Film Tanah Dayak Syuting di Desa Kinipan Lamandau, Angkat Budaya Dayak ke Nasional

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Desa Kinipan di Kecamatan Batangkawa, Kabupaten Lamandau, menjadi lokasi syuting utama film layar lebar “Tanah Dayak”. Keterlibatan Kinipan dalam produksi film ini langsung menarik perhatian publik, terutama karena mengangkat nuansa budaya Dayak yang kuat.

Di tengah ramainya pembahasan di media sosial terkait dugaan latar tragedi Sampit 2001, mayoritas masyarakat Lamandau justru memberi dukungan. Film ini dinilai sebagai peluang besar memperkenalkan budaya Dayak sekaligus potensi wisata daerah ke tingkat nasional.

Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, mengaku bangga atas terpilihnya Desa Kinipan. Menurutnya, hal ini tak lepas dari komitmen warga dalam menjaga adat dan kearifan lokal.

“Saya bangga desa dan kabupaten kita bisa semakin dikenal luas. Kekompakan masyarakat dalam mempertahankan budaya akhirnya membawa hasil positif,” kata Rizky, Selasa (14/4).

Baca Juga :  Lamandau Expo 2025 Dibuka Meriah, 225 Stand Tawarkan Potensi Daerah

Kepala Desa Kinipan, Willem Hengki, memastikan warga menyambut baik kehadiran kru film. Ia menjelaskan, tim produksi sebelumnya telah melakukan survei di sejumlah desa sebelum akhirnya memilih Kinipan karena akses yang memadai dan latar yang sesuai.

“Kami bersyukur, ini jadi kesempatan mengenalkan Desa Kinipan dan budaya kami lebih luas,” ujar Willem.

Tak hanya sebagai lokasi, sejumlah warga juga dilibatkan sebagai figuran dalam proses syuting.

Electronic money exchangers listing

Menjawab kekhawatiran soal isi cerita, Willem menegaskan film “Tanah Dayak” merupakan horor fiksi. Pihak desa juga telah berkoordinasi dengan tim produksi agar tidak memuat unsur sensitif yang berpotensi memicu konflik.

“Ini murni film horor seperti di bioskop. Dari hari pertama dan kedua syuting, tidak ada hal sensitif yang kami temukan,” tegasnya.

Baca Juga :  Dewan Apresiasi Konsistensi Pemda Lestarikan Budaya Lokal

Pemerintah desa bersama masyarakat berharap film ini mendapat sambutan positif dari penonton, sekaligus berdampak pada promosi wisata dan budaya Kabupaten Lamandau. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Desa Kinipan di Kecamatan Batangkawa, Kabupaten Lamandau, menjadi lokasi syuting utama film layar lebar “Tanah Dayak”. Keterlibatan Kinipan dalam produksi film ini langsung menarik perhatian publik, terutama karena mengangkat nuansa budaya Dayak yang kuat.

Di tengah ramainya pembahasan di media sosial terkait dugaan latar tragedi Sampit 2001, mayoritas masyarakat Lamandau justru memberi dukungan. Film ini dinilai sebagai peluang besar memperkenalkan budaya Dayak sekaligus potensi wisata daerah ke tingkat nasional.

Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, mengaku bangga atas terpilihnya Desa Kinipan. Menurutnya, hal ini tak lepas dari komitmen warga dalam menjaga adat dan kearifan lokal.

Electronic money exchangers listing

“Saya bangga desa dan kabupaten kita bisa semakin dikenal luas. Kekompakan masyarakat dalam mempertahankan budaya akhirnya membawa hasil positif,” kata Rizky, Selasa (14/4).

Baca Juga :  Lamandau Expo 2025 Dibuka Meriah, 225 Stand Tawarkan Potensi Daerah

Kepala Desa Kinipan, Willem Hengki, memastikan warga menyambut baik kehadiran kru film. Ia menjelaskan, tim produksi sebelumnya telah melakukan survei di sejumlah desa sebelum akhirnya memilih Kinipan karena akses yang memadai dan latar yang sesuai.

“Kami bersyukur, ini jadi kesempatan mengenalkan Desa Kinipan dan budaya kami lebih luas,” ujar Willem.

Tak hanya sebagai lokasi, sejumlah warga juga dilibatkan sebagai figuran dalam proses syuting.

Menjawab kekhawatiran soal isi cerita, Willem menegaskan film “Tanah Dayak” merupakan horor fiksi. Pihak desa juga telah berkoordinasi dengan tim produksi agar tidak memuat unsur sensitif yang berpotensi memicu konflik.

“Ini murni film horor seperti di bioskop. Dari hari pertama dan kedua syuting, tidak ada hal sensitif yang kami temukan,” tegasnya.

Baca Juga :  Dewan Apresiasi Konsistensi Pemda Lestarikan Budaya Lokal

Pemerintah desa bersama masyarakat berharap film ini mendapat sambutan positif dari penonton, sekaligus berdampak pada promosi wisata dan budaya Kabupaten Lamandau. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru