PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO– Sorak tepuk tangan bergema di GOR Indoor Serbaguna Pal 5, Selasa malam (19/5), saat Helvi Septian Saputra, perwakilan Kabupaten Pulang Pisau, dan Yunisa Nasella Evansa dari Kabupaten Gunung Mas resmi dinobatkan sebagai Jagau dan Nyai Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026.
Keduanya terpilih pada Grand Final Pemilihan Jagau–Nyai dalam rangkaian Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026.
Malam puncak yang berlangsung meriah itu menjadi penutup rangkaian seleksi ketat yang diikuti 13 pasang peserta dari kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah.
Ajang ini digelar sebagai bagian dari FBIM yang berlangsung pada 17–23 Mei 2026. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Liane Victoria Aden, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya ajang tersebut dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Budaya Isen Mulang Tahun 2026. Untuk kompetisi Pemilihan Jagau–Nyai diikuti 13 pasang peserta dari kabupaten/kota seKalimantan Tengah dan telah dilaksanakan sejak 15 hingga 19 Mei 2026,” ujar Liane.
Ia menjelaskan, sektor pariwisata merupakan pilar strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat identitas budaya lokal. Karena itu, pengembangannya membutuhkan sumber daya manusia berkualitas, khususnya generasi muda.
“Melalui Pemilihan Jagau dan Nyai Kalimantan Tengah Tahun 2026, kita mencari figur yang tidak hanya berpenampilan menarik, tetapi juga cerdas, komunikatif, serta memiliki kepedulian terhadap budaya dan pariwisata daerah,” tegasnya.
Ia menambahkan, Jagau dan Nyai bukan sekadar simbol budaya, melainkan agen perubahan yang berperan membangun citra positif daerah serta mendorong pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, dalam sambutannya menekankan Grand Final bukan sekadar ajang pemilihan putraputri terbaik daerah, tetapi momentum menghadirkan generasi muda berkarakter dan berwawasan.
“Jagau dan Nyai Kalimantan Tengah merupakan representasi generasi muda yang memiliki karakter, wawasan, kecintaan terhadap budaya, serta semangat untuk berkontribusi bagi daerah,” ujarnya.
Menurut Aisyah, para finalis dipersiapkan tidak hanya sebagai duta pariwisata, tetapi juga sebagai agen perubahan, inspirator, dan mitra pembangunan daerah.
Generasi muda, katanya, memiliki peran strategis dalam menyuarakan gagasan, menjaga budaya lokal, mempromosikan potensi daerah, hingga menghadapi berbagai tantangan sosial di masyarakat.
“Program pembangunan daerah tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, Jagau dan Nyai memiliki peran penting sebagai wajah generasi muda Kalimantan Tengah,” ucapnya. (ovi/ans/kpg)


