MUARA TEWEH, PROKALTENG.CO – Langkah nyata Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam membangun konektivitas yang inklusif, diwujudkan melalui percepatan tiga proyek jembatan besar.
Bupati H. Shalahuddin secara langsung memantau pembangunan Jembatan Tumpung Laung, Lemo, dan Lahei, sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi terhadap upaya pemerataan.
Peninjauan pada Kamis (11/12) itu bukan sekadar formalitas, melainkan refleksi dari komitmen pemda untuk menempatkan infrastruktur penghubung sebagai program prioritas. Jembatan-jembatan ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi masyarakat di wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan akses.
Dalam pandangan Bupati, pembangunan ini memiliki nilai strategis yang melampaui aspek teknis. Ia melihatnya sebagai investasi sosial untuk mempersatukan wilayah dan memberdayakan komunitas yang terisolasi.
“Infrastruktur ini menjadi penopang penting bagi konektivitas masyarakat dan percepatan ekonomi daerah. Ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk membangun dari pinggiran,” tegas Bupati Shalahuddin.
Ia menambahkan, esensi dari pembangunan jembatan adalah peningkatan kualitas hidup. Akses yang lebih baik akan mendorong kemudahan dalam mengakses layanan dasar, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, dan mengurangi kesenjangan.
“Keberhasilan proyek ini kami harap dapat menjadi bukti nyata dari upaya pemerintah daerah dalam membangun konektivitas yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Bupati menegaskan.
Dengan pengawasan ketat dari Dinas PUPR untuk memastikan kualitas, pemda optimis jembatan ini akan menjadi legacy jangka panjang yang mengubah wajah perekonomian dan mobilitas sosial masyarakat Barito Utara. (ren/kpg)
MUARA TEWEH, PROKALTENG.CO – Langkah nyata Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam membangun konektivitas yang inklusif, diwujudkan melalui percepatan tiga proyek jembatan besar.
Bupati H. Shalahuddin secara langsung memantau pembangunan Jembatan Tumpung Laung, Lemo, dan Lahei, sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi terhadap upaya pemerataan.
Peninjauan pada Kamis (11/12) itu bukan sekadar formalitas, melainkan refleksi dari komitmen pemda untuk menempatkan infrastruktur penghubung sebagai program prioritas. Jembatan-jembatan ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi masyarakat di wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan akses.
Dalam pandangan Bupati, pembangunan ini memiliki nilai strategis yang melampaui aspek teknis. Ia melihatnya sebagai investasi sosial untuk mempersatukan wilayah dan memberdayakan komunitas yang terisolasi.
“Infrastruktur ini menjadi penopang penting bagi konektivitas masyarakat dan percepatan ekonomi daerah. Ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk membangun dari pinggiran,” tegas Bupati Shalahuddin.
Ia menambahkan, esensi dari pembangunan jembatan adalah peningkatan kualitas hidup. Akses yang lebih baik akan mendorong kemudahan dalam mengakses layanan dasar, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, dan mengurangi kesenjangan.
“Keberhasilan proyek ini kami harap dapat menjadi bukti nyata dari upaya pemerintah daerah dalam membangun konektivitas yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Bupati menegaskan.
Dengan pengawasan ketat dari Dinas PUPR untuk memastikan kualitas, pemda optimis jembatan ini akan menjadi legacy jangka panjang yang mengubah wajah perekonomian dan mobilitas sosial masyarakat Barito Utara. (ren/kpg)