Pemkab Pulang Pisau Terapkan WFH, Strategi Hadapi Keterbatasan Anggaran

PULANG PISAU, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau mulai memutar strategi di tengah keterbatasan anggaran.

Salah satunya dengan menguji coba kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN), sembari tetap memastikan program pembangunan berjalan optimal.

Kebijakan ini disampaikan Bupati Pulang Pisau H Ahmad Rifa’i dalam temu wartawan, Kamis (2/4/2026) malam. Kegiatan yang digelar bersama Wakil Bupati H Ahmad Jayadikarta itu menjadi ruang komunikasi antara pemerintah daerah dan insan pers.

Selain mempererat silaturahmi, forum tersebut juga dimanfaatkan untuk menyampaikan sejumlah isu strategis, terutama terkait efisiensi anggaran dan pola kerja ASN di lingkungan Pemkab Pulang Pisau.

Rifa’i mengakui, pemerintah daerah saat ini tengah menghadapi tantangan keterbatasan anggaran sebagai dampak kebijakan efisiensi.

Baca Juga :  Pemko Dukung Inovasi Baru Atasi Karhutla dengan Sabun Cair

Meski demikian, ia menegaskan komitmen untuk tetap menjalankan program pembangunan secara maksimal melalui perencanaan yang matang.

“Kami tetap optimis, meskipun dalam kondisi efisiensi anggaran, program pembangunan bisa berjalan dengan perencanaan yang matang,” ujarnya. (art/kpg)

PULANG PISAU, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau mulai memutar strategi di tengah keterbatasan anggaran.

Salah satunya dengan menguji coba kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN), sembari tetap memastikan program pembangunan berjalan optimal.

Kebijakan ini disampaikan Bupati Pulang Pisau H Ahmad Rifa’i dalam temu wartawan, Kamis (2/4/2026) malam. Kegiatan yang digelar bersama Wakil Bupati H Ahmad Jayadikarta itu menjadi ruang komunikasi antara pemerintah daerah dan insan pers.

Electronic money exchangers listing

Selain mempererat silaturahmi, forum tersebut juga dimanfaatkan untuk menyampaikan sejumlah isu strategis, terutama terkait efisiensi anggaran dan pola kerja ASN di lingkungan Pemkab Pulang Pisau.

Rifa’i mengakui, pemerintah daerah saat ini tengah menghadapi tantangan keterbatasan anggaran sebagai dampak kebijakan efisiensi.

Baca Juga :  Pemko Dukung Inovasi Baru Atasi Karhutla dengan Sabun Cair

Meski demikian, ia menegaskan komitmen untuk tetap menjalankan program pembangunan secara maksimal melalui perencanaan yang matang.

“Kami tetap optimis, meskipun dalam kondisi efisiensi anggaran, program pembangunan bisa berjalan dengan perencanaan yang matang,” ujarnya. (art/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru