alexametrics
27.1 C
Palangkaraya
Tuesday, August 16, 2022

Kerumunan Antrean Vaksinasi Viral, Kapolresta Palangka Raya Minta Maaf

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Membludaknya masyarakat yang mengambil nomor antrean vaksin di Pos Polisi Bundaran Besar Palangka Raya, Rabu (4/8/2021) malam, menjadi sorotan masyarakat luas. Pasalnya, hal tersebut terjadi ketika pemerintah menerapkan PPKM Level 4 di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah itu.

Berbagai foto dan video kerumunan warga yang berkumpul di sekitar pos yang ada di Jalan Yos Sudarso itu pun langsung viral dan banyak diunggah warganet di media sosial. Rerata warganet mempertanyakan komitmen pemerintah dalam menegakkan protokol kesehatan pada kegiatan yang meraka laksanakan sendiri.

Bahkan foto kerumunan antrean ribuan warga itu juga diunggah akun gosip Instagram @lambe_turah pada Kamis (5/8/2021). Dalam unggahannya terlihat masyarakat Kota Palangka Raya berdesak desakan mengambil nomor antrean vaksinasi yang menimbulkan kerumunan.

Baca Juga :  Bantah Tolak Berikan Obat Covid, Kepala PKM Kasongan II: Bukan oleh Saya

Pengambilan nomor tersebut dilakukan untuk warga masyarakat yang akan mengikuti vaksinasi di Aula Universitas Palangka Raya dan Lapangan Sanaman Mantikei, Kota Palangka Raya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kepolisian  Resor Kota (Kapolresta) Palangka Raya, Kombes Pol Sandi Alfadien Mustofa meminta maaf kepada masyarakat atas kejadian kerumunan saat pendaftaran vaksinasi massal itu.

“Saya memohon maaf atas ketidaknyamanan masyarakat, ke depan kita akan anev (atensi dan evaluasi) kembali dan diperbaiki,” ucap Sandi, Kamis (5/8/2021).

Menurut Sandi, untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan antrean vaksinasi, ke depan pihaknya akan mencoba melibatkan pendataan yang diserahkan kepada pihak RT dan RW.

“Nanti data tersebut akan mengalir dari pihak RT, RW atau kecamatan. Sehingga tidak terjadi membludaknya pendaftaran vaksinasi selanjutnya seperti kejadian malam tadi,” ujarnya.

Baca Juga :  Tuntut Hak, Ratusan Buruh Geruduk Gedung DPRD Kapuas

Sandi yang baru beberapa hari menjabat sebagai Kapolresta Palangka Raya juga memastikan kejadian pendaftaran vaksinasi yang membludak tersebut menjadi kejadian yang terakhir kalinya.

“Ke depan akan diatur sedemikian rupa dengan menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Pelaksanaan vaksinasi yang dilaksanakan di Aula Universitas Palangka Raya ini menargetkan 1500 vaksinasi. Saat ini pelaksanaan vaksinasi di Aula Universitas Palangka Raya berjalan dengan lancar dengan menerapkan protokol kesehatan dengan tertib.

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Membludaknya masyarakat yang mengambil nomor antrean vaksin di Pos Polisi Bundaran Besar Palangka Raya, Rabu (4/8/2021) malam, menjadi sorotan masyarakat luas. Pasalnya, hal tersebut terjadi ketika pemerintah menerapkan PPKM Level 4 di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah itu.

Berbagai foto dan video kerumunan warga yang berkumpul di sekitar pos yang ada di Jalan Yos Sudarso itu pun langsung viral dan banyak diunggah warganet di media sosial. Rerata warganet mempertanyakan komitmen pemerintah dalam menegakkan protokol kesehatan pada kegiatan yang meraka laksanakan sendiri.

Bahkan foto kerumunan antrean ribuan warga itu juga diunggah akun gosip Instagram @lambe_turah pada Kamis (5/8/2021). Dalam unggahannya terlihat masyarakat Kota Palangka Raya berdesak desakan mengambil nomor antrean vaksinasi yang menimbulkan kerumunan.

Baca Juga :  Kelompok Terduga Teroris di Kalteng akan Menuju Jakarta Melewati Sampi

Pengambilan nomor tersebut dilakukan untuk warga masyarakat yang akan mengikuti vaksinasi di Aula Universitas Palangka Raya dan Lapangan Sanaman Mantikei, Kota Palangka Raya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kepolisian  Resor Kota (Kapolresta) Palangka Raya, Kombes Pol Sandi Alfadien Mustofa meminta maaf kepada masyarakat atas kejadian kerumunan saat pendaftaran vaksinasi massal itu.

“Saya memohon maaf atas ketidaknyamanan masyarakat, ke depan kita akan anev (atensi dan evaluasi) kembali dan diperbaiki,” ucap Sandi, Kamis (5/8/2021).

Menurut Sandi, untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan antrean vaksinasi, ke depan pihaknya akan mencoba melibatkan pendataan yang diserahkan kepada pihak RT dan RW.

“Nanti data tersebut akan mengalir dari pihak RT, RW atau kecamatan. Sehingga tidak terjadi membludaknya pendaftaran vaksinasi selanjutnya seperti kejadian malam tadi,” ujarnya.

Baca Juga :  Tuntut Hak, Ratusan Buruh Geruduk Gedung DPRD Kapuas

Sandi yang baru beberapa hari menjabat sebagai Kapolresta Palangka Raya juga memastikan kejadian pendaftaran vaksinasi yang membludak tersebut menjadi kejadian yang terakhir kalinya.

“Ke depan akan diatur sedemikian rupa dengan menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Pelaksanaan vaksinasi yang dilaksanakan di Aula Universitas Palangka Raya ini menargetkan 1500 vaksinasi. Saat ini pelaksanaan vaksinasi di Aula Universitas Palangka Raya berjalan dengan lancar dengan menerapkan protokol kesehatan dengan tertib.

Most Read

Artikel Terbaru

/