PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Puluhan murid TK Parentas Kaharap, Kota Palangka Raya, antusias belajar jadi petugas pemadam kebakaran saat mengikuti sosialisasi dan edukasi penanganan kebakaran yang digelar Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya, Jumat (8/5/2026).
Dalam kegiatan edukasi kebakaran itu, anak-anak tidak hanya dikenalkan bahaya api dan langkah penyelamatan diri, tetapi juga diajak mencoba langsung simulasi pemadaman bersama petugas damkar. Suasana berlangsung meriah dan interaktif.
Plt Kepala Disdamkarmat Kota Palangka Raya, Urianinu Napulangit mengatakan, pengenalan mitigasi kebakaran sejak usia dini penting dilakukan agar anak-anak memiliki kesadaran menghadapi situasi darurat.
“Pada usia dini inilah anak-anak mulai dikenalkan pentingnya kewaspadaan terhadap musibah kebakaran. Dengan cara yang sederhana dan menyenangkan, mereka lebih mudah memahami langkah dasar penyelamatan diri,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 murid bersama tenaga pendidik. Anak-anak diperlihatkan berbagai perlengkapan pemadam kebakaran yang biasa digunakan petugas di lapangan, mulai dari alat pelindung diri (APD), selang pemadam, nozzle, hingga perlengkapan pendukung lainnya.
Para murid tampak antusias saat mengikuti simulasi pemadaman api. Mereka juga diberi kesempatan bertanya dan mengenal lebih dekat profesi petugas damkar.
“Kegiatan ini bukan hanya memberikan pengetahuan dasar tentang kebakaran, tetapi juga menanamkan rasa peduli, disiplin, dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat,” tambah Urianinu.
Edukasi tersebut mendapat apresiasi dari anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M Norkim. Menurutnya, metode pembelajaran melalui praktik langsung lebih mudah dipahami anak-anak sekaligus mampu membangun budaya kesiapsiagaan sejak dini.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Anak-anak tentu lebih cepat memahami lewat simulasi dan praktik langsung,” kata Arif.
Dia berharap kegiatan serupa bisa terus dilakukan secara rutin di sekolah-sekolah lain, baik tingkat TK maupun sekolah dasar, agar edukasi mitigasi bencana semakin luas diterima masyarakat. (jef)


