Koperasi Merah Putih di Kalteng Hadapi Tantangan Modal dan Infrastruktur

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO -Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kalimantan Tengah (Kalteng) menghadapi sejumlah tantangan serius dalam tahap operasional.

Meski jumlah koperasi yang terbentuk telah mencapai ribuan unit, tidak semuanya mampu langsung berjalan optimal di lapangan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalteng Rahmawati mengungkapkan, kendala utama yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan modal usaha, akses jaringan internet, serta kondisi geografis wilayah yang masih sulit dijangkau.

Menurutnya, banyak koperasi yang sudah terbentuk secara administrasi, namun belum sepenuhnya aktif menjalankan kegiatan usaha. Hal ini dipengaruhi oleh kesiapan sumber daya dan dukungan infrastruktur yang belum merata.

“Yang menjadi tantangan sekarang adalah bagaimana koperasi ini bisa benar-benar berjalan. Tidak hanya terbentuk di atas kertas, tetapi juga aktif secara ekonomi,” ujarnya, baru-baru ini.

Baca Juga :  Wakil Rakyat Ini Minta Pemkab Segera Perbaiki Infrastruktur Jalan di Dapil III

Ia menjelaskan, penerapan sistem digital dalam pengelolaan koperasi juga belum berjalan optimal, khususnya di wilayah desa terpencil. Keterbatasan jaringan internet menjadi hambatan utama dalam mengakses aplikasi yang disiapkan pemerintah pusat.

Selain itu, kondisi geografis Kalteng yang luas dengan banyak daerah terpencil turut mempersulit distribusi layanan pendampingan dan penguatan koperasi.

Electronic money exchangers listing

“Di beberapa wilayah, akses internet masih terbatas. Ini berdampak pada penggunaan aplikasi digital yang belum maksimal,” tambahnya.

Di sisi lain, keterbatasan modal usaha juga menjadi persoalan yang dihadapi sebagian besar koperasi. Tanpa dukungan pembiayaan yang memadai, koperasi sulit mengembangkan unit usaha yang berkelanjutan.

Kondisi ini menyebabkan baru sebagian kecil koperasi yang benar-benar aktif beroperasi dan menghasilkan kegiatan ekonomi nyata di masyarakat.

Baca Juga :  Dukung Program PEN, Habib Tanam Mangrove di Pantai Pinang Sukamara

Pemerintah daerah pun terus berupaya mencari solusi, termasuk mendorong kolaborasi lintas sektor serta dukungan dari pemerintah pusat untuk memperkuat operasional koperasi di lapangan.

Ke depan, tantangan ini dinilai menjadi pekerjaan rumah penting agar program Koperasi Merah Putih tidak hanya berhenti pada tahap pembentukan, tetapi benarbenar mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa. (*rif/ans/kpg)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO -Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kalimantan Tengah (Kalteng) menghadapi sejumlah tantangan serius dalam tahap operasional.

Meski jumlah koperasi yang terbentuk telah mencapai ribuan unit, tidak semuanya mampu langsung berjalan optimal di lapangan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalteng Rahmawati mengungkapkan, kendala utama yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan modal usaha, akses jaringan internet, serta kondisi geografis wilayah yang masih sulit dijangkau.

Electronic money exchangers listing

Menurutnya, banyak koperasi yang sudah terbentuk secara administrasi, namun belum sepenuhnya aktif menjalankan kegiatan usaha. Hal ini dipengaruhi oleh kesiapan sumber daya dan dukungan infrastruktur yang belum merata.

“Yang menjadi tantangan sekarang adalah bagaimana koperasi ini bisa benar-benar berjalan. Tidak hanya terbentuk di atas kertas, tetapi juga aktif secara ekonomi,” ujarnya, baru-baru ini.

Baca Juga :  Wakil Rakyat Ini Minta Pemkab Segera Perbaiki Infrastruktur Jalan di Dapil III

Ia menjelaskan, penerapan sistem digital dalam pengelolaan koperasi juga belum berjalan optimal, khususnya di wilayah desa terpencil. Keterbatasan jaringan internet menjadi hambatan utama dalam mengakses aplikasi yang disiapkan pemerintah pusat.

Selain itu, kondisi geografis Kalteng yang luas dengan banyak daerah terpencil turut mempersulit distribusi layanan pendampingan dan penguatan koperasi.

“Di beberapa wilayah, akses internet masih terbatas. Ini berdampak pada penggunaan aplikasi digital yang belum maksimal,” tambahnya.

Di sisi lain, keterbatasan modal usaha juga menjadi persoalan yang dihadapi sebagian besar koperasi. Tanpa dukungan pembiayaan yang memadai, koperasi sulit mengembangkan unit usaha yang berkelanjutan.

Kondisi ini menyebabkan baru sebagian kecil koperasi yang benar-benar aktif beroperasi dan menghasilkan kegiatan ekonomi nyata di masyarakat.

Baca Juga :  Dukung Program PEN, Habib Tanam Mangrove di Pantai Pinang Sukamara

Pemerintah daerah pun terus berupaya mencari solusi, termasuk mendorong kolaborasi lintas sektor serta dukungan dari pemerintah pusat untuk memperkuat operasional koperasi di lapangan.

Ke depan, tantangan ini dinilai menjadi pekerjaan rumah penting agar program Koperasi Merah Putih tidak hanya berhenti pada tahap pembentukan, tetapi benarbenar mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa. (*rif/ans/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru