Puncak Perayaan Waisak, 2.570 Lampion Terangi Langit Candi Borobudur

PROKALTENG.CO-Ribuan lampion menerangi langit Candi Borobudur, Kabupaten Magelang pada malam perayaan Waisak 2570 BE/ 2026, Minggu (31/5/2026).

Festival lampion ini merupakan salah satu rangkaian menyambut hari Waisak 2570 BE/ 2026.

Festival Lampion Waisak Borobudur kali ini mengusung semangat perdamaian.

Penerbangan lampion dibagi menjadi dua sesi.

Untuk sesi pertama berlangsung pukul 17.00-19.300, sedangkan sesi kedua pukul 21.30-23.00.

Grace Ansella, asal Jakarta mengaku ini merupakan pengalaman perdana bagi dirinya dan keluarga.

Ia bersama keluarga tiba dari Jakarta, Sabtu (30/5/2026).

Electronic money exchangers listing

“Kami naik mobil dari Jakarta khusus ke Magelang untuk menerbangkan lampion,” akunya kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Grace mengaku saat momen menerbangkan lampion sangat indah dan terharu.

“Apalagi tadi sempat merinding saat seluruh lampion terbang. Kami juga sudah sama-sama mengucapkan doa dan make a wish, serta Selamat Hari Raya Waisak,” ujarnya.

Baca Juga :  Refleksi Waisak: Latih Pengendalian Diri Lewat Napas, Kesabaran, dan Lingkungan Positif

Hal senada disampaikan Imanuel Stephani asal Bandung.

Perasaannya sangat terharu, apalagi dirinya bersama anak-anak juga pengalaman baru.

“Semoga wishnya terkabul, dan tahun depan bisa ikut lagi” katanya.

Sebelum menerbangkan lampion, terselip doa dan harapan.

“Semoga sukses dalam karir dan  diberikan kesehatan untuk keluarga dan semuanya,” ujarnya.

 Ketua Panitia Festival Lampion 2026 Fatmawati mengatakan, jumlah lampion yang diterbangkan sebanyak 2.570 buah, menyesuaikan tahun penyelenggaraan Waisak.

“Peserta datang dari beragam latar belakang dengan tujuan untuk turut merasakan kesakralan prosesi Waisak di Borobudur. Di bawah cahaya bulan dan kilauan ribuan lampion, menjadi momentum untuk merenung dan merasakan kedamaian sejati lahir dari dalam diri,” katanya. (rfk/aro/jpg)

PROKALTENG.CO-Ribuan lampion menerangi langit Candi Borobudur, Kabupaten Magelang pada malam perayaan Waisak 2570 BE/ 2026, Minggu (31/5/2026).

Festival lampion ini merupakan salah satu rangkaian menyambut hari Waisak 2570 BE/ 2026.

Festival Lampion Waisak Borobudur kali ini mengusung semangat perdamaian.

Electronic money exchangers listing

Penerbangan lampion dibagi menjadi dua sesi.

Untuk sesi pertama berlangsung pukul 17.00-19.300, sedangkan sesi kedua pukul 21.30-23.00.

Grace Ansella, asal Jakarta mengaku ini merupakan pengalaman perdana bagi dirinya dan keluarga.

Ia bersama keluarga tiba dari Jakarta, Sabtu (30/5/2026).

“Kami naik mobil dari Jakarta khusus ke Magelang untuk menerbangkan lampion,” akunya kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Grace mengaku saat momen menerbangkan lampion sangat indah dan terharu.

“Apalagi tadi sempat merinding saat seluruh lampion terbang. Kami juga sudah sama-sama mengucapkan doa dan make a wish, serta Selamat Hari Raya Waisak,” ujarnya.

Baca Juga :  Refleksi Waisak: Latih Pengendalian Diri Lewat Napas, Kesabaran, dan Lingkungan Positif

Hal senada disampaikan Imanuel Stephani asal Bandung.

Perasaannya sangat terharu, apalagi dirinya bersama anak-anak juga pengalaman baru.

“Semoga wishnya terkabul, dan tahun depan bisa ikut lagi” katanya.

Sebelum menerbangkan lampion, terselip doa dan harapan.

“Semoga sukses dalam karir dan  diberikan kesehatan untuk keluarga dan semuanya,” ujarnya.

 Ketua Panitia Festival Lampion 2026 Fatmawati mengatakan, jumlah lampion yang diterbangkan sebanyak 2.570 buah, menyesuaikan tahun penyelenggaraan Waisak.

“Peserta datang dari beragam latar belakang dengan tujuan untuk turut merasakan kesakralan prosesi Waisak di Borobudur. Di bawah cahaya bulan dan kilauan ribuan lampion, menjadi momentum untuk merenung dan merasakan kedamaian sejati lahir dari dalam diri,” katanya. (rfk/aro/jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru