Ramai Pocong Gentayangan di Bogor, Polisi Ungkap Fakta Ini

PROKALTENG.CO– Pocong kembali menjadi sasaran hoaks di Kabupaten Bogor. Isu mengenai pocong gentayangan yang disebut-sebut meneror warga kembali menghebohkan masyarakat hingga membuat jajaran kepolisian turun tangan melakukan penyelidikan.

Kali ini, kabar tersebut beredar di wilayah Bojonggede, Kabupaten Bogor. Polres Metro Depok yang merupaan wilayah hukum Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor menerima informasi mengenai dugaan teror pocong yang ramai diperbincangkan warga setempat.

Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Hendra, menjelaskan bahwa setelah dilakukan pengecekan dan klarifikasi, informasi yang beredar tersebut dipastikan tidak benar.

“Menyikapi peredaran foto pocong atau foto menyerupai pocong yang berlatar belakang rumah warna pink setelah dilaksanakan klarifikasi kepada pemilik rumah, maka dinyatakan bahwa foto tersebut adalah hoaks atau hasil rekayasa,” kata AKP Hendra kepada Radar Bogor Selasa, 2 Juni 2026.

Menurutnya, gambar yang beredar di tengah masyarakat merupakan hasil manipulasi digital yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Berdasarkan hasil analisis, tingkat keaslian foto hanya sekitar 12 persen, sedangkan 88 persen lainnya merupakan konten sintetis.

Baca Juga :  BNPB Disarankan Jadi Kementerian Bencana

Hendra menuturkan, kesimpulan tersebut diperoleh setelah dilakukan klarifikasi dan penelusuran informasi oleh pengurus lingkungan setempat, termasuk ketua RT.

Pemilik rumah yang menjadi latar dalam foto tersebut, berinisial H, juga telah memastikan bahwa informasi mengenai kemunculan pocong itu tidak benar dan foto yang beredar bukan merupakan dokumentasi asli.

Electronic money exchangers listing

Karena itu, pihak kepolisian mengimbau masyarakat, pengurus RT/RW, dan seluruh warga di wilayah hukum Polres Metro Depok agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Tetap tingkatkan kewaspadaan, jaga keamanan diri, sehingga situasi tetap aman, nyaman, dan kondusif,” katanya.

Bukan Pertama Kali

Fenomena hoaks terkait kemunculan pocong di Kota Depok ternyata bukan kejadian pertama. Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Bogor, sejak awal 2026 setidaknya sudah empat kali muncul laporan mengenai teror pocong yang pada akhirnya terbukti tidak benar.

Baca Juga :  Aneh! Terdapat Peluru di Menu MBG Siswa, DPRD Pangkep Siapkan RDP Khusus

Salah satu kasus terjadi di kawasan Sawangan. Saat itu beredar cerita mengenai pocong yang berkeliaran dan meminta warga melepaskan tali kafannya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi melakukan pengecekan ke lokasi. Hasil penyelidikan memastikan bahwa informasi tentang pocong gentayangan di Pasir Putih, Sawangan, hanyalah kabar bohong.

Peristiwa serupa juga sempat terjadi di wilayah Tapos. Warga dihebohkan dengan foto yang memperlihatkan sosok pocong duduk di teras rumah. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh kepolisian, informasi tersebut kembali dinyatakan sebagai hoaks.

Kapolsek Cimanggis, Kompol Jupriono, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan warga, foto yang beredar merupakan hasil editan.

“Itu foto hasil rekayasa. Menurut keterangan Ustaz Agus Salim, gambar aslinya diambil setelah salat magrib saat sedang berbincang di teras musala sambil menunggu salat isya. Kemudian ada pihak yang tidak bertanggung jawab menambahkan gambar pocong pada foto tersebut,” jelasnya.(faj/jpg)

PROKALTENG.CO– Pocong kembali menjadi sasaran hoaks di Kabupaten Bogor. Isu mengenai pocong gentayangan yang disebut-sebut meneror warga kembali menghebohkan masyarakat hingga membuat jajaran kepolisian turun tangan melakukan penyelidikan.

Kali ini, kabar tersebut beredar di wilayah Bojonggede, Kabupaten Bogor. Polres Metro Depok yang merupaan wilayah hukum Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor menerima informasi mengenai dugaan teror pocong yang ramai diperbincangkan warga setempat.

Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Hendra, menjelaskan bahwa setelah dilakukan pengecekan dan klarifikasi, informasi yang beredar tersebut dipastikan tidak benar.

Electronic money exchangers listing

“Menyikapi peredaran foto pocong atau foto menyerupai pocong yang berlatar belakang rumah warna pink setelah dilaksanakan klarifikasi kepada pemilik rumah, maka dinyatakan bahwa foto tersebut adalah hoaks atau hasil rekayasa,” kata AKP Hendra kepada Radar Bogor Selasa, 2 Juni 2026.

Menurutnya, gambar yang beredar di tengah masyarakat merupakan hasil manipulasi digital yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Berdasarkan hasil analisis, tingkat keaslian foto hanya sekitar 12 persen, sedangkan 88 persen lainnya merupakan konten sintetis.

Baca Juga :  BNPB Disarankan Jadi Kementerian Bencana

Hendra menuturkan, kesimpulan tersebut diperoleh setelah dilakukan klarifikasi dan penelusuran informasi oleh pengurus lingkungan setempat, termasuk ketua RT.

Pemilik rumah yang menjadi latar dalam foto tersebut, berinisial H, juga telah memastikan bahwa informasi mengenai kemunculan pocong itu tidak benar dan foto yang beredar bukan merupakan dokumentasi asli.

Karena itu, pihak kepolisian mengimbau masyarakat, pengurus RT/RW, dan seluruh warga di wilayah hukum Polres Metro Depok agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Tetap tingkatkan kewaspadaan, jaga keamanan diri, sehingga situasi tetap aman, nyaman, dan kondusif,” katanya.

Bukan Pertama Kali

Fenomena hoaks terkait kemunculan pocong di Kota Depok ternyata bukan kejadian pertama. Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Bogor, sejak awal 2026 setidaknya sudah empat kali muncul laporan mengenai teror pocong yang pada akhirnya terbukti tidak benar.

Baca Juga :  Aneh! Terdapat Peluru di Menu MBG Siswa, DPRD Pangkep Siapkan RDP Khusus

Salah satu kasus terjadi di kawasan Sawangan. Saat itu beredar cerita mengenai pocong yang berkeliaran dan meminta warga melepaskan tali kafannya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi melakukan pengecekan ke lokasi. Hasil penyelidikan memastikan bahwa informasi tentang pocong gentayangan di Pasir Putih, Sawangan, hanyalah kabar bohong.

Peristiwa serupa juga sempat terjadi di wilayah Tapos. Warga dihebohkan dengan foto yang memperlihatkan sosok pocong duduk di teras rumah. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh kepolisian, informasi tersebut kembali dinyatakan sebagai hoaks.

Kapolsek Cimanggis, Kompol Jupriono, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan warga, foto yang beredar merupakan hasil editan.

“Itu foto hasil rekayasa. Menurut keterangan Ustaz Agus Salim, gambar aslinya diambil setelah salat magrib saat sedang berbincang di teras musala sambil menunggu salat isya. Kemudian ada pihak yang tidak bertanggung jawab menambahkan gambar pocong pada foto tersebut,” jelasnya.(faj/jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru