Sebelumnya, pasar memang mulai membaca sinyal adanya kesepakatan damai sejak akhir pekan lalu. Pada perdagangan Jumat (12/6), harga minyak bahkan sudah kembali turun di bawah USD90 per barel untuk pertama kalinya sejak konflik pecah.
Meski begitu, harga minyak saat ini masih berada di atas level sebelum perang berlangsung. Sebelum ketegangan meningkat, harga minyak global sempat bergerak di bawah USD70 per barel.
Analis menilai kesepakatan damai AS-Iran berpotensi membuka kembali jalur distribusi energi yang sempat terganggu dan menambah pasokan minyak ke pasar internasional. Kondisi itu diperkirakan dapat menekan harga BBM global dalam beberapa waktu ke depan.
Di sisi lain, sejumlah pihak di Israel dikabarkan kecewa terhadap langkah Washington yang memilih jalur damai dengan Teheran. Namun pasar keuangan justru merespons positif karena risiko geopolitik dinilai mulai mereda. (jpg)
Sebelumnya, pasar memang mulai membaca sinyal adanya kesepakatan damai sejak akhir pekan lalu. Pada perdagangan Jumat (12/6), harga minyak bahkan sudah kembali turun di bawah USD90 per barel untuk pertama kalinya sejak konflik pecah.
Meski begitu, harga minyak saat ini masih berada di atas level sebelum perang berlangsung. Sebelum ketegangan meningkat, harga minyak global sempat bergerak di bawah USD70 per barel.
Analis menilai kesepakatan damai AS-Iran berpotensi membuka kembali jalur distribusi energi yang sempat terganggu dan menambah pasokan minyak ke pasar internasional. Kondisi itu diperkirakan dapat menekan harga BBM global dalam beberapa waktu ke depan.
Di sisi lain, sejumlah pihak di Israel dikabarkan kecewa terhadap langkah Washington yang memilih jalur damai dengan Teheran. Namun pasar keuangan justru merespons positif karena risiko geopolitik dinilai mulai mereda. (jpg)