanya di dalam lapangan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Kota Pahlawan disebutnya akan selalu memiliki tempat spesial di hatinya meski kini harus melanjutkan perjalanan karier di tempat lain.

“Tahun ini telah memberi saya kenangan yang akan selalu saya bawa, baik di dalam maupun di luar lapangan. Surabaya akan selalu menjadi tempat yang istimewa bagi saya.”

Pada akhir pesannya, pemain Montenegro tersebut juga menyampaikan doa terbaik untuk masa depan Persebaya Surabaya. Ia berharap klub kebanggaan warga Surabaya itu terus meraih kesuksesan pada musim-musim berikutnya.

“Terima kasih untuk semuanya. Saya berharap klub, tim, dan semua pendukung selalu sukses dan bahagia di masa depan.”

“Sekali hijau, selalu hijau! Salam Satu Nyali!! Waniii!”

Seperti Apa Perjalanan Mihailo Perovic Bersama Persebaya Surabaya?

Mihailo Perovic bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 15 Juli 2025 untuk memperkuat lini depan Green Force.

Dengan postur 1,80 meter dan posisi utama sebagai penyerang tengah, ia diharapkan menjadi mesin gol tim sepanjang musim 2025/2026.

Baca Juga :  Simak 3 Fakta Laga Imbang Persebaya Surabaya vs Persik Kediri

Berdasarkan data Transfermarkt, pemain berkewarganegaraan Montenegro itu memiliki nilai pasar sekitar Rp 3,91 miliar. Selain beroperasi sebagai striker utama, Perovic juga mampu dimainkan di posisi sayap kanan ketika dibutuhkan tim.

Selama satu musim berseragam Persebaya Surabaya, Perovic tampil dalam 28 pertandingan di berbagai ajang. Dari jumlah tersebut, ia berhasil mencetak enam gol dan menyumbang satu assist untuk Green Force.

Kontribusinya memang tidak selalu terlihat dalam statistik gol semata. Namun, keberadaannya kerap memberikan opsi tambahan bagi tim saat menghadapi pertandingan-pertandingan penting sepanjang musim.

Selain enam gol dan satu assist, Perovic juga mencatatkan tiga kartu kuning serta satu kartu kuning kedua. Total menit bermainnya mencapai 1.737 menit, menunjukkan dirinya cukup sering mendapatkan kepercayaan dari tim pelatih.

Siapa Sosok Mihailo Perovic?

Mihailo Perovic lahir di Podgorica, Yugoslavia, pada 23 Januari 1997 dan kini berusia 29 tahun. Pemain berkaki dominan kanan tersebut dikenal sebagai penyerang yang mengandalkan pergerakan di kotak penalti serta kemampuan mencari ruang.

Kariernya bersama Persebaya Surabaya memang hanya berlangsung satu musim. Namun, pesan perpisahan yang hangat menunjukkan hubungan baik yang terjalin antara sang pemain dengan klub maupun suporter.

Kini, setelah Bruno Moreira dan Mihailo Perovic resmi berpamitan, perhatian Bonek dan Bonita akan tertuju pada langkah Persebaya Surabaya dalam menyusun skuad baru menghadapi Super League 2026/2027.

Di sisi lain, perjalanan baru juga menanti Perovic yang meninggalkan Surabaya dengan membawa kenangan serta dukungan dari para pendukung Green Force.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru