PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin memastikan korban kebakaran di Jalan Mendawai segera menerima bantuan stimulan perbaikan rumah. Total ada 16 rumah dari 23 kepala keluarga terdampak yang sudah masuk pendataan awal, dengan nilai bantuan hingga Rp12 juta untuk kategori rusak berat.
Fairid turun langsung ke Posko Kebakaran Yayasan Mutiara Hati, Selasa (24/2/2026), sekaligus bersilaturahmi dan berbuka puasa bersama warga terdampak. Dia menegaskan, kehadirannya bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi memastikan korban kebakaran tidak merasa sendirian di tengah suasana Ramadan.
“Ini momen Ramadan, jadi sekalian bersilaturahmi dan menjenguk saudara-saudara kita yang terdampak kebakaran. Prinsipnya, selain memberi bantuan, kami ingin memastikan mereka tetap kuat dan merasa didampingi,” ujar Fairid di lokasi.
Berdasarkan data sementara, dari 16 rumah yang terdampak, 10 unit mengalami rusak berat, satu rusak sedang, dan lima rusak ringan. Pemko Palangka Raya telah menyiapkan skema bantuan stimulan sesuai tingkat kerusakan.
Untuk rumah rusak berat, bantuan sebesar Rp12 juta. Rusak sedang Rp7,5 juta, dan rusak ringan Rp5 juta.
Namun Fairid menegaskan, pencairan bantuan tetap melalui proses verifikasi lapangan agar tidak terjadi kekeliruan data.
“Semua harus diverifikasi bersama RT setempat. Jangan sampai terbalik, yang seharusnya rusak berat jadi ringan atau sebaliknya. Kita ingin tepat sasaran,” tegasnya.
Dia memastikan proses verifikasi tidak akan berlarut-larut agar bantuan perbaikan rumah bisa segera direalisasikan. Sembari menunggu tahapan administrasi rampung, bantuan sembako dan santunan untuk korban kebakaran tetap disalurkan.
“Verifikasi tetap jalan, tapi biasanya tidak lama. Yang penting kebutuhan dasar warga terpenuhi dulu. Jangan sampai ada yang terlewat,” tambahnya.
Selain bantuan perbaikan rumah, Pemko Palangka Raya juga terus menyalurkan logistik dan memantau kondisi warga di posko pengungsian. Pemerintah memastikan penanganan pascakebakaran di kawasan Jalan Mendawai dilakukan bertahap hingga warga bisa kembali beraktivitas normal. (adr)


