PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah menyusul konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran mendorong pemerintah mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dalam merencanakan perjalanan luar negeri, khususnya untuk ibadah haji dan umrah.
Imbauan tersebut turut disampaikan oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia sebagai respons atas kondisi geopolitik yang dinilai masih belum stabil.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, mengajak warga setempat untuk mempertimbangkan kembali rencana keberangkatan umrah dalam waktu dekat demi menjaga keselamatan.
“Melihat kondisi yang belum sepenuhnya kondusif, sebaiknya rencana umrah bisa ditunda sementara sampai situasi benar-benar aman,” ujarnya usai menghadiri kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama di Balai Berkah Kodam XXII/Tambun Bungai, Selasa (3/3/2026).
Dia menekankan. Bahwa penyelenggaraan haji dan umrah merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Namun sebagai kepala daerah ia merasa memiliki tanggung jawab moral, untuk mengingatkan masyarakat agar lebih mengutamakan aspek keamanan.
“Memang kewenangannya ada di kementerian, tetapi kami di daerah tentu ingin memastikan warga tetap aman dalam setiap perjalanan, apalagi ke wilayah yang sedang bergejolak,” katanya.
Dia menyebutkan. Bahwa pemerintah pusat terus memantau perkembangan situasi di sekitar Arab Saudi. Dan hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai pembatalan keberangkatan haji maupun umrah.
“Belum ada pembatalan, namun karena situasinya masih dinamis, kehati-hatian menjadi hal utama,” tambahnya.
Selain itu, dia mengimbau warga yang telah mendaftar atau melunasi biaya perjalanan agar aktif berkoordinasi dengan biro perjalanan masing-masing guna memperoleh informasi terbaru terkait kebijakan dan mekanisme keberangkatan.
“Bagi yang sudah membayar, tentu ada aturan dan mekanisme dari pihak travel. Tetapi yang paling penting tetap keselamatan jemaah,” tegasnya.
Terkait jadwal keberangkatan haji dalam waktu dekat, pemerintah daerah disebutnya akan terus berkoordinasi dan mengikuti arahan dari pemerintah pusat sembari berharap situasi segera membaik.
“Kita terus memantau perkembangan. Mudah-mudahan kondisi cepat stabil sehingga jemaah bisa berangkat dan kembali dengan selamat,” pungkasnya. (adr)


