33.8 C
Jakarta
Wednesday, April 17, 2024

Dapatkah Oleandrin Mengobati Orang yang Terinfeksi Covid-19?

Beberapa kantor berita Amerika Serikat (AS)
belum lama ini melaporkan bahwa sejumlah orang yang dekat dengan Gedung Putih
mempromosikan penelitian ekstrak dari tanaman oleander sebagai suplemen makanan
atau sebagai alternatif bagi terapi potensial untuk Covid-19. Hal tersebut
memicu keraguan dan menuai respons dari komunitas ilmiah.

“Klaim
tidak berdasar itu membuat khawatir para ilmuwan,” tulis The New York Times
sebelumnya pada bulan ini, seraya menambahkan bahwa “tidak ada penelitian yang
menunjukkan bahwa oleandrin aman atau ampuh sebagai pengobatan korona.”

Menurut
The New York Times, Institut Penelitian Medis Angkatan Darat AS untuk Penyakit
Menular melakukan uji laboratorium pada Mei guna menentukan apakah oleandrin
dapat menghentikan infeksi korona dalam sel.

Baca Juga :  Ini Daftar Sumber Vitamin K Terbaik

Hasilnya
tidak meyakinkan, dan badan tersebut memilih untuk menghentikan penelitian ini,
ujar Lori Salvatore, Juru Bicara Komando Penelitian dan Pengembangan Medis
Angkatan Darat AS, seperti dikutip surat kabar itu.

Sementara
itu, Matthew Heinz, seorang dokter panyakit dalam yang berbasis di Arizona
menyatakan,  itu bukan tanaman yang
ramah. ’’Jangan main-main dengan tanaman ini,” kata, dokter  yang saat ini sedang merawat pasien Covid-19
di rumah sakit, seperti dikutip oleh ABC News.

’’Oleandrin
sendiri mirip dengan digoksin. Jika dikonsumsi terlalu banyak, dapat
menyebabkan mual, muntah, dan diare, tetapi kekhawatiran utamanya adalah
aritmia, yang bisa berakibat fatal,” papar David Juurlink dari Pusat Ilmu
Kesehatan Sunnybrook di Toronto kepada MedPage Today, sebuah layanan berita
kesehatan. “Lebih mudah membunuh seseorang dengan oleandrin daripada Covid-19,”
tulis seorang dokter, Jennifer Gunter, MD, di akun Twitter-nya. (*)

Baca Juga :  Survei: Saat Pandemi, Kesadaran Cuci Tangan Naik 2 Kali Lipat

Beberapa kantor berita Amerika Serikat (AS)
belum lama ini melaporkan bahwa sejumlah orang yang dekat dengan Gedung Putih
mempromosikan penelitian ekstrak dari tanaman oleander sebagai suplemen makanan
atau sebagai alternatif bagi terapi potensial untuk Covid-19. Hal tersebut
memicu keraguan dan menuai respons dari komunitas ilmiah.

“Klaim
tidak berdasar itu membuat khawatir para ilmuwan,” tulis The New York Times
sebelumnya pada bulan ini, seraya menambahkan bahwa “tidak ada penelitian yang
menunjukkan bahwa oleandrin aman atau ampuh sebagai pengobatan korona.”

Menurut
The New York Times, Institut Penelitian Medis Angkatan Darat AS untuk Penyakit
Menular melakukan uji laboratorium pada Mei guna menentukan apakah oleandrin
dapat menghentikan infeksi korona dalam sel.

Baca Juga :  Ini Daftar Sumber Vitamin K Terbaik

Hasilnya
tidak meyakinkan, dan badan tersebut memilih untuk menghentikan penelitian ini,
ujar Lori Salvatore, Juru Bicara Komando Penelitian dan Pengembangan Medis
Angkatan Darat AS, seperti dikutip surat kabar itu.

Sementara
itu, Matthew Heinz, seorang dokter panyakit dalam yang berbasis di Arizona
menyatakan,  itu bukan tanaman yang
ramah. ’’Jangan main-main dengan tanaman ini,” kata, dokter  yang saat ini sedang merawat pasien Covid-19
di rumah sakit, seperti dikutip oleh ABC News.

’’Oleandrin
sendiri mirip dengan digoksin. Jika dikonsumsi terlalu banyak, dapat
menyebabkan mual, muntah, dan diare, tetapi kekhawatiran utamanya adalah
aritmia, yang bisa berakibat fatal,” papar David Juurlink dari Pusat Ilmu
Kesehatan Sunnybrook di Toronto kepada MedPage Today, sebuah layanan berita
kesehatan. “Lebih mudah membunuh seseorang dengan oleandrin daripada Covid-19,”
tulis seorang dokter, Jennifer Gunter, MD, di akun Twitter-nya. (*)

Baca Juga :  Survei: Saat Pandemi, Kesadaran Cuci Tangan Naik 2 Kali Lipat

Terpopuler

Artikel Terbaru